Cerpen Haruki Murakami: Zombie

Seorang lelaki dan seorang gadis berjalan menyusuri jalan di sebelah kuburan pada tengah malam. Malam yang berkabut. Mereka sebenarnya tidak mau berjalan di tempat seperti itu di tengah malam begini, tapi mereka terpaksa harus melewati jalan ini. Mereka berpegangan tangan satu sama lain dengan erat dan berjalan secepat yang mereka bisa. “Rasanya seperti di video klipnya […]

Read More

Cerpen Haruki Murakami: Yesterday

Sejauh yang kutahu, satu-satunya orang yang pernah menggunakan lirik Jepang untuk menyanyikan lagu Yesterday-nya The Beatles (dan mendendangkannya dalam dialek Kansai yang khas itu) adalah seorang pria bernama Kitaru. Ia gunakan lirik versi miliknya ini saat berkaraoke ria di kamar mandi. Kemarin Adalah dua hari sebelum besok, Dan sehari setelah kemarin lusa. Yang kuingat seperti inilah […]

Read More

Cerpen Haruki Murakami: Syahrazad

SETIAP kali mereka bersetubuh, dia mendongengi Habara kisah yang aneh dan mencekam sesudahnya. Seperti Ratu Syahrazad dalam “Seribu Satu Malam.” Meskipun, tentu saja, Habara tidak seperti sang raja, dia tidak berniat untuk memenggal kepala sang ratu keesokan harinya. (Yang pasti wanita itu tidak pernah tinggal dengan Habara sampai pagi.) Dia mendongengi Habara karena keinginan Syahrazad […]

Read More

Cerpen: Oompa Loompa

Dia bukan Charlie. Dia juga bukan Willy Wonka. Tetapi cita-citanya ingin mendirikan pabrik cokelat terbesar di dunia. “Tapi, di Sumbawa, tanaman cokelat tidak akan tumbuh. Lebih baik kau beternak sapi di sini, Teruna…” Kata-kata orang yang skeptis atas keinginannya tidak diindahkan. Dia tahu betul, Sumbawa berbeda nasib dengan Lombok yang tanahnya dapat menumbuhkan apa pun. […]

Read More

Cerpen: Apollo

Chimamanda Ngozi Adichie Dua kali seminggu, layaknya seorang anak yang berbakti, aku pergi mengunjungi kedua orangtuaku di Enugu. Mereka tinggal di dalam rumah susun sempit yang disesakkan oleh perabotan dan cenderung bernuansa gelap di sore hari. Masa pensiun telah mengubah mereka, membuat mereka tampak kerdil. Usia mereka delapan-puluhan tahun, keduanya bertubuh kecil dengan warna kulit […]

Read More

Empat Ratus Tahun Cerita Lelaki

Setelah memahami, Jakarta diciptakan untuk orang-orang yang sudah bosan hidup, sambil mengagumi kendaraan yang lalu lalang, asap-asap yang keluar dari knalpot, dan langit yang tak pernah lebih biru dari lautan, ia akhirnya bertemu Teruna. Gadis itu keluar dari taksi, memakai baju terusan rendah di bagian bawah berwarna merah marun, tersenyum, lalu bertanya, “Sudah menunggu lama?” […]

Read More