Cerpen | Malabar

Cerpen ini dibukukan dalam rampai karya Temu Sastrawan Indonesia IV di Tarnate. Saat itu, saya termasuk 10 sastrawan muda yang mendapat undangan dengan akomodasi ditanggung. Sayangnya, saya tidak mendapatkan izin dari kantor. Cerpen ini juga masuk dalam kumpulan cerpen, Simbiosa Alina (Gramedia, 2013). Malabar. Aku padamu bagai embun di pucuk daun teh yang lenyap dimakan […]

Read More

Cerpen | Senja Terakhir di Dunia

  “Ceritakan kepadaku tentang senja…” pinta Alina kepadanya. Tukang cerita itu terkejut. Dulu sekali, seseorang pernah meminta hal yang sama. Dan saat itulah ia menceritakan kisah Alina dengan Sukab1)—kisah yang membuatnya harus berhadapan dengan polisi, karena ternyata saat itu Sukab tak terima persoalan pribadinya diungkap ke publik. Ia terpaksa harus meringkuk di penjara setelah didakwa […]

Read More

Bukan Mahasiswa Saya, Cerpen Budi Darma

SAYA yakin tidak pernah mempunyai mahasiswa bernama Abidin. Karena itu, setelah sekian kali Abidin menghubungi saya melalui HP, disusul SMS, dan akhirnya disusul WA, saya tetap yakin orang yang menamakan diri Abidin ini tidak pernah menjadi mahasiswa saya. Tapi, setelah dia nekat menelepon dengan video call, barulah saya ingat bahwa wajah ini pernah saya kenal […]

Read More

Tarom, Cerpen Budi Darma

AGEN saya tahu, setiap kali saya pergi ke Frankfurt, Jerman, saya tidak mau transit di bandara mana pun, selain bandara Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Ada dua teman di bandara ini, yaitu Manfred pemilik restoran dan Gertrude, pramugari darat. Pada waktu saya berkunjung ke restoran Manfred untuk pertama kali beberapa tahun lalu, dia mengajak saya […]

Read More

Cerpen Haruki Murakami: Lenyapnya Si Gajah

Cerita yang ditulis Haruki Murakami berjudul “The Elephant Vanishes” ini dimuat di The New Yorker, 18 November 1991, sepanjang sembilan halaman. Lenyapnya Si Gajah Aku membaca perihal si gajah yang lenyap dari kandangnya di surat kabar. Jam weker membangunkan aku hari itu, seperti biasanya, pada pukul 6:13. Aku beranjak menuju dapur, menyiapkan kopi dan roti […]

Read More

Cerpen Haruki Murakami: Kucing Pemakan Manusia

Oleh Haruki Murakami Aku membeli koran di pelabuhan dan menemukan sebuah artikel tentang seorang wanita tua yang dimakan kucing. Ia berusia tujuh puluh tahun dan tinggal sendirian di kota kecil pinggiran Athena—semacam kehidupan yang tenang, hanya ia dan tiga ekor kucing dalam sebuah apartemen kecil. Suatu hari, ia tiba-tiba jatuh pingsan dengan posisi tertelungkup di […]

Read More