Category Archives: Catatan Perjalanan

5 Destinasi Wisata Paling Ikonik di Malaysia

Traveling bisa menjadi salah satu kegiatan yang tepat untuk membuat Anda kembali berenergi dan mendapatkan pengalaman baru. Tentu saja selain itu, Anda juga bisa merasakan langsung budaya, kebiasaan, makanan dari tempat yang kita kunjungi.

Bila Anda memiliki sedikit waktu di akhir pekan dan ingin travelling ke luar negeri, maka Malaysia bisa jadi tempat yang menarik untuk dikunjungi. Selain karena posisinya dekat dengan Indonesia, tiket pesawat ke Malaysia pun tergolong murah.



Anda pun bisa mendapatkan berbagai macam pengalaman menarik di sana karena ada banyak ragam pilihan wisata. Jika akhirnya Anda memutuskan untuk berangkat ke Malaysia, maka jangan lupa untuk mengunjungi setidaknya 5 tempat wisata menarik ini.

Menara Kembar Petronas

Menara ini adalah salah satu ikon Negara Malaysia dan pernah tercatat menjadi menara tertinggi di dunia di kurun waktu 1998 hingga 2004. Lokasinya mudah dijangkau karena berada di jantung Kota Kuala Lumpur.

Kalau berkunjung ke sini, Anda bisa menjajal jembatan udara yang terletak di lantai 41 dan 42 dengan ketinggian 170 meter. Ini merupakan jembatan yang menjadi penghubung kedua menara itu
Selain itu, di dalam komplek Menara Kembar Petronas ini juga terdapat Taman KLCC serta pusat perbelanjaan Suria KLCC.

Bukit Bintang

Area Bukit Bintang cukup luas, dimulai dari Jalan Bukit Bintang (Raja Chulan Road) dan berakhir di Jalan Pudu. Ini merupakan kawasan yang terkenal dengan hiburan dan pusat perbelanjaan yang tidak pernah sepi pengunjung.

Orang-orang yang memadati area ini bermacam-macam, mulai turis asing, wisatawan lokal hingga warga Kuala Lumpur sendiri datang ke sini untuk berbelanja. Mulai dari barang dengan harga miring yang dapat Anda tawar hingga barang merek internasional bisa Anda temukan di Bukit Bintang.

Pada malam hari, Bukit Bintang ini akan menjelma sebuah pusat kuliner. Anda dapat menyantap makanan khas Malaysia dan masakan hasil laut yang lezat. Anda juga bisadatng ke food court Lot 10 yang berisi banyak sekali kios-kios penjual makanan khas Malaysia. Misalnya hokkian mee, char kwe teow, prawn noodle dan lainnya.

KL Tower

Menara Kuala Lumpur atau disebut juga KL Tower termasuk dalam salah satu ikon negara Malaysia. Daya tarik utamanya adalah keberadaan restoran yang bisa berputar 360 derajat dan berlokasi tepat di puncak menara.

Dari restoran itu, Anda dapat melihat pemandangan kota Kuala Lumpur yang sangat megah di siang hari dan juga pada malam hari. Anda dapat menikmati pemandangan lampu kota.

Taman KLCC

Seperti disebutkan sebelumnya, di komplek Menara Kembar Petronas terdapat Taman KLCC. Ini merupakan sebuah taman yang dibuka untuk umum yang menawarkan keasrian serta pemandangan hijau. Lokasi ini juga sangat mudah dijangkau.

Di bagian tengah taman ini ada sebuah danau buatan yang memiliki air mancur. Pada waktu tertentu, menjelang sore atau malam hari, biasanya Anda bisa menyaksikan pertunjukkan air mancur yang diterangi oleh lampu berwarna-warni yang sangat indah.

Batu Caves

Lokasinya cukup jauh dari Kuala Lumpur, tapi masih mudah dijangkau. Batu Caves merupakan ikon wisata kota Selangor sekaligus tempat suci bagi umat Hindu.

Sesuai dengan namanya, Batu Caves seben gua batu kapur. Bagian dalamnya memiliki 3 gua utama dan beberapa gua kecil. Saat memasuki tempat ini, Anda akan disambut oleh patung Dewa Murugan setinggi 42,7 meter yang dilapisi emas.

Setelah itu, Anda akan menaiki 272 anak tangga yang curam sekaligus dikelilingi monyet-monyet liar. Setiap tahun di Batu Caves diadakan festival Hindu Thaipusam dan dipadati oleh umat Hindu dari seluruh dunia.



Anda bisa memulai perjalanan dengan mudah dan murah. Pastikan untuk memesan tiket promo ke malaysia beberapa bulan sebelumnya. Bila memiliki banyak waktu, maka sebaiknya memulai perjalanan dari Kuala Lumpur, kemudian dilanjutkan ke wilayah-wilayah lain sehingga bisa merasakan seluruhnya. Namun bila waktumu lebih singkat, bisa juga dengan menghabiskan waktu di satu wilayah saja. Selamat belibur!

Brang Bako, Potensi Destinasi Wisata Masa Depan di Sumbawa

Brang Bako, sempat disebut Cerca Trova, sebagai potensi destinasi wisata masa depan di Sumbawa. Objek utamanya berupa pantai, dengan garis pantai yang sangat panjang, ditambah keasrian alam pegunungan dan hutan hijau yang terhampar tidak jauh dari bibir pantai.

hutan brang bako

Tersimpan di Desa Jotang, ujung selatan Kecamatan Empang, Brang Bako adalah surga bagi mereka yang menyukai petualangan. Apalagi para peselancar. Beberapa traveler telah menyambangi Brang Bako lewat jalur laut via Pantai Lakei, Dompu guna bermain dengan ombak pantai selatan yang khas.

Pantai Brang Bako
Farhan Syadli di Brang Bako

Minggu lalu (16-17 November), teman-teman dari Adventurous Sumbawa melakukan perjalanan darat dari Sumbawa Besar. “Waktu tempuhnya kira-kira 1 jam perjalanan dari Desa Jotang,” ujar Farhan Saydli, Ketua Adventurous Sumbawa.



Brang Bako sendiri dalam bahasa Sumbawa berarti sungai (brang) dan bakau (bako). Keindahan Brang Bako mulai terkuak manakala masuk dalam salah satu episode Jejak Petualang yang tayang di Trans TV.

Dalam Jejak Petualang tersebut ditayangkan tentang Geluning, tanaman liar yang biasa tumbuh di pesisir selatan Pulau Sumbawa. Tanaman tersebut biasa digunakan oleh masyarakat Dusun Brang Bako untuk membungkus ikan yang akan diolah menjadi kuliner lezat dengan teknik pengasapan.

Geluning, tanaman semak ini bertinggi sekitar 3 meter. Bunganya berwarna ungu dan mengundang banyak kupu-kupu. Kesannya mirip lavender karena juga memiliki kemampuan mengusir nyamuk. Potong saja satu ranting, kemudian bakar atau taruh saja di kamar ataupun kolong-kolong rumah panggung, nyamuk enggan mendekat.

Geluning

Selama ini masyarakat Brang Bako banyak menggunakan tanaman ini sebagai pembungkus ikan-ikan asap yang akan dibawa pulang ke kampung utama (Desa Jotang Beru). Konon daun geluning ini memiliki kemampuan menjaga harum ataupun wanginya aroma ikan bakar yang dibawa bepergian jauh.

Di Brang Bako, terdapat banyak ikan parrotfish yang juga dikenal sebagai penghasil sedimen pasir yang dapat membantu ekosistem terumbu karang tetap terjaga. Bahkan di kepulauan Karibia, seekor parrotfish dapat menghasilkan sebanyak 90 kilogram pasir dalam waktu satu tahun, dan ikut berperan besar dalam pembentukan pulau-pulau kecil di Karibia. Itu artinya keadaan terumbu karang di Brang Bako sangatlah bagus.

Ikan parrotfish yang kerap disebut sebagai ikan kakatua ini sebenarnya dilindungi di luar negeri. Untuk itu perlu edukasi agar ikan ini jangan sampai ditangkapi lagi.

Senja di Brang Bako

Melihat foto-foto perjalanan awak Adventurous Sumbawa, sejujurnya saya iri dan ingin ikutan. Pasti seru sekali.




Credit Photo: Farhan Syadli dan Michael Risdianto

Curug Batu Ampar dan Susunan Batu Nyentrik di Ciasihan

Curug Batu Ampar yang kukunjungi ini berbeda dengan Curug Batu Ampar di Gunung Bunder (Taman Nasional Halimun Gunung Salak). Curug yang ini berada satu jalur dengan Curug Kiara di Desa Ciasihan, Pamijahan. Hanya dengan membayar satu karcis masuk, kita bisa menikmati mulai dari Curug Kiara, Curug Batu Ampar, Curug Susun, hingga Curug Bidadari.



Yang unik dari curug satu ini adalah adanya susunan batu nyentrik yang dulu sempat dianggap sebagai wujud dari aliran sesat. Padahal itu murni sebuah seni rock balancing. Batu-batu ditumpuk berbagai ukuran, tidak berurutan dari terbesar hingga terkecil, namun beragam. Sebagian orang menyangka hal itu mustahil dilakukan. Makanya, pelariannya adalah menjadikan fenomena rock balancing sebagai bentuk hal klenik dan mistis.

Rock Balancing

Padahal, bagi para pecinta seni menyusun batu, mengetahui kandungan batuan atau mineral di dalamnya, akan mempermudah penyusunannya. Bahkan ada buku bagus, yang dalam bahasa Indonesianya, berjudul “Pusat Gravitasi: Panduan untuk Praktik Batu.” karya Peter Juhl, diterbitkan Createspace Independent Pub. 2013. Dalam buku tersebut diungkapkan, bahwa penyeimbangan batu adalah bentuk seni yang berkembang yang menggunakan batuan biasa untuk menciptakan patung fana yang mengejutkan.

Keindahan Curug Batu Ampar Ciasihan

Secara lanskap, Curug Batu Ampar sangat indah. Akan lebih baik kalau bisa mengambil foto slowspeed di pagi hari, meski ya memang suasananya cukup menyeramkan.

Curug Batu Ampar

Pas aku ke sini saja, tidak ada orang lain selain aku dan adikku. Tinggi curugnya hanya sekitar 6 meter. Kolamnya tampak sangat menyegarkan. Dalamnya hanya sedada. Namun, karena sudah puas berenang di Curug Kiara, jadinya aku tak berenang lagi. Untuk menuju lokasi, dari Curug Kiara hanya tinggal menaiki satu bukit kecil.

Pokoknya mah, nggak akan rugi. Mainlah ke sini!

 

 

Mitos Air Terjun Batu Putu di Bandar Lampung

Tidak kusangka, air terjun Batu Putu di Bandar Lampung yang kukunjungi beberapa waktu lalu menyimpan mitos yang luar biasa. Awalnya sih aku ragu mengunjungi air terjun itu karena musim masih kemarau. Aku takut tidak ada airnya di sana. Namun setelah sampai di pintu masuk, membayar 10 ribu per orang, sang kakek penjaga mengatakan air terjun Batu Putu masih berair cukup deras.

Sang driver yang menemaniku ke sana bilang tidak ikut turun ke air terjun. Dia bilang sudah pernah dan rasanya engap karena sangat curam. Akan sangat capek saat menanjak.

Aku yang penuh semangat bergelora, karena berkeinginan ke mana pun aku pergi, aku harus berburu air terjun, turun sendirian. Nuansa “dunia lain” pun mulai menyelimuti karena memang literally, aku berada sendirian sampai ke bawah. Terutama ketika pohon-pohon besar mulai terlihat. Jalanan makin curam, dan akar-akar pohon itu bergulung di sepanjang jalan. Spooky sekali.

Air Terjun Batu Putu



Tidak sampai 10 menit aku di air terjun Batu Putu, setelah mengambil beberapa gambar, aku langsung naik. Bulu kudukku berdiri dan kurasakan aura seolah-olah menyuruhku pergi. Kehadiranku tidak diharapkan di sana.

Harus kuaminkan pula bahwa perjalanan naik sangatlah susah payah. Tanjakannya begitu curam dan menghabiskan tenaga. Tidak kupercaya petunjuk yang mengatakan jarak dari atas ke bawah hanyalah 300 meter itu.

Mitos Air Terjun Batu Putu

Mitosnya, di air terjun ini tidak boleh berbuat maksiat. Jika melakukannya, ganjarannya akan langsung kena batunya. Sesampainya di air terjun, di sebelah kirinya ada goa kecil. Entah kenapa menatap goa kecil itu, rasanya menyeramkan.


Buat kamu yang ingin ke air terjun Batu Putu, letaknya satu deretan dengan Wira Garden Lampung dan Bumi Kedaton Resort jadi tinggal lurus saja ikuti jalan Wan Abdul Rahman. Tidak jauh juga dari Taman Kupu-kupu Gita Persada. Dari pusat kota Bandar Lampung bisa ke Jalan P Emir M Noer dulu lalu masuk ke Jalan Raden Imba Kesuma. Dari Jalan Imba Kesuma jalan ke arah Teluk, lalu akan kita temukan papan penunjuk jalan menuju arah Batu Putu, setelah tanjakan di Sumur Putri (Pabrik air mineral Great).

Meski curam, jalan ke air terjun sebagian besar sudah dipaving. Di dekat air terjun juga ada sungai yang cukup jernih.

Ingat, hati-hati saat menuruni jalan, karena turunan cukup curam juga, terutama saat mau sampai ke air terjun. Saat mau turun ke sungai di bawah air terjun pun, turunannya cukup curam juga. Dan selalu jaga kebersihan, jangan buang sampah sembarangan.

Solo Traveling ke Coban Parang Tejo yang Berkabut

Gerimis turun tipis. Bermodalkan petunjuk dari petugas parkir saat ke Coban Putri, katanya di dekat situ ada Coban Parang Tejo. Kupakai jas hujan plastikku, dan sendiri aku menembus dinginnya Kota Batu menuju Coban Parang Tejo. Itu bukan solo traveling pertamaku. Tapi itulah kali pertama aku melakukan treking sendirian saat pagi masih diselimuti kabut, tanpa ada seorang pun di tempat tujuan.



Kabut di Coban Parang Tejo

Coban Parang Tejo

Bermodalkan kenekatan, aku terus berjalan mengikuti petunjuk arah menuju Peacock Pine Porest dan Coban Parang Tejo. Kuketahui kemudian, bahwa keduanya satu lokasi.

Peacock Pine Forest atau Hutan Pinus Merak adalah semacam bumi perkemahan dengan pohon-pohon pinus yang tinggi menjulang. Dari tempat perkemahan itu, kita perlu berjalan kaki melewati jalan setapak di pinggir tebing sejauh sekitar 800 meter untuk sampai ke Coban Parang Tejo.

Begitulah kemudian aku berjalan sendirian di jalan setapak itu. Kabut pun perlahan mulai naik dan nampaklah air terjun yang kutuju dari kejauhan. Air terjun itu tinggi sekali. Dan sepanjang jalan aku berzikir karena dalam keadaan sendiri, hanya Allah yang bisa menjadi pelindung.

Coban Parang Tejo

Coban Parang Tejo memiliki ketinggian sekitar 100 meter dengan air yang halus. Air terjun ini terletak di lereng Gunung Butak yang membentuk aliran Sungai Metro di perbatasan Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu yang mengalir hingga Kabupaten Blitar.

Saat sedang menyiapkan kamera agar bisa mendapatkan foto terbaik, anak-anak yang camping di Peacock Pine Forest ternyata juga ikut turun ke sini. Akhirnya, aku pun gagal mendapatkan foto sendirian yang ciamik. Keburu ramai deh.

Lokasi Coban Parang Tejo

Coban Parang Tejo lokasinya berada di Dusun Princi, Desa Ngading Kulon 02. Letaknya berada di perbatasan Malang dan Batu.
Bila kamu berangkat dari pusat kota Malang, berjalanlah menuju UNMER (Universitas Merdeka) ➱Jalan Bondowoso ➱ Jalan Tidar ➱ Jalan Puncak Mandala ➱ Jalan Puncak Yamin ➱ Jalan Esberg sampai ketemu Pangkalan Mikrolet AT ➱ Dari tempat itu lanjut ke ➱ Jalan Candi V ➱ Desa Karangwidoro ➱ Petungsewu Tegalweru ➱ Setelah kalian menemukan Pertigaan Dukuh Sempu, ambil arah ke kiri Desa Gadingkulon ➱ Dukuh Princi ➱ Parang Tejo.

Sementara jika kamu berangkat dari alun-alun kota Batu Menuju arah Sengkaling ➱ pertigaan Polsek Dau ke kiri ➱ perempatan Semanding ke kiri ➱ Asrama Putri Arrohmah ➱ Dukuh Sempu lurus ➱ Desa Gadingkulon ➱ Dukuh Princi ➱ Parang Tejo.

Spot Foto Instagramable di Coban Parang Tejo

Coban Parang Tejo terkenal juga karena di kawasan hutan pinusnya terdapat beberapa tempat untuk berfoto. Ada Hutan Peterpan sampai bisa naik ayunan di ketinggian. Hanya saja, aku nggak begitu suka untuk berfoto begitu. Selain karena, rumah-rumah Peterpan berada di Tusuk Sate, yang biasanya angker, sedangkan ayunannya tampak tidak begitu terjamin standar keamanannya.

Credit: Instagram.com/lidiiaputrii

Tengoklah ayunannya, begitu doang. Kalau tiba-tiba angin kencang, gimana?

View this post on Instagram

Coban Parang Tejo Pagi-pagi sekali saya nekat ke Coban Parang Tejo. Sendirian. Bermodalkan motor sewaan. Tidak tahu jalan dan bergantung pada Google Maps. Sensasinya luar biasa. Saya memilih melewati jalan pinggiran. Melewati banyak rumah penduduk, lalu ketika jalan mulai menanjak banget, di sisi jalan penuh kebun jeruk. Banyak yang sudah matang pula. Sampai bertemu pohon-pohon pinus. Itu pertanda sudah dekat. Jalan santai menuju Coban, kurang lebih 650 meter dari camping ground Peacock Pine Forest. Asli sendirian menuruni jalan setapak di tengah kepungan kabut. Seram? Ya lah. Karena jam 10 sudah harus briefing Kemenkeu Mengajar, setelah mengambil beberapa foto, saya pun kembali pulang ke Malang. #cobanparangtejo #parangtejo #cobanmalang #airterjunparangtejo #peacockpineforest #odtexplore #pendakicantik #treking #trekingday #waterfall #idpetualang #travelblogger #travelingphotography #solotraveler #solobackpacker

A post shared by Pringadi Abdi Surya (@pringadisurya) on


Kalau mau ke Coban Parang Tejo, kamu bisa menikmati semua keindahan dengan hanya membayar tiket masuk Rp15.000. Murah ‘kan?

 

Kecantikan Coban Putri di Batu

Perjalanan ke Coban Putri sebenarnya tidak sengaja kulakukan. Namun, ketaksengajaan itu berbuah rasa syukur karena aku akhirnya bisa melihat kecantikan Coban Putri di Batu.




Minggu lalu, aku ke Malang guna mengikuti Kemenkeu Mengajar di SDN Kebonsari 2. Aku sengaja berangkat Jumat malam, agar Sabtu dan Minggu bisa berjalan-jalan dahulu. Karena kegiatan tersebut tidak menggunakan APBN sepeser pun, maka aku juga berhemat dalam memilih akomodasi. Terpilihlah Arfand Kos di Jalan Gejayana No. 22, Malang sebagai tempat aku menginap. Harganya hanya 50 ribu semalam. Di sana juga bisa menyewa motor dengan harga 70 ribu seharian.

Sampai di Stasiun Malang (Kota Baru) pada Sabtu pukul 10.00, aku makan dan menuju kos. Pukul 13.00 baru aku mendapat motor, dan aku harus memilih tujuan perjalanan. Awalnya, aku memilih Coban Rais karena katanya coban tersebut adalah salah satu coban termegah di Batu. Sengaja kutulis Batu ya, bukan Malang, karena Batu sudah menjadi wilayah administrasi tersendiri, terpisah dari Malang.


Jarak dari Arfand Kos ke Coban Rais di Google Maps hanya sekitar 15 km. Aku pun dengan semangat menuju ke sana sendirian berkendara sepeda motor.

Namun sayang, hujan mulai turun dan aku pun berteduh di warung mi ayam. Aku makan mi ayam sambil menunggu hujan sedikit reda, dan syukurlah, warung di sebelahnya menjual jas hujan plastik.

Perjalanan pun kulanjutkan setelah mi ayam itu habis dan kukenakan jas hujan menembus gerimis yang romantis.

Gagal ke Coban Rais

Beberapa saat kemudian, aku sampai ke pintu masuk Coban Rais. Sang penjaga bertanya, aku mau ke mana, kujawab, “Ke Coban Rais”. Sang penjaga menjawab, “Oke, 850 meter lagi jalan kaki.”

Pasalnya, selain coban, di lokasi ini ada Batu Flower Garden. Semacam Rangoon Hills kalau di Bogor, sebuah tempat untuk berfoto dengan ornamen-ornamen yang katanya instagramable. Aku tentu tak tertarik dengan tempat seperti itu.

Namun, begitu aku mau ke Coban Rais, petugas yang berada di dalam mengatakan jarak ke Coban Rais masih 3 km lagi dan yang lebih dekat ada Coban Kaca. Namun karena barusan hujan, jalanan ditutup, kecuali mau nekat sendiri.

Aku pun mengerutu karena aku udah jelas-jelas bilang mau ke Coban Rais pas masuk. Jika ditutup kenapa tidak bilang ditutup sejak awal. Lima belas ribuku melayang sia-siang.

Coban Putri Sebagai Alternatif

Di perjalanan, aku melihat pintu masuk ke Coban Putri. Tukang ojek di Coban Rais pun sempat menawarkan mengantar ke Coban Putri PP 50 ribu. Dia tidak tahu aku bawa motor sendiri. Dari Coban Rais, Coban Putri hanya berjarak sekitar 2 kilometer.

Biaya dan Rute Masuk Coban Putri

Biaya masuk Coban Putri hanya 10 ribu rupiah. Parkirnya 5 ribu rupiah. Dari pintu gerbang ke parkiran, jaraknya sekitar 1 kilometer. Sebagian besar jalan sudah diperkeras dengan batu meski ada sebagian yang masih berupa tanah. Bila hujan turun, jalan akan sangat licin. Sehingga tidak kurekomendasikan bila berboncengan dengan motor matic. Dari parkiran ke Coban jaraknya hanya sekitar 100 meter. Dekat sekali.

Kalau dari kota, perjalanan ke lokasi ini, Coban Putri berada di Oro-Oro Ombo, bisa melalui Kota Malang. Ambil jalur menuju ke Arah BNS atau Predator Fun Park. Teruskan sampai kamu menemukan penunjuk bertuliskan Wisata Coban Putri dan Coban Rais.

Karakteristik Coban Putri

Coban Putri yang Indah

Ada dua air terjun (coban) di Coban Putri dengan karakteristik yang berbeda. Air terjun pertama air tampak mengalir di bebatuannya. Sedangkan di air terjun kedua, air barulah tampak jatuh. Di atasnya, pohon besar menambah aura keeksotisannya.

Di sekitar air terjun, telah dibangun beberapa ornamen seperti jembatan bambu dan ayunan juga taman bunga untuk menambah kecantikan wilayah Coban Putri.

Coban Putri tidak terlalu tinggi. Hanya sekitar 30 meter dengan lebar 3 meter.

Mitos Coban Putri

Dinamakan Coban Putri karena  masyarakat sekitar yang sering melihat penampakan putri mandi di air terjun ini. Putri tersebut adalah Ken Dedes, permaisuri Ken Arok, raja Singosari. Selain di Songgoriti, Ken Dedes konon kerap mandi di coban ini.


Jadi, kalau kamu ke Malang atau Batu, jangan lupa mampir ke Coban Putri ya. Selain murah, tempat ini indah banget lho. Jangan khawatir, karena di sekitar sini ada bumi perkemahan, fasilitas seperti toilet dan warung penjual kopi dan gorengan juga ada. Enak dingin-dingin sambil minum kopi melihat air terjun yang eksotis!