Catatan Pringadi

Blog Literatur/ Sastra, Makro Ekonomi, dan Catatan Perjalanan

Cara Menghitung PPN dan Royalti Buku yang Benar

Published / by Pringadi As / 3 Comments on Cara Menghitung PPN dan Royalti Buku yang Benar

Seperti yang kita ketahui, sejak ada penegasan pengenaan pajak atas buku, berbagai masalah timbul di penerbit. Mulai dari kenaikan tarif sharing toko dan distributor, hingga ke penghitungan pajak itu sendiri. Penghasilan penerbit otomatis berkurang karena pembagian hasil penjualan yang semakin sedikit ke penerbit.

Sebagian penerbit rupanya masih keliru dalam memaknai pajak, dalam hal ini PPN.

Misalnya:

  • Harga buku di toko buku Rp88.000,- berapakah pajaknya?

Jawaban Penerbit:

  • Penerbit menghitung PPN 10% sebesar Rp8.800 dan royalti 10% x 88.000 sebesar Rp8.800,-

Perhitungan di atas SALAH.

Jawaban yang benar adalah:

  • PPN = 10/11 x Rp88.000,- = Rp8.000,-
  • Royalti = 10% x (Rp88.000-Rp8.000) = Rp8.000,-

Bisa diperhatikan, bukan? Ada perbedaan Rp1.600,- di sana. Jika penjualan terjual 1000 eksemplar saja, penerbit sudah kehilangan Rp1,6 juta. Lumayan.

Kenapa demikian? Sebenarnya harga yang tertera saat buku sudah berada di toko adalah harga dengan PPN. Sehingga, PPN itu harus dikeluarkan terlebih dahulu. Atau, penerbit terlebih dahulu sudah menetapkan harga. Ketika buku tersebut dijual, barulah dikenakan PPN. Karena sejatinya, PPN itu ditanggung oleh pembeli.

Tapi, dengan begitu sebenarnya kita sama saja memberatkan konsumen, karena harga buku menjadi lebih mahal 10%. Gimana nih, pemerintah?

Comments

comments

3 Comments

  1. Harga jual sebuah buku di Toko Buku (retail) adalah sebesar Rp 88.000,- (termasuk PPN)

    Sementara Toko Buku mungkin membeli buku dari Distributor / Penerbit / Percetakan Rp 66.000,- (termasuk PPN juga)

    (Rata rata toko retail mengambil margin keuntungan 30-35% dari harga kulak)

    Dengan demikian laba kotor 1.000 eksemplar buku adalah Rp 80.000.000,- dikurangi Rp 60.000.000.- sama dengan Rp 20.000.000,-

    Sementara untuk perpajakannya, toko buku juga sudah menitipkan PPN pada suppliernya sebesar Rp 6.000.000,- setiap eksemplarnya dan dia masih dititipi uang oleh pembelinya sebesar Rp 8.000.000,- sebagai pengguna akhir (end user) dan toko buku cukup membayar PPN nya sebesar Rp 2.000.000,- saja untuk tiap 1.000 eksemplarnya

    nah, untuk Royalti memang dihitung dari DPP (Dasar Pengenaan Pajak) yaitu Rp 80.000.000,- x 10% yaitu sama dengan Rp 8.000.000,- yg kemudian dipotong pajak royalti sebesar 15% dari royalti yg diberikan

    Sehingga penulis akan menerima sebesar Rp 6.800.00,- dalam bentuk uang tunai dan Rp 1.200.000,- dalam bentuk bukti potong yang dapat digunakan sebagai pengurang pajak tahunan

    1. Saya punya penerbit buku, Pak. Dan kalau di Gramedia, praktiknya tidak seperti itu. Harga yang kita tetapkan itulah yang menjadi harga jual. Kecuali untuk buku di luar Jawa dan Bali karena ongkos distribusi yang lebih tinggi.

    2. Dan secara resmi, penerbit kami tidak menjual buku di toko buku yang menerapkan harga di luar persetujuan kami. Kecuali jika distributor nakal, di luar pengetahuan kami, menyalurkan buku ke toko buku lain yang seperti itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *