Bela Negara dengan Cara Masing-Masing

Begitu Karina Nadila, Putri Pariwisata Indonesia 2017, bercerita tentang pengalamannya ‘bela negara’ di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), aku jadi teringat pengalamanku.

Ya, 2015 lalu aku turut applied dalam program pendampingan pengajar di daerah 3T.  Saat itu, aku melamar menjadi penulis yang akan menulis kegiatan tersebut. Seleksi pertama sudah kulalui. Tiba saatnya wawancara, di sana baru dikatakan terjadi pemunduran jadwal pembekalan dan keberangkatan. Sialnya, jadwal itu bertepatan dengan ujian akhir semesterku. Aku pun terpaksa berkata tak bisa melanjutkan.

Rasa untuk bela negara selalu ada. Bukan dengan cara militer, tetapi kehadiran pada titik-titik yang dibutuhkan oleh bangsa ini. Saat itu kuingat, wajah negara adalah perbatasan, bukan ibukota. Aku sangat ingin sekali mendapat kesempatan menulis tentang perbatasan. Sayang, kesempatan emas itu lewat begitu saja.

Kenangan itu tentu berkelindan manakala kudengarkan Press Conference “Bela Negara” oleh Kementerian Pertahanan. Aku tergerak datang karena hal itu sesuai dengan nuraniku. Kemhan membuat Ayo Bela Indonesiaku, sebuah communication platform untuk kampanye yang bertujuan menggerakkan masyarakat terutama generasi Y dan generasi Z untuk tetap menjaga semangat bela negara dengan dada yang bergelora.

Poin pentingnya adalah banyak orang berpikir soal bela negara itu hanyalah milik tentara. Padahal bukan. Bela negara adalah hak dan kewajiban kita semua sebagai warga negara.

Dalam sebuah khutbah Jumat, ada kuingat cerita keruntuhan Soviet. Soviet dihancurkan bukan dengan perang. Tapi karena perpecahan di dalam dirinya sendiri. Kita juga diancam dengan itu sejak dahulu kala. Bahkan konon, setelah Orde Baru runtuh, ancaman itu disisipkan dalam ide pembentukan negara federal sebab laut di antara dua pulau menjadi laut internasional. Bila itu terjadi, rapuhlah kita sebagai bangsa.

Dalam era sekarang, sebagai narablog, tugas kita adalah menyediakan konten yang bermanfaat. Dalam sebuah survei, kesadaran literasi kita sangat rendah sehingga kita sangat rentan terserang hoaks.

Orang dengan mudahnya percaya pada suatu kabar tanpa mencoba klarifikasi terlebih dahulu terhadap kebenaran kabar tersebut. Kebencian dengan mudahnya disulut karena rendahnya kesadaran literasi.

Blogger atau narablog punya tugas untuk turut meningkatkan kesadaran literasi masyarakat itu.

Dalam acara konferensi pers tersebut, turut hadir Dirjen Pothan, Kemhan, yakni Prof. Dr. Ir. Bondan Tiara Sofyan, M.Si, Direktur Belanegara yakni Brigjen TNI Tandyo Budi Revitas, S.Sos. dan Dimas Beck, anggota BBB.

Dimas Beck sendiri memberi kesadaran bahwa kita, pada posisi seberuntung sekarang, sebenarnya ada dengan suatu maksud. Ya, untuk berbagi kepada orang lain.  Dia turut menggalang dana untuk kegiatan sosial. Secara rutin pula.

Sempat ada yang bertanya tentang program wajib militer seperti di Korea Selatan.

Seperti kita tahu, wajib militer di sana berlaku buat semua warga negara kecuali warga yang mendapatkan prestasi medali di skala Asian Games atau Olimpiade. Yang terbaru, pemain Tottenham Hotspurs sempat merasa terancam karirnya di Premier League karena sudah waktunya dia ikut wajib militer. Beruntung dalam kesempatan terakhirnya membela tim nasional sepakbola Korsel, ia berhasil mengantarkan Korea Selatan menjadi juara pada Asian Games di Indonesia kemarin.  Medali emas yang ia dapatkan membebaskan ia dari wajib militer.

Kita sebenarnya tidak perlu terlalu jauh ke sana. Wajib militer seperti itu tentu persoalan politik dan juga anggaran.

Hak dan kewajiban bela negara yang kita punya cukuplah di berbagai bidang yang kita kuasai.

Karina Nadila memberiku inspirasi. Pada tahun 2009, aku terpilih menjadi Duta Bahasa Provinsi Sumatra Selatan. Pada dasarnya, turut mengajarkan bahasa dan sastra Indonesia juga termasuk bela negara.

Oleh karena itu, setelah ini sepertinya aku akan membuka kelas-kelas daring gratis menulis puisi dan cerpen. Siapa pun boleh ikut serta. Asal ada kuota. Mungkin itulah cara bela negaraku.

Kalau kamu bagaimana?

 

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *