All posts by Pringadi As

Pringadi Abdi Surya. Dilahirkan di Palembang, 18 Agustus 1988. Pernah terpilih menjadi Duta Bahasa Sumatra Selatan 2009. Sekarang tengah bertugas di KPPN Sumbawa Besar. Lulusan Akuntansi Pemerintahan STAN 2010 ini baru saja memenangkan Treasury Writer Festival 2013, sebuah apresiasi yang diberikan oleh Ditjen Perbendaharaan, Kementerian Keuangan kepada para pegawainya yang berkecimpung dalam kepenulisan. Juga menjadi salah satu pengelola http://www.perbendaharaankata.com yang menjadi wadah literasi Ditjen Perbendaharaan ke depannya.

Kata Mutiara dalam Seni Perang Sun Tzu

“Seni tertinggi perang adalah untuk menaklukkan musuh tanpa pertempuran.”
– Sun Tzu , The Art of War

”Tampak lemah ketika kamu kuat dan kuat ketika Anda lemah. ”
– Sun Tzu , The Art of War

” Jika Anda tahu musuh dan mengenal diri sendiri, Anda tidak perlu takut hasil dari seratus pertempuran. Jika Anda mengenal diri sendiri, tapi bukan musuh, untuk setiap kemenangan yang diperoleh Anda juga akan menderita kekalahan. Jika Anda tidak tahu akan musuh maupun diri sendiri, Anda akan menyerah dalam setiap pertempuran . ”
– Sun Tzu , The Art of War

” Keunggulan Agung terdiri dari memecah perlawanan musuh tanpa pertempuran. ”
– Sun Tzu , The Art of War

” Prajurit Jaya kemenangan pertama dan kemudian pergi berperang , sementara prajurit mengalahkan pergi berperang pertama dan kemudian berusaha untuk menang”
– Sun Tzu , The Art of War

” Semua perang didasarkan pada tipu daya . ”
– Sun Tzu , The Art of War

” Biarkan rencana Anda menjadi gelap dan tak tertembus sebagai malam , dan ketika Anda bergerak , jatuh seperti petir . ”
– Sun Tzu , The Art of War

” Terus teman dekat, dan musuh Anda lebih dekat ”
– Sun Tzu

” Seorang pemimpin memimpin dengan contoh , bukan dengan kekuatan ”
– Sun Tzu

” Untuk mengetahui Musuh Anda , Anda harus menjadi Musuh Anda . ”
– Sun Tzu , The Art of Wari

” Bisakah Anda bayangkan apa yang akan saya lakukan jika saya bisa melakukan semua yang saya bisa? ”
– Sun Tzu , The Art of War

” Peluang kalikan karena mereka disita . ”
– Sun Tzu

” Bahkan pedang terbaik jatuh ke air garam pada akhirnya akan berkarat . ”
– Sun Tzu , The Art of War

” Dengan demikian kita akan mengetahui bahwa ada lima hal penting untuk kemenangan :
1 Dia akan menang yang tahu kapan harus melawan dan kapan tidak melawan.
2 Dia akan menang yang tahu bagaimana menangani keduanya kekuatan superior dan inferior .
3 Dia akan menang yang tentara yang dijiwai oleh semangat yang sama di seluruh jajarannya .
4 Ia akan menang siapa , mempersiapkan dirinya , menunggu untuk mengambil musuh tidak siap .
5 Dia akan menang yang memiliki kapasitas militer dan tidak diganggu oleh penguasa . ”
– Sun Tzu , The Art of War

” Strategi tanpa taktik adalah rute paling lambat menuju kemenangan . Taktik tanpa strategi adalah suara sebelum kekalahan . ”
– Sun Tzu , The Art of War

” Libatkan orang dengan apa yang mereka harapkan , itu adalah apa yang mereka mampu untuk membedakan dan menegaskan proyeksi mereka . Mengendap menjadi pola diprediksi respon , menempati pikiran mereka sementara Anda menunggu saat yang luar biasa – apa yang mereka tidak bisa mengantisipasi ” .
– Sun Tzu , The Art of War

” Ketika kuat , menghindari mereka . Jika semangat kerja yang tinggi , menekan mereka. Tampak sederhana untuk mengisinya dengan kesombongan . Jika nyaman , knalpot mereka. Jika bersatu , memisahkan mereka. Serangan kelemahan mereka . Emerge untuk mengejutkan mereka . ”
– Sun Tzu

” Mengenal diri sendiri dan Anda akan memenangkan semua pertempuran ”
– Sun Tzu

” Ketika musuh santai , membuat mereka bekerja keras . Ketika penuh, kelaparan mereka . Bila menetap , membuat mereka bergerak .”
– Sun Tzu , The Art of War

” Pindah cepat seperti angin dan erat – terbentuk sebagai Wood . Serangan seperti Fire dan akan tetap seperti gunung . ”
– Sun Tzu , The Art of War

” Semua perang didasarkan pada tipu daya . Oleh karena itu , ketika mampu menyerang , kita harus tampak tidak mampu ketika menggunakan kekuatan kita , kita harus tampak tidak aktif , ketika kita dekat , kita harus membuat musuh percaya kita jauh , ketika jauh , kita harus membuat dia percaya kita dekat . ”
– Sun Tzu , The Art of Warfare

“Tidak ada contoh dari negara yang telah memperoleh manfaat dari perang berkepanjangan . ”
– Sun Tzu , The Art of War

” Membangun lawan jembatan emas untuk mundur di . ”
– Sun Tzu

” Anda harus percaya pada diri sendiri . ”
– Sun Tzu

” Jika musuh Anda aman di semua titik , akan disiapkan untuknya . Jika dia berada dalam kekuatan yang unggul , menghindari dia . Jika lawan temperamental , berusaha untuk mengganggu dia . Berpura-pura menjadi lemah , bahwa ia dapat tumbuh arogan . Jika dia mengambil kemudahan nya , memberinya tanpa istirahat. Jika pasukannya bersatu , memisahkan mereka. Jika berdaulat dan subjek yang sesuai , menempatkan pembagian antara mereka. Menyerangnya di mana dia tidak siap , muncul dimana Anda tidak diharapkan . ”
– Sun Tzu

” Jadilah sangat halus bahkan sampai tak berbentuk . Jadilah sangat misterius bahkan sampai soundlessness . Dengan demikian Anda bisa menjadi direktur nasib lawan s . ​​”
– Sun Tzu

” Jika pikiran bersedia , daging bisa terus dan terus tanpa banyak hal .”
– Sun Tzu

“Ada tidak lebih dari lima catatan musik , namun kombinasi dari lima menimbulkan lebih melodi dari sebelumnya dapat didengar .

Ada tidak lebih dari lima warna primer , namun dalam kombinasi
mereka menghasilkan lebih warna daripada yang bisa pernah dilihat .

Ada tidak lebih dari lima rasa kardinal , namun kombinasi
mereka menghasilkan rasa lebih dari sebelumnya bisa dicicipi . ”
– Sun Tzu , The Art of War

” Kemenangan terbesar adalah bahwa yang tidak memerlukan pertempuran. ”
– Sun Tzu , The Art of War

” Orang mungkin tahu bagaimana menaklukkan tanpa bisa melakukannya . ”

 

Mana kata bijak/motivasi favoritmu?  Kata bijak/motivasi lain juga bisa kita simak di Canva lho.

Memainkan Seni Peran dalam Perubahan

IMG-20160726-WA0024
Tak ada yang mengira, Selasa (26/07) lalu, Bambang Brodjonegoro menyempatkan diri untuk menyapa para Duta Transformasi Kelembagaan di Keuangan. Pada kesempatan itu beliau seakan mengaminkan Sun Tzu yang mengatakan kekalahan perang bisa terjadi karena satu paku kecil. Karena satu paku kecil tanggal, tapal terlepas. Karena tapal terlepas, kuda tak bisa berlari. Karena kuda tak bisa berlari, pesan tak bisa dikirimkan. Pesan tak terkirim itulah yang kemudian menyebabkan kekalahan peperangan. “Perubahan dimulai dari sesuatu yang sederhana dan membutuhkan detail,” ujar beliau. Tak ada yang menyangka pula bahwa hari itulah hari terakhir Pak Bambang menyapa kami karena keesokan harinya, Sri Mulyani kembali ke Indonesia dan menggantikan beliau sebagai Menteri Keuangan.

Transformasi Kelembagaan adalah suatu keniscayaan. Organisasi butuh berubah untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para pemangku kepentingan, terutama masyarakat. Ada 5 hal yang menjadi acuan dalam perubahan ini, yakni:
1. Memperkuat budaya akuntabilitas yang berorientasi outcome
2. Merevisi model operasional, merampingkan proses bisnis, mempercepat digitalisasi pada skala besar.
3. Membuat struktur organisasi lebih fit and purpose dan lebih efektif.
4. Menghargai, mengembangkan dan memberdayakan SDM.
5. Menjadi lebih proaktif dalam menciptakan terobosan nasional.

Tentu, kelima hal tersebut bukan hal yang serta-merta dapat diwujudkan. Setiap perubahan kerap membutuhkan pengorbanan dan akan terjadi penolakan-penolakan.

Mengingat Mary Parker Follet, manajemen adalah seni. Perubahan membutuhkan manajemen perubahan—yang diartikan sebagai upaya mengelola akibat-akibat yang ditimbulkan dari proses penyesuaian yang berkelanjutan antara organisasi dengan pemangku kepentingan. Hal ini dilakukan akan pengorbanan dan segala eksternalitas yang negatif dapat diminimalisasi.

Peran duta sendiri dari asal katanya dikaitkan dengan kata duty yang berarti kewajiban. Dalam perannya, duta direlevansikan dengan kata messenger atau pembawa pesan. Di dalam analogi Sun Tzu, para duta adalah penunggang kuda yang mengirimkan pesan. Tak cukup hanya itu, penunggang kuda harus memeriksa kudanya, bahkan paku di tapal kudanya. Kata messenger juga dapat ditautkan kepada kenabian. Ia menyampaikan wahyu sekaligus menjadi role model dari hal yang ia sampaikan. Sebelum itu, ia sudah lebih dulu menganalisis kondisi sosial-kemasyarakatan dan memprediksi akibat dari yang ia sampaikan.

Maksudnya adalah tugas seorang duta yang pertama adalah mengenali masalah. Duta memahami proses bisnis dan mengidentifikasi masalah-masalah yang ada di dalamnya. Barulah kemudian memikirkan solusi untuk mengatasi masalah tersebut.

Kritik yang terjadi atas duta selama ini adalah duta tampak hanya bersifat seremonial. Perubahan yang didengung-dengungkan organisasi pemerintah juga demikian. Begitu peresmian dilakukan, selesai. Di lapangan kita banyak menyaksikan hal demikian seperti rencana pemindahan terminal untuk mengurai kemacetan, malah terminal yang baru dibangun ditinggalkan oleh angkutan umum. Atau adanya ide untuk memperbaharui konsep rumah pemotongan hewan—sudah dibangun tempatnya, tapi malah tidak digunakan, padahal sudah diresmikan.

Itulah yang dimaksud dengan akuntabilitasi berorientasi outcome. Perubahan yang dilakukan Kementerian Keuangan menghasilkan manfaat bahkan dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

IMG_20160726_095407

Selama Transformasi Kelembagaan berjalan, sudah banyak perubahan yang dilakukan yang mempunyai outcome itu. Salah seorang duta, Andika Prasetya, di tengah keterbatasannya di kota kecil bernama Pelaihari, memikirkan cara untuk berbagi informasi ke satuan kerja. Ia membuat sebuah web tutorial peraturan hingga aplikasi terkait pekerjaan yang kemudian diakses oleh seluruh satuan kerja di Indonesia. Kantor Bea Cukai di Sabang juga melakukan perubahan dalam menyederhanakan proses pelayanannya. Mereka mampu memangkas proses izin bersandar dari yang tadinya 1-2 hari menjadi 60 menit. Hal ini menggali potensi penerimaan negara dari kapal-kapal yang akan bersandar di Sabang. Sebelumnya, hanya 15 kapal per tahun dari total 50.000 lebih kapal yang melalui Selat Malaka. Kini, angka itu sudah meningkat menjadi lebih dari 60 kapal di semester I.

Untuk skala besar, inisiatif-inisiatif perubahan pun telah dilakukan oleh tiap-tiap eselon 1 di Kementerian Keuangan. Di Bea Cukai, telah dilaksankan Lab Stakeholder eksternal untuk mengurangi waktu impor. Desember 2014, dwelling time 5,69 hari turun menjadi 4,29 hari per Februari 2016. Pengelolaan kas dengan Treasury Dealing Room di Perbendaharaan telah menghasilkan sekitar 33,4 M hanya dalam waktu 4 bulan. Di Perpajakan, implementasi E-Filling telah mencapai target lebih dari 7 juta pengguna dalam tahun pertama.

Perubahan-perubahan yang dilakukan itu nyata dan memberikan manfaat. Pun secara aktif, Kemenkeu terus melakukan terobosan-terobosan baru yang akan memacu perubahan-perubahan lain yang dilakukan oleh Kementerian Lembaga yang lain. Dengan demikian, wajah birokrasi yang kerap dinilai negatif oleh masyarakat itu dapat berubah menjadi baik. Hanya dengan kebaikan birokrasilah, negara dapat menjalankan pemerintahan untuk mencapai tujuan-tujuan negara.

(2016)

Puisi-puisi Wiji Thukul

PERINGATAN

Jika rakyat pergi
Ketika penguasa pidato
Kita harus hati-hati
Barangkali mereka putus asa

Kalau rakyat bersembunyi
Dan berbisik-bisik
Ketika membicarakan masalahnya sendiri
Penguasa harus waspada dan belajar mendengar

Bila rakyat berani mengeluh
Itu artinya sudah gawat
Dan bila omongan penguasa
Tidak boleh dibantah
Kebenaran pasti terancam

Apabila usul ditolak tanpa ditimbang
Suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan
Dituduh subversif dan mengganggu keamanan
Maka hanya ada satu kata: lawan!.

(Wiji Thukul, 1986)

SAJAK SUARA

sesungguhnya suara itu tak bisa diredam
mulut bisa dibungkam
namun siapa mampu menghentikan nyanyian bimbang
dan pertanyaan-pertanyaan dari lidah jiwaku

suara-suara itu tak bisa dipenjarakan
di sana bersemayam kemerdekaan
apabila engkau memaksa diam
aku siapkan untukmu : pemberontakan!

sesungguhnya suara itu bukan perampok
yang merayakan hartamu
ia ingin bicara
mengapa kaukokang senjata
dan gemetar ketika suara-suara itu
menuntut keadilan?

sesungguhnya suara itu akan menjadi kata
ia yang mengajari aku untuk bertanya
dan pada akhirnya tidak bisa tidak
engkau harus menjawabnya
apabila engkau tetap bertahan
aku akan memburumu seperti kutukan

BUNGA DAN TEMBOK

Seumpama bunga

Kami adalah bunga yang tak

Kau hendaki tumbuh 

Engkau lebih suka membangun
 Rumah dan merampas tanah

Seumpama bunga

Kami adalah bunga yang tak

Kau kehendaki adanya

Engkau lebih suka membangun
 Jalan raya dan pagar besi

Seumpama bunga

Kami adalah bunga yang
 Dirontokkan di bumi kami sendiri

Jika kami bunga

Engkau adalah tembok itu

Tapi di tubuh tembok itu
 Telah kami sebar biji-biji

Suatu saat kami akan tumbuh bersama
Dengan keyakinan: engkau harus hancur!
Dalam keyakinan kami

Di manapun–tirani harus tumbang!

P E N Y A I R

jika tak ada mesin ketik
aku akan menulis dengan tangan
jika tak ada tinta hitam
aku akan menulis dengan arang
jika tak ada kertas
aku akan menulis pada dinding
jika aku menulis dilarang
aku akan menulis dengan
tetes darah!

sarang jagat teater
19 januari 1988

KEMERDEKAAN

kemerdekaan
mengajarkan aku berbahasa
membangun kata-kata
dan mengucapkan kepentingan

kemerdekaan
mengajar aku menuntut
dan menulis surat selebaran
kemerdekaanlah
yang membongkar kuburan ketakutan
dan menunjukkan jalan

kemerdekaan
adalah gerakan
yang tak terpatahkan
kemerdekaan
selalu di garis depan*

Solo, 27-12-1988

DERITA SUDAH NAIK SELEHER

kaulempar aku dalam gelap
hingga hidupku menjadi gelap
kausiksa aku sangat keras
hingga aku makin mengeras
kau paksa aku terus menunduk
tapi keputusan tambah tegak
darah sudah kau teteskan
dari bibirku
luka sudah kau bilurkan
ke sekujur tubuhku
cahaya sudah kau rampas
dari biji mataku
derita sudah naik seleher
kau
menindas
sampai
di luar batas

17 November 96

TUJUAN KITA SATU IBU

kutundukkan kepalaku,
bersama rakyatmu yang berkabung
bagimu yang bertahan di hutan
dan terbunuh di gunung
di timur sana
di hati rakyatmu,
tersebut namamu selalu
di hatiku
aku penyair mendirikan tugu
meneruskan pekik salammu
“a luta continua.”

kutundukkan kepalaku
kepadamu kawan yang dijebloskan
ke penjara negara
hormatku untuk kalian
sangat dalam
karena kalian lolos dan lulus ujian
ujian pertama yang mengguncangkan

kutundukkan kepalaku
kepadamu ibu-bu
hukum yang bisu
telah merampas hak anakmu

tapi bukan hanya anakmu ibu
yang diburu dianiaya difitnah
dan diadili di pengadilan yang tidak adil ini
karena itu aku pun anakmu
karena aku ditindas
sama seperti anakmu

kita tidak sendirian
kita satu jalan
tujuan kita satu ibu:pembebasan!

kutundukkan kepalaku
kepada semua kalian para korban
sebab hanya kepadamu kepalaku tunduk

kepada penindas
tak pernah aku membungkuk
aku selalu tegak

4 Juli 1997

UCAPKAN KATA-KATAMU

jika kau tak sanggup lagi bertanya
kau akan ditenggelamkan keputusan-keputusan

jika kau tahan kata-katamu
mulutmu tak bisa mengucapkan apa maumu
terampas

kau akan diperlakukan seperti batu
dibuang dipungut
atau dicabut seperti rumput

atau menganga
diisi apa saja menerima
tak bisa ambil bagian

jika kau tak berani lagi bertanya
kita akan jadi korban keputusan-keputusan
jangan kau penjarakan ucapanmu

jika kau menghamba kepada ketakutan
kita memperpanjang barisan perbudakan

kemasan-kentingan-sorogenen


AKU MASIH UTUH DAN KATA-KATA BELUM BINASA

ku bukan artis pembuat berita
Tapi aku memang selalu kabar buruk buat penguasa

Puisiku bukan puisi
Tapi kata-kata gelap
Yang berkeringat dan berdesakan mencari jalan
Ia tak mati-mati, meski bola mataku diganti
Ia tak mati-mati, meski bercerai dengan rumah
Ditusuk-tusuk sepi, ia tak mati-mati
telah kubayar yang dia minta
umur-tenaga-luka

Kata-kata itu selalu menagih
Padaku ia selalu berkata, kau masih hidup

Aku memang masih utuh
dan kata-kata belum binasa

(Wiji Thukul.18 juni 1997)

Blog Competition: Pahlawan Keluarga

Lomba blog #KudoIndonesia 2016 yang mengambil tema #PahlawanKeluarga merupakan lomba blog terbaru yang dipersembahkan oleh Kudo Indonesia dalam rangka memperingati hari Kemerdekaan RI Agustus 2016.

Perjuangan para pahlawan itu ga boleh berhenti, lho. Menjadi pahlawan tidak harus selalu dikaitkan dengan kemerdekaan sebuah negara lho. Tetapi boleh juga pada satu kesatuan komunitas terkecil yaitu keluarga.

Menjadi pahlawan dalam keluarga berarti menjaga kualitas dari keluarga tersebut. Kamu yang masih mahasiswa ingin membantu keuangan ibu, atau kamu sebagai ibu rumah tangga ingin membantu suami dan memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga. Atau bahkan kamu mau memiliki kontribusi untuk lingkungan sekitar kamu? Semua niatan ini bisa banget kamu praktekin sebagai salah satu perwujudan Pahlawan Keluarga.
Lomba Blog #KudoIndonesia #PahlawanKeluarga
Kudo Indonesia kembali mengadakan blog competition #PahlawanKeluarga. Kamu akan berperan sebagai pahlawan keluarga untuk membantu dan menolong keluarga, serta selalu ada saat mereka membutuhkan.

Mekanisme Blog Competition berikut ini:

Tema Lomba: “ Pahlawan Keluarga “
Blog Competiton dimulai 27 Juni – 13 Agustus 2016
Tiap artikel yang dilombakan wajib mencantumkan kata kunci “Kudo ( Kios Untuk Dagang Online )”. yang ditautkan (hyperlink) ke http://kudo.co.id/
Tulisan yang tidak sesuai dengan ketentuan dan tema lomba dinyatakan gugur.
Peserta diwajibkan share link artikel lomba melalui Sosial Media dengan mencantumkan hashtag#KudoIndonesia, #PahlawanKeluarga
Pemenang akan diumumkan 2 minggu setelah lomba ditutup.
Kirim link hasil tulisan ke alamat email : Blogger@kudo.co.id dengan subject : “Kudo Karya Anak Bangsa”, di body email cantumkan Nama lengkap, Alamat email, Link Artikel di Blog dan No Tlp
PT Kudo Teknologi Indonesia berhak untuk menggunakan karya tulis setiap pemenang sebagai media komunikasi dan mensosialisasikannya kepada masyarakat, dengan menyertakan nama penulis dan tanpa mengubah konten aslinya.

Syarat dan Ketentuan Lomba

Peserta wajib mendowload Mobile App Kudo Indonesia dan mengisi reveral Kode “KUDOAJA” (T&C berlaku)
Follow FB, IG dan Twitter Kudo
Peserta lomba adalah pria atau wanita warga negara Indonesia dan menetap di Indonesia.
Mempunyai Blog atau website Sendiri
Peserta wajib men-share karya tulis melalui akun Facebook dan Twitter pribadi dengan menyertakan hashtag #KudoIndonesia, #PahlawanKeluarga serta mention @Kudo_Indonesia.
Panitia berhak untuk (termasuk namun tidak terbatas) mengedit/memodifikasi seluruh karya (hasil tulisan) peserta yang diikutsertakan dalam kompetisi ini untuk segala kepentingan PT Kudo Teknologi Indonesia
Tulisan bersifat baru, orisinal (bukan karya orang lain atau hasil plagiat), dan tidak sedang dilombakan di tempat lain.
Minimal kata : 400 kata
Tulisan dan gambar tidak mengandung unsur SARA, Pornografi, Rasis atau merugikan dan merusak nama baik pihak lain.
Kriteria penilaian berdasarkan aspek berikut: kualitas tulisan & kesesuaian tema (relevansi), penambahan berbagai element media ( gambar, video yang menarik) penunjang di dalam tulisan
Program lomba blog ini tidak dipungut biaya apapun. Hati-hati dan waspada terhadap semua tindakan penipuan yang mengatasnamakan Lomba Blog Competition Kudo
Jika ditemukan kecurangan (akun palsu, sabotase, dll) selama lomba berlangsung, panitia berhak mendiskualifikasi peserta dan/atau pemenang yang dianggap melanggar sebagian atau seluruh syarat dan ketentuan kompetisi ini.
Tulisan yang masuk berhak menjadi milik PT Kudo Teknologi Indonesia
Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat.

Dewan Juri Lomba Blog

Bapak Syaifuddin Sayuti, Dosen dan senior jurnalis
Rulli Nasrullah “Kang Arul” Dosen, penulis dan senior jurnalis.
Dieki Setiawan, Marketing Communication Kudo

Hadiah Lomba

Juara 1 GOPRO HERO4 Silver Edition
Juara 2 ASUS Notebook X200MA
Juara 3 Xiaomi Redmi 2
Juara Harapan Voucher belanja kudo senilai 500.000,- untuk 3 orang pemenang

Lebih dari Sekadar Kisah Cinta

Catatan Pembacaan atas Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk

Dapatkah karya sastra mengubah zaman? Pertanyaan itulah yang tercetus di benakku ketika selesai membaca Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Barangkali, jika tak ada novel ini, akan sangat sulit bagi seseorang di luar Minangkabau untuk menikahi perempuan Minangkabau.

Perempuan memang memegang peranan penting dalam adat Minangkabau. Minangkabau menganut sistem matrilineal. Artinya, garis keturunan didasarkan pada ibu. Hal ini juga mengandung konsekuensi warisan adat diturunkan ke anak perempuan tertua terlebih dahulu. Atau yang lebih dikenal dengan istilah bundo kanduang. Dapat dianggap sebagai kemalangan, jika tidak memiliki anak perempuan. Garis sukunya akan terputus.

Yang dialami oleh Zainuddin lebih pelik lagi. Ayahnya tercampak dari tanah adat, lalu menikahi perempuan Makassar. Meski memiliki darah Minang, Zainuddin tak dianggap Minang. Ia tidak memiliki suku. Hal itu diungkapkan Zainuddin dengan berkata, “Di Makassar aku dianggap orang Minangkabau, di Minangkabau aku dianggap orang Makassar.”

Tradisi pernikahan dalam adat Minangkabau juga tidak sederhana. Peran ninik-mamak begitu penting. Hubungan antara mamak (saudara laki-laki ibu) dengan kemenakannya begitu erat. Mamak berkewajiban mendidik sang kemenakan. Mamak juga yang berperan penting dalam musyawarah untuk memutuskan calon suami bagi kemenakannya. Keputusan orang tua dan mamaklah yang menentukan apakah seorang lelaki diterima atau tidak jadi menantu di keluarga itu. Hal ini diperlihatkan tatkala Zainuddin melamar Hayati. Para ninik-mamak bermusyawarah untuk menghasilkan keputusan menolak Zainuddin.

Latar peristiwa Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk adalah pada tahun 1930. Kini, 86 tahun sudah berlalu. Pembaca di luar Minangkabau pasti bertanya-tanya, apakah adat Minangkabau masih seperti itu?

Ninik Mamak merupakan salah satu unsur pemerintahan nagari. Ketika Orde Baru berkuasa, fungsi Ninik Mamak digantikan Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD). Selama masa 30 tahun lebih di Orde Baru itu, tentu ada pergeseran-pergeseran yang terjadi. Ada yang positif semisal peran absolut ninik-mamak menjadi lebih fleksibel, ada juga pengaruh negatif karena fungsi pengawasan keluarga yang hilang mengakibatkan perubahan tingkah laku generasi muda. Karena itu, baru ketika reformasi, pada UU Otonomi Daerah, peran Ninik Mamak dikembalikan lagi dalam unsur pemerintahan.

Ketika saya menikahi perempuan Minang, beberapa hal yang tergambar di Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk pun saya alami. Ketika Zainuddin hendak melamar Hayati, haruslah via induk bako, atau saudara perempuan dari ayahnya. Saya yang non-Minangkabau sebelumnya harus memiliki keluarga, memiliki suku terlebih dahulu. Jadilah saya diangkat anak dan mendapat suku Chaniago. Tinggal beberapa hari di rumah Chaniago sebelum melangkah ke prosesi selanjutnya. Keluarga baru sayalah yang kemudian melamar ke Ninik Mamak.

Sebenarnya, di tiap nagari, detail adat itu berbeda-beda. Hayati berada di Batipuh. Batipuh dikenal dengan semboyan Batipuah Nagari Gadang Sapuluah Anak Kotonya Campo Koto Piliang yang berarti bahwa Batipuh merupakan negeri yang sangat luas dan sangat tegas nan kuat dalam adat istiadat Koto Piliang. Ketegasan itu tergambar jelas di novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wejk. Dalam relasi Zainuddin-Hayati pun tidak pernah terjadi hal-hal yang melanggar aturan agama. Di Minangkabau juga dikenal semboyan adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah. Adat bersendikan syarat, syarat bersendikan kitab suci. Kita dapat melihat, meski dimabuk cinta, Zainuddin tidak pernah menyentuh Hayati. Mereka berbalas-balasan surat dan surat itu diantarkan oleh orang ketiga. Ketika mereka tampak berkhalwat (berdua-duaan), hal itu serta merta menjadi hal tak disedap dipandang mata. Dengan cepat, hal itu menjadi isu yang negatif dan mengundang kemarahan dari keluarga Hayati.

Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk juga menunjukkan tradisi sastra yang kuat di Minangkabau. Dalam prosesi adat seperti Balatak Tando, dua pihak keluarga akan bersahut-sahutan pantun. Dalam surat-surat Zainuddin dan Hayati, kita juga menemukan bahasa yang indah. Pun di dalam novel ini, ada banyak kalimat yang indah dan membius.

“Cinta bukan melemahkan hati, bukan membawa putus asa, bukan menimbulkan tangis sedu sedan. Tetapi cinta menghidupkan pengharapan, menguatkan hati dalam perjuangan menempuh onak dan duri penghidupan.”
“Anak lelaki tak boleh dihiraukan panjang, hidupnya ialah buat berjuang, kalau perahunya telah dikayuhnya ke tengah, dia tak boleh surut palang, meskipun bagaimana besar gelombang. Biarkan kemudi patah, biarkan layar robek, itu lebih mulia daripada membalik haluan pulang.”
“Kadang-kadang cinta bersifat tamak dan loba, kadang-kadang was-was dan kadang-kadang putus asa.”
“Kalau pikiran tertutup bagaimana mungkin bisa mengarang?”
“Sejauh-jauhnya kita tersesat, pada kebenaran kita akan kembali.”

Ada banyak kalimat lain yang dapat membuat pembaca terpiuh-piuh di novel tersebut. Saya menduga kecenderungan keindahan bahasa di suatu wilayah juga dipengaruhi kondisi geografi wilayah tersebut. Misal, di Makassar pesisir, orang dikenal keras bahasanya karena geografinya berupa pesisir pantai. Orang harus berteriak-teriak mengalahkan deru ombak untuk bisa didengar. Di Palembang, panas, dan antarrumah berjauhan sehingga harus berteriak untuk memanggil satu sama lain. Minangkabau dianugerahi keindahan alam yang luar biasa. Sepanjang mata memandang, tampak hijau persawahan. Tanah yang subur, udara yang sejuk. Tak heran, bahasanya pun menjadi indah.

~
Apakah karya sastra itu?

Sering saya mendapatkan pertanyaan seperti itu. Banyak orang mengatakan teenlit bukan sastra, chicklit bukan sastra, pop bukan sastra. Bagi saya hal itu keliru. Karya sastra adalah karya yang merekam zaman, atau karya yang hadir sebagai reaksi dari zaman. Senada dengan hal itu, di dalam kitab Sutasoma dikatakan, kurang-lebih, susastra adalah sebuah kolam yang bening, yang memantulkan bulan dengan sempurna. Kalimat itu bisa berarti karya sastra mampu menampilkan wujud zaman apa adanya, secerah dan seburuk mungkin. Segala sesuatu yang ditulis memiliki dasar. Dan kolam yang bening, bisa digunakan untuk bercermin.

Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk tak dinafikkan adalah karya sastra yang baik. Meski dalam sejarahnya, novel ini sempat dituduh hasil plagiasi—yang kemudian dibela oleh HB Jassin, dkk. hal itu tak menutupi kecemerlangannya.
Novel ini bukan kritik atas adat Minangkabau, melainkan kritik atas pergeseran penerapan adat di Minangkabau terutama pada hal yang berbau materi. Ninik mamak, dalam hal menerima calon menantu, seharusnya hanya melihat syarat utama yakni apakah sang lelaki sudah memiliki pekerjaan, apakah sang lelaki tampak bertanggung jawab dan apakah perempuan menerima sang lelaki. Dalam kasus Zainuddin yang tidak memiliki suku, adat memungkinkan pemberian suku kepada Zainuddin (seperti yang saya alami). Novel ini membabarkan bahwa kepentingan materialisme itu ada dalam kedok adat. Azis dipilih karena keterpandangannya, hartanya.

Kritik Hamka yang kedua terlihat pada kelakuan anak muda di perkotaan yang mulai meninggalkan agama. Relasi itu terlihat pada Khadijah, sahabat Hayati, yang tidak mengenakan baju kurung dan mengatakahn pakaian adat sudah tidak modern. Modernitas harus muncul juga dalam penampilan. Pemberian nama Khadijah sendiri punya arti penting. Hamka seolah ingin menampilkan ironi di antara nama dan perbuatan. Hamka ingin menampilkan wanita modern seharusnya seperti Khadijah (istri Rasulullah) yang merupakan pengusaha sukses, namun tetap menjadi wanita yang mulia.

Kritik ketiga, Hamka juga ingin berkata, tak pernah ada ujung yang baik dari hedonisme, dari judi dan utang. Azis yang terjebak dalam kehidupan hura-hura, bermain judi dan terlilit utang pada akhirnya harus kehilangan segalanya.

Kritik-kritik itu berhasil ditempatkan dengan baik oleh Hamka, sebagai sari dari cerita. Ia tidak menggurui. Ia berhasil membawa pembaca dalam ketegangan yang intens di sepanjang cerita. Maka, tak salah jika dikatakan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk adalah karya sastra terbaik Buya Hamka.

Lalu apakah karya sastra dapat mengubah zaman?
Pertanyaan ini hanya akan bisa dijawab oleh waktu. Dalam hal, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk, sepertinya iya.

(2016)

Lomba Menulis Cerpen dan Cerber Femina 2016

Syarat Umum Sayembara Cerpen dan Cerber femina 2016/ 2017:

Peserta adalah Warga Negara Indonesia.
Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar, menggunakan ejaan yang disempurnakan.
Naskah harus karya asli, bukan terjemahan.
Tema bebas, namun sesuai untuk majalah femina.
Naskah belum pernah dipublikasikan di media cetak, elektronik dan online, dan tidak sedang diikutsertakan dalam sayembara lain.
Peserta hanya boleh mengirim 2 naskah terbaiknya.
Hak untuk menyiarkannya di media online ada pada PT Gaya Favorit Press.
Redaksi berhak mengganti judul dan menyunting karya.
Naskah yang tidak menang, namun memenuhi syarat, akan dimuat di femina.
Penulis akan mendapat honor sesuai standar femina.
Keputusan juri mengikat, tidak dapat diganggu gugat, dan tidak ada surat-menyurat.
Lomba ini tertutup untuk karyawan Femina Group.
Naskah dikirim ke : Redaksi Femina, Jl. H.R. Rasuna Said Kav. B32-33, Kuningan, Jakarta Selatan, 12910

Syarat Khusus Cerpen :

Diketik dengan komputer di atas kertas HVS kuarto dengan jarak dua spasi. Font Arial ukuran 12.
Panjang naskah 6-8 halaman, dan dikirim sebanyak dua rangkap disertai 1 (satu) CD berisi naskah.
Naskah dilampiri formulir asli dan fotokopi KTP.
Pada amplop kiri atas ditulis: Sayembara Mengarang Cerpen Femina 2015.
Naskah ditunggu selambat-lambatnya 1 Oktober 2016.
Pemenang akan diumumkan di majalah femina yang terbit pada bulan November 2016.

Syarat Khusus Cerber :

Diketik dengan komputer di atas kertas HVS kuarto dengan jarak dua spasi. Font Arial ukuran 12.
Panjang naskah 40-50 halaman.
Dijilid dan dikirim sebanyak dua rangkap disertai 1 (satu) CD berisi naskah.
Naskah dilampiri formulir asli dan fotokopi KTP, serta sinopsis cerita.
Pada amplop kiri atas ditulis : Sayembara Mengarang Cerber Femina 2015/2016.
Naskah ditunggu selambat-lambatnya 30 November 2016.
Pemenang akan diumumkan di majalah femina yang terbit pada bulan April 2017.

Hadiah Lomba :

Sayembara Cerpen*
Pemenang 1 : Rp4.000.000
Pemenang 2: Rp3.000.000
Pemenang 3: Rp2.000.000
Sayembara Cerber*
Pemenang 1 : Rp7.000.000 + Beasiswa Workshop Menulis Skenario dari Plot Point + Profil di Majalah Femina
Pemenang 2 : Rp6 .000.000 + Beasiswa Workshop Menulis Skenario dari Plot Point
Pemenang 3 : Rp5.000.000 + Beasiswa Workshop Menulis Skenario dari Plot Point

Formulir Pendaftran bisa didownload klik di sini (Download, Print, lalu isi dan sertakan pada saat pengiriman Naskah)

Info Lebih Lanjut dan Lengkap Silahkan Hubungi :
Website : www.femina.co.id
Twitter : @FeminaMagazine
Facebook : Femina Magazine Indonesia
Instagram : @feminamagazine