Catatan Pringadi

Blog Literatur/ Sastra, Makro Ekonomi, dan Catatan Perjalanan

Author: Pringadi As

Sikap dan Perubahan Sikap

Published / by Pringadi As / Leave a Comment

Aku menyadari betul bahwa sikap penting bagi seseorang. Sikap itulah yang akan menentukan identitas. Seperti homofictus, kemoderatan pada dasarnya tidak bisa ditoleransi. Kemoderatan bisa berarti abu-abu, ketidakteguhan dalam mengambil sikap. Homofictus yang moderat tidak akan menghasilkan konflik cerita yang kuat. Manusia yang moderat pada akhirnya akan menjadi politikus banci.

Manusia adalah makhluk politik. Setiap langkahnya bisa jadi merupakan langkah politik.

Terkait dengan berita hari ini, Presiden Jokowi baru saja menaikkan harga BBM, beberapa sikap pun lahir. Ada yang dengan tegas menolak, konsisten menolak kenaikan harga BBM, dan ada yang tegas menerima keputusan tersebut. Ada pula yang pernah menolak kenaikan BBM, sekarang justru menerima keputusan itu. Juga ada yang pernah menerima kenaikan BBM, sekarang malah menolaknya. Sikap dan perubahan sikap adalah sisi natural dalam diri manusia. Namun, perlu ditelaah lebih jauh mengenai motif dari perubahan terbesar itu.

Aku sendiri juga mengalami perubahan sikap atas isu besar itu.

Baru ketika kuliah di STAN, aku mulai peduli pada topik ini. Demo kenaikan harga BBM pada saat itu aku ledek karena kondisi minyak dunia yang sedang mengalami kenaikan, bulb effect minyak hitam, terang saja membebani APBN. Kenaikan harga adalah keniscayaan.

Tetapi sikapku justru berubah beberapa tahun kemudian karena pengetahuan baru. Aku menolak kenaikan harga BBM. Bahkan aku sempat bersitegang dengan kepala kantorku karena aku mengejek pemasangan spanduk KPPN mendukung kenaikan harga BBM sebagai upaya penjilatan dan pencitraan. Aku tak sudi KPPN dijadikan alat oleh pemerintah untuk hal-hal seperti itu. Apalagi dasarnya adalah surat edaran. Surat edaran tentu tidak punya kekuatan hukum. Surat edaran hanya berisi imbauan. Aku menampik itu.

Pada saat itu aku mulai mengikuti topik-topik mengenai migas lebih dalam. Ucapan-ucapan Kwik Kian Gie, Kurtubi di televisi menjadi bahan yang baik untuk dipelajari. Jangan sebut Ichsanuddin Noor. Bagiku dia omong kosong. Pengetahuannya buruk dan out of date.

Pertanyaannya saat itu adalah apa sebenarnya subsidi itu? Apa yang sebenarnya disubsidi itu?

Ya, pengelolaan migas tak pernah jujur, termasuk dalam penentuan harga. Produksi minyak dalam negeri sebesar A dengan harga produksi X kemudian harus melalui mekanisme trading di Petral untuk kemudian dibeli dengan harga Y oleh Pertamina. Pemerintah kemudian memberi subsidi atas Y menjadi harga Z. Bukan hanya itu saja masalahnya, bensin yang masuk ke Indonesia adalah ron 88, kualitas paling rendah yang tidak beredar di Eropa. Ron 88 ini dibeli dengan harga Y (harga untuk ron 93 yang kualitasnya baik). Terlihat sekali, ada permainan besar migas di republik ini.

Mekanisme trading ini ditengarai sebagai momoknya. Kita sebenarnya bisa membeli langsung minyak dengan harga X. Pertamina boleh menetapkan harga X lebih dari harga produksi murni (dengan memasukkan biaya pengembangan, dll). Atau pernah ketika Ahmadinejad datang ke Indonesia dan menawarkan minyak dengan harga lebih murah, tetapi tak ditanggapi. Dan itu sekarang diinisiasi oleh Jokowi dengan melakukan kerja sama dengan Angola. Peran Petral memang mau tidak mau harus dilenyapkan segera!

Masuk kembali ke dunia kuliah, aku melihat negara dari sisi manajemen keuangan publik. Keadaan di 2014 ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tapi pertanyaannya bukan lagi kenapa kita harus menaikkan harga BBM, tetapi kenapa kita harus mencabut subsidi BBM?

Pada saat ini, negara tidak punya uang. Target penerimaan pajak jauh panggang dari api. Bahkan sempat tagihan ke negara tidak bisa dibayar pada beberapa minggu yang lalu, menunggu ketersediaan dana.

Dengan sisa waktu yang ada, dengan bakal melonjaknya transaksi di November dan Desember, APBN kita akan sangat terbebani bila belanja subsidi masih ada. Bahkan bila seluruh belanja subsidi BBM dicabut pun, kita tetap mesti berutang lagi (menambah utang dari sebelumnya 54 T) untuk mendanai belanja negara yang belum terealisasi itu. Karena sudah diprediksi, penerimaan negara tak akan sanggup mengkover itu.

Pemerintah harus membuat pilihan, bukan? Itulah arti kebijakan.

Namun, bila bicara 2015 dan tahun-tahun selanjutnya. Kenaikan harga BBM ini perlu dengan syarat kita akan mengubah arah fiskal kita. Aku akan bahas ini lain kali. Karena A. Prasetyantoko sudah membahasnya dengan sangat baik di koran beberapa hari lalu, aku butuh sudut pandang yang lebih segar.

Ya, apa pun itu, kepada kalian yang merasa mampu membeli mobil, mampu membeli motor untuk penggunaan pribadi, harap malulah dan segera beli Pertamax. Subsidi BBM tidak tepat sasaran selama ini gara-gara kita lho ya.

Sajak-Sajak Sapardi Djoko Damono

Published / by Pringadi As / 1 Comment on Sajak-Sajak Sapardi Djoko Damono
sapardi-djoko-damono3
Pada Suatu Pagi Hari
 
Maka pada suatu pagi hari ia ingin sekali menangis sambil
Berjalan tunduk sepanjang lorong itu. Ia ingin pagi itu hujan turun
Rintik-rintik dan lorong sepi agar ia bisa berjalan sendiri saja sambil
Menangis dan tak ada orang bertanya kenapa.
Ia tidak ingin menjerit-jerit berteriak-teriak mengamuk
Memecahkan cermin membakar tempat tidur. Ia hanya ingin
Menangis lirih saja sambil berjalan sendiri dalam hujan rintik-rintik di
Lorong sepi pada suatu pagi.
Pada Suatu Hari Nanti
 
pada suatu hari nanti
jasadku takakan ada lagi
tapi dalam bait-bait sajak ini
kau takkan kurelakan sendiri
pada suatu hari nanti
suaraku tak terdengar lagi
tapi di antara larik-larik sajak ini
kau akan tetapa kusiasati
pada suatu hari nanti
impianku pun tak dikenal lagi
namun di sela-sela huruf sajak ini
kau takkan letih-letihnya kucari
Di Restoran
 
Kita berdua saja, duduk. Aku memesan
Ilalang panjang dan bunga rumput –
Kau entah memesan apa. Aku memesan
Batu di tengah sungai terjal yang deras –
Kau entah memesan apa. Tapi kita berdua
Saja, duduk. Aku memesan rasa sakit
Yang tak putus dan nyaring lengkingnya,
Memesan rasa lapar yang asing itu.
Dalam Sakit
 
waktu lonceng berbunyi
percakapan merendah, kita kembali menanti-nanti
kau berbisik: siapa lagi akan tiba
siapa lagi menjemputmu berangkat berduka
di ruangan ini kita gaib dalam gema. Di luar malam hari
mengendap, kekal dalam rahasia
kita pun setia memulai percakapan kembali
seakan abadi, menanti-nanti lonceng berbunyi
Dalam Diriku
 
dalam diriku mengalir sungai panjang,
darah namanya;
dalam diriku menggenang telaga darah,
sukma namanya;
dalam diriku meriak gelombang sukma.
hidup namanya!
dan karena hidup itu indah,
aku menangis sepuas-puasnya
Akulah Si Telaga
 
akulah si telaga: berlayarlah di atasnya
berlayarlah menyibakkan riak-riak kecil
yang menggerakkan bunga-bunga padma
berlayarlah sambil memandang harumnya cahaya,
sesampai di seberang sana, tinggalkan begitu saja perahumu
biar aku yang menjaganya
Aku Ingin
 
aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

Juara II Lomba Cipta Puisi Nasional Komunitas Kopi Andalas 2012

Published / by Pringadi As / Leave a Comment

Sekian Fragmen Perjalanan, Ketika Aku dan Kau Memutuskan

Pergi atau Kembali demi Menuntaskan Rindu dan Kerinduan

I.

Hujan turun tipis. Kau bersiap menepis kenyataan bahwa kita duduk berhadap-hadapan, memesan dua gelas jahe, dengan madu dan coklat, dan orang-orang menatap kita dengan pandangan yang berkilat. Aku ingin meminta sesaat, mencari detak jantung yang berisik, pelan kian melubangi dada seperti peluru berkaliber berat. Kau meneguk satu gelas, dan gelas-gelasnya pecah seperti udara yang berebut masuk ke hidung, memenuhi paru-paru, meledakkannya jadi remah roti milik Hansel Gretel.

Dan hujan berteriak, seperti raungan burung koak. Beberapa milik kenangan tercerai berai, pontang-panting, tunggang-langgang, meloncat dua meter ke langit, tersangkut di pohon perdu. Kau yang merindu, tapi ombak terlalu tinggi dan angin yang kemarin memejam, bangun malam ini.

Suara, tidakkah ini tampak begitu ganjil? Aku dan bayangan kompak saling bermusuhan?

II.

Karena para perokok mengadakan rapat di dekat jembatan, lupa mandi pagi dan gosok gigi, asap-asap terkepul lalu berkumpul di langit. Burung-burung pingsan, banyak anak sekolah kesiangan. Seorang pegawai KPPN lupa absen dan hendak menyalahkan hujan yang akrab memeluk dirinya. Dia melihat ke atas, dua jejak asap mula-mula sebesar bola ping pong melebar menyerupai cendawan. Seseorang telah meledakkan C4, Seseorang telah meledakkan C4! Dia menjerit, pegawai negeri di imigrasi dan pengadilan negeri ikut

berhamburan, panik dan mulai belajar mengatupkan tangan kembali, memohon kiamat tidak terjadi hari itu dengan alasan terlalu banyak dosa dan paspor-paspor terbengkalai, devisa negara akan berkurang karena para TKI gagal berangkat.

Padahal, para perokok hanya saling berlomba mengepulkan asap yang paling gagah seperti adu kelamin yang tabah bercinta dengan sesuatu bernama sunyi.

III.

Janus jatuh di pohon mangga. Anak kecil yang biasa bermain sepeda terbangun, keluar kamar dengan mengendap. Padahal malam masih muda, jalan-jalan sekitar Sumbawa masih ramai, berpasang kekasih saling bertukar anai-anai. Tapi kumbang telah tidur, katak telah tidur, lalat-lalat yang biasa mengacau, menghindari nyala lilin juga telah tidur.

Pukul 21 Wita, ada Janus di luar sedang menyembunyikan salah satu wajahnya, ada aku di dalam sedang mencari satu-satunya wajah.

IV.

Malaikat yang mematahkan sayapnya itu menyamar menjadi dirimu. Matahari ada sembilan, satu di langit dan sisanya mengitari Kau sebagai pusat galaksi. Aku hanya seekor bulan yang hendak mengorbit di sebuah planet, agar air dapat pasang surut dan dongeng tentang pungguk jadi abadi.

V.

Maka, langit terbuat dari kecap. Hitam pekat dan kental. Sekoloni semut berusaha memanjatnya tapi tak ada sulur pohon dari surga, tak ada dinding pondasi cakar ayam yang kuat menantang udara yang tipis, dikuasai nitrogen dan karbondioksida. Aku menduga, bila kiamat tiba, sehektar cabe akan mekar mula-mula lalu tumbuh besar seperti dongeng milik Jack, berbuah, meletus dan langit jadi warna merah, pedas, membara. Orang-orang yang tadinya takut diabetes pergi ke WC, membuka celana dan menunaikan haknya yang paling asasi, tapi berkali-kali sampai dehidrasi. Rumah sakit penuh. Dokter-dokter yang tak makan seminggu kewalahan dan mayat-mayat bergelimpangan terlantar di jalan-jalan karena ongkos ambulance yang kian mahal sesuai teori ekonomi Adam Smith. Maka di dunia lain, Smith menggerutu dan menggugat Tuhan, meminta dipercepat saja kiamatnya biar tak makin banyak tuntutan dialamatkan kepadanya.

Dunia awalnya amat sederhana, langit terbuat dari kecap. Kita di dalam botol, saling mencecap bibir masing-masing.

(2012)

 

  • PENGUMUMAN LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL KOMUNITAS KOPI ANDALAS 2012

Panitia Lomba Cipta Puisi Kopi Andalas telah menerima 150 karya dari 69 penulis seluruh Indonesia. 150 karya tersebut sebelumnya diserahkan oleh panitia kepada dewan juri dengan menghilangkan  nama penulis dan menggantinya dengan angka, hal ini mengingat panitia memperlakukan puisi dengan status yang sama tanpa melihat siapa pengarangnya. Seperti diketahui sebelumnya, setiap peserta dikenakan biaya sebesar sepuluh ribu/puisi. Inilah yang mendasari panitia menyamakan status puisi yang masuk ke ruang panitia. Puisi yang disusun acak berdasarkan angka tersebut diberikan oleh panitia kepada dewan juri pada tanggal 15 Januari 2013, adapun dewan jurinya adalah :

–   Rusli Marzuki Saria (Penyair Senior Sumatera Barat)

–   Zelfeni Wimra (Penyair dan Cerpenis)

–   Muhammad Ibrahim Ilyas (Penyair dan Budayawan)

Ketiga dewan juri tersebut melakukan akumulasi penilaian pada Selasa, 29 Januari 2013 di Taman Budaya, Sumatera Barat dan memutuskan hasil sebagai berikut :

Keputusan Pertama :

Puisi terbaik I dengan nomor puisi 45, dengan judul “Makassar”

Puisi terbaik II dengan nomor puisi 32 dengan judul “Sekian Fragmen Perjalanan, Ketika Aku dan Kau Memutuskan Pergi atau Kembali Demi Menuntaskan Rindu dan Kerinduan”

Puisi terbaik III dengan nomor puisi 15, dengan judul “Gambar Kecil di Meja Belajar Budi”

Keputusan Kedua:

Selain memilih tiga puisi terbaik yang menjadi pemenang, dewan juri hanya merekomendasikan 52 puisiyang layak untuk dibukukan oleh panitia, termasuk tiga karya terbaik.

Dua keputusan dewan juri di atas, menjadi acuan panitia yang tidak dapat diganggu gugat oleh peserta dikemudian hari. Akhirnya panitia pada Rabu, 30 Januari 2013 mengumumkan pemuncak dalam Lomba Cipta Puisi Nasional Komunitas Kopi Andalas adalah :

  1. Puisi terbaik I dengan nomor puisi 45, dengan judul Makassar”karya Bara Pattyradja.
  2. Puisi terbaik II dengan nomor puisi 32 dengan judul “Sekian Fragmen Perjalanan, Ketika Aku danKau MemutuskanPergi atau Kembali Demi Menuntaskan Rindu dan Kerinduan”karya Pringadi Abdi Surya.
  3. Puisi terbaik III dengan nomor puisi 15, dengan judul Gambar Kecil di Meja Belajar Budi”karya Sudianto-Manusia Perahu.

Tiga puisi terbaik akan memperoleh hadiah berupa :

1) Terbaik I : Tabungan Rp. 1.500.000,- +sertifikat+ 2 eks buku antologi

2) Terbaik II : Tabungan Rp. 500.000,- +sertifikat+ 2 eks buku antologi

3) Terbaik III : Tabungan Rp. 500.000,- +sertifikat+ 2 eks buku antologi

   

Kemudian, 49 karya lainnya yang akan dibukukan adalah :

  1. “Menanggalkan Nyawa pada Hujan” karya Faustina Bernadette Hanna Kesuma
  2. “Hikayat Kali Porong” karya Samian Adib
  3. “Laut Menulis Kesunyian” karya Dodi Prananda
  4. “100 Tahun Kematianku” karya Hasan S.Ramadan
  5. “Gerimis Bernama Lin” karya Rahmi Intan Jeyhan
  6. “Kelainan Jiwa” karya Irma Garnesia
  7. “Catatan Tahun Baru” karya Pringadi Abdi Surya
  8. “Hawa” karya Dika Agusta
  9. “Ingin Kutulis Sebuah Sajak” karya Ni Wayan Idayati
  1. “Sajak Galodo” karya Syarifuddin Arifin
  2. “Riwayat Tanah Merah” karya Ahmad Musabbih
  3. “Kukenali Sajak yang Tak Sengaja Membuatmu Jatuh Cinta” karya  Pringadi Abdi Surya
  4. “Kala Itu” karya Dini Riza’i
  5. “Sebuah Perjalanan” karya Samian Adib
  6. “Cerita dari Sungai Junok” karya Frasdia Muzammil
  7. “Perempuan Menggenggam Bara” karya Achmad A.Arifin
  8. “Pecundang Adu Senyum” karya Dika Agusta
  9. “Ode Bagi Senja” karya Ni Wayan Idayati
  10. “Dua Episode Ibu” karya Dodi Prananda
  11. “Obituari” karya Ni Wayan Idayati
  12. “Hujan Desember” karya Syarifuddin Arifin
  13. “Wasiat” karya Bara Pattyradja
  14. “Sajak Untuk Orang Kesepian” karya Irma Garnesia
  15. “Seperti Dakocan” karya Syarifuddin Arifin
  16. “Satu Kilometer Rindu Dari Jantungku” karya Bara Pattyradja
  17. “Laut di Selat Madura”karta Frasdia Muzammil
  18. “Ibu Jadah” karya Samian Adib
  19. “Puisi Buat Baisillah” karya Bara Pattyradja
  20. “Ketika Kita Bertukar Masalalu” Ni Wayan Idayati
  21. “Susu Bersantan” karya Syarifuddin Arifin
  22. “Seperti Perahu” karya Frasdia Muzammil
  23. “Azarenka (1)” karya Budi Setyawan
  24. “Kawan Lama” karya Kemas Verri Rahman
  25. “Aku Pulang” karya Novia Rika Perwitasari
  26. “Di Lerung Kotamu” karya Budi Setyawan
  27.  “Teralis” karya Rahmannisa Atmadja
  28. “Tarian Penutup” karya Rahmi Intan Jeyhan
  29. “ Gita Cinta Anak Negeri” karya Samian Adib
  30. “Carut” karya karya Hasan S.Ramadan
  31. “ Di Ujung Senja” karya Windi Pebri Candra
  32. “Serupa Kembang” karya Nita Rizky Yani
  33. “ Tanah Leluhur” karya Homaedi
  34. “Puisi Penjaja Roti” karya Widya Karima (Dini Widya Herlinda)
  35. “Lubang Telinga Dunia” karya Ganto Swaro (Beni Usman)
  36. “Iktiar Burung” karya Rila Weni Dayanti
  37. “Menembus Kabut Benua” karya Budi Setyawan
  38. “Hari Perayaan” karya Novia Rika Perwitasari
  39. “Sayap Tak Berbulu” karya Anisah Kusuma Nizmasari
  40. “Batas Tiga Dunia” karya Novia Rika Perwitasari

Selamat ! Kami panitia Lomba Cipta Puisi Nasional Komunitas Kopi Andalas mengucapkan selamat dan terimakasih atas apresiasi rekan-rekan. Pengiriman hadiah baik berupa uang, sertifikat serta buku antologi kepada tiga pemenang terbaik serentak dilaksanakan pada Senin, 25 Februari 2013 mendatang. Hal ini dikarenakan panitia akan mempersiapkan penerbitan buku antologi puisi dan sertifikat pemenang. Hadiah berupa uang, buku antologi dan sertifikat hanya diperuntukkan untuk tiga pemenang terbaik. Jika peserta lainnya yang ingin mendapatkan buku antologi yang kami terbitkan silahkan menghubungi panitia pelaksana atas nama Halvika Padma (083181565044) dan akan dikenakan biaya cetak buku dan pengiriman buku. Kepada tiga peserta puisi terbaik diharapkan segera melakukan konfirmasi kepada panitia atas namaYosefintia Sinta (085288609699) untuk memastikan rekening dan alamat pengiriman nantinya. Salam kopi andalas, salam sastra.

Padang, 31 Januari 2013.12:54 PM

Alamat Media dan Teknik Pengiriman Naskah

Published / by Pringadi As / Leave a Comment

Hal pertama yang harus diperhatikan seorang penulis sebelum mengirimkan cerpen/puisi ke suatu media adalah kecenderungan tema cerpen/puisi yang biasa dimuat oleh media tersebut. Biasanya sejalan dengan visi dan misi media.

 

Majalah Ummi, Tabloid Nova, tentu tidak akan memuat cerpen dengan tema remaja yang lagi patah hati dengan gaya tutur gaul seperti loe, gue, apalagi memuat kisah peri hijau dan cinderella. Begitu pula Majalah Bobo, mustahil menerima cerpen dengan tema keluarga dan rumah tangga.
Naskah diketik dalam MS Word, kertas A4, Times New Roman 12, line spacing 1.5, maksimal 10.000 karakter termasuk spasi—tergantung media, disimpan dalam format RTF (Rich Text Format), dan dikirim via fileattachment.
Jangan lupa di bagian akhir naskah cantumkan nomer rekening Anda untuk pengiriman honor—jika dimuat, NPWP (nomor pokok wajib pajak—bagi yang sudah punya), alamat email, dan nomer hp.
Pada subjek email untuk pengiriman cerpen ditulis CERPEN: JUDUL CERPEN .
Tulis pengantar singkat-padat-jelas pengiriman cerpen pada badan email. Dan, akan lebih baik jika dalam pengantar ditegaskan tentang lama status cerpen yang dikirim.
“Jika setelah DUA BULAN cerpen ini belum dimuat, maka akan saya kirim ke media lain….”
Selesai.
Tarik nafas dalam-dalam, ucapkan syukur karena telah menyelesaikan sebuah cerpen/puisi dan mengirimkannya ke media. Berdoalah semoga layak muat dan dikirim honornya jika dimuat. Amin.
Dan, teruslah (belajar) menulis kreatif lebih baik lagi!
 .
Selatan Jakarta, Gatsu 52-53 Lt.14
17 Januari 2012 09:29 WIB
.
Contoh pengantar pengiriman.
.
Dari                   : Saroni Asikin
Kepada            : sastra@jawapos.co.id Jawapos
Dikirim             : Kamis, 15 September 2011 5:25
Judul                 : Cerpen STRIPTEASE DI JENDELA–Saroni Asikin
.
Semarang, 15 September 2011
Kepada
Yth. Redaktur Cerpen Jawa Pos
di tempat.
Dengan hormat,
Bersama ini saya kirimkan sebuah cerpen saya bertajuk “STRIPTEASE DI JENDELA” (dalam Lampiran). Saya sangat berharap cerpen ini Anda baca dan kelayakan pemuatannya sepenuhnya hak Anda. Atas pembacaan dan pertimbangan Anda, saya ucapkan terima kasih.
Hormat saya,
Saroni Asikin
saroniasikin@yahoo.co.id
Tlp. 08xxxxxxxxxx
Rekening Bank Xxxxxxx Nomor Xxxxxxxxxxxxx a.n. Saroni Asikin
.
.
BERIKUT alamat-alamat email redaksi koran, majalah, jurnal dan tabloid yang menerima kiriman CERPEN/PUISI. Anda yang mengetahui info terkini terkait alamat-alamat email redaksi dan honor pemuatan cerpen/puisi dimohon bantuannya dengan menuliskannya pada komentar Anda. Terima kasih.

1. Kompas

opini@kompas.co.id, opini@kompas.com
Honor cerpen Rp. 1.400.000,- (tanpa potong pajak), honor puisi Rp. 500.000,- (tanpa potong pajak–referensi Esha Tegar Putra), biasanya 2-3 hari setelah pemuatan, honor sudah ditransfer ke rekening penulis.

2. Koran Tempo
ktminggu@tempo.co.id
Honor cerpen tergantung panjang pendek cerita, biasanya Rp. 700.000,-  honor puisi Rp. 600.000,- (pernah Rp. 250.000,- s/d Rp. 700.000, referensi Esha Tegar Putra), ditransfer 2 mingguan setelah pemuatan.

3. Jawa Pos
ari@jawapos.co.id
Honor cerpen Rp 900.000 – Rp. 1.000.000,- (potong pajak), honor puisi Rp. 500.000,- (referensi Isbedy Stiawan Zs), ditransfer 1-2 minggu setelah cerpen/puisi dimuat.

4. Suara Merdeka
swarasastra@gmail.com
Kirimkan cerpen, puisi, esai sastra, biodata, dan foto close up Anda. Cerpen maksimal 10.000 karakter termasuk spasi. Honor cerpen Rp. 300.000,- (potong pajak), honor puisi Rp. 190.000,- (tanpa potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen. Bisa diambil langsung ke kantor redaksi atau kantor perwakilan redaksi di kota Anda—jika ada.

5. Media Indonesia
cerpenmi@mediaindonesia.com, cerpenmi@yahoo.co.id
Naskah cerpen maksimal 9.000 karakter. Honor pemuatan cerpen Rp. 500.000,-  dipotong pajak. (referensi dari Yetti A.Ka, Benny Arnas, Sungging Raga, dkk)

6. Republika
sekretariat@republika.co.id
Tidak ada pemberitahuan dari redaksi terkait pemuatan cerpen. Sudah lama tidak memuat puisi. Honor cerpen Rp. 400.000,- (potong pajak), tetapi—pengalaman beberapa rekan penulis, harus sabar menagih ke redaksi beberapa kali agar segera cair alias agak susah cair honornya.

7. Suara Karya
ami.herman@yahoo.com (email terbaru, diinformasikan redakturnya di grup CC)
Menurut redakturnya honor cerpen Suara Karya sudah naik jadi Rp. 250.000,- (tanpa potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

8. Jurnal Nasional
tamba@jurnas.com, witalestari@jurnas.com
Honor cerpen Rp. 400.000,- (potong pajak), hubungi redaksi viaemail/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

9. Pikiran Rakyat
khazanah@pikiran-rakyat.com
Honor cerpen Rp. 300.000,- (potong pajak), hubungi bagian keuangan via telepon untuk konfirmasi pencairan honor setelah 2-3 hari dimuat, honor ditransfer 2-3 minggu setelah konfirmasi, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

10. Tribun Jabar
cerpen@tribunjabar.co.id, hermawan_aksan@yahoo.com
Selain ada cerpen berbahasa Indonesia setiap Minggu, juga ada cerpen bahasa Sunda setiap hari Kamis bersambung Jumat. Honor cerpen Rp. 200.000,- (tanpa potong pajak). Honor ditransfer 3 hari atau 1 minggu setelah dimuat.

11. Kedaulatan Rakyat
naskahkr@gmail.com, jayadikastari@yahoo.com
Panjang cerpen maksimal 5.000 karakter dengan spasi. Honor cerpen Rp. 400.000,-

12. Joglo Semar (Yogyakarta)
harianjoglosemar@gmail.com
Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

13. Minggu Pagi (Yogyakarta)
we_rock_we_rock@yahoo.co.id
Terbit seminggu sekali setiap Jumat. Honor cerpen Rp. 150.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

14. Radar Surabaya
radarsurabaya@yahoo.com, diptareza@yahoo.co.id
Honor cerpen Rp. 200.000,- (potong pajak) . Honor cair seminggu setelah dimuat.

15. Lampung Post
lampostminggu@yahoo.com
Menerima cerpen, puisi, dan esai. Honor cerpen Rp. 200.000,- Honor puisi kalau tak salah juga Rp. 200.000,- Sekarang honor sudah ditransfer langsung oleh bagian keuangan, paling lambat 1 minggu setelah dimuat. Jika belum, silakan email bagian keuangan di emil_lampost@yahoo.com

16. Padang Ekspres
yusrizal_kw@yahoo.com, cerpen_puisi@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 100.000,- s/d Rp. 125.000,- honor puisi Rp. 75.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen, bisa diambil langsung, atau minta tolong teman mengambilkan honor ke kantor redaksi.

17. Haluan (Padang)
nasrulazwar@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 150.000,- honor puisi Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

18. Singgalang (Padang)
hariansinggalang@yahoo.co.id, a2rizal@yahoo.co.id
Honor cerpen Rp. 50.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

19. Riau Pos
budayaripos@gmail.com, kabut.azis@gmail.com
Honor cerpen Rp. 150.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

20. Analisa (Medan)
rajabatak@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

21. Sinar Harapan
redaksi@sinarharapan.co.id, blackpoems@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

22. Jurnal Cerpen Indonesia
jurnalcerpen@yahoo.com, jurnalcerita@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 250.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

23. Majalah Horison
horisoncerpen@gmail.com, horisonpuisi@gmail.com
Honor cerpen Rp. 350.000,- honor puisi tergantung berapa jumlah puisi yang dimuat, biasanya dikirimi majalahnya sebagai bukti terbit. Hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi, dan kadang honor dikirim via wesel jika tidak ada nomer rekening.

24. Majalah Esquire
cerpen@esquire.co.id
Honor cerpen Rp. 800.000,- (potong pajak). Jika akan dimuat ada konfirmasi dari redaksi.

25. Majalah Sabili
Menurut informasi, majalah ini sudah tidak terbit lagi sejak Oktober 2013.


26. Majalah Suara Muhammadiyah
redaksism@gmail.com
Honor cerpen Rp. 150.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

27. Majalah Ummi
kru_ummi@yahoo.com
Tema cerpen seputar keluarga dan rumah tangga. Honor cerpen Rp. 250.000,- (dipotong pajak) ditransfer paling telat satu bulan setelah pemuatan. Ada konfirmasi jika akan dimuat.

28. Majalah Kartini
redaksi_kartini@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 350.000,- Sekarang honor ditransfer ke rekening penulis sekitar 3 bulanan atau jika belum juga silakan hubungi redaksi via email atau sosial media Kartini. Ada konfrimasi jika akan dimuat.

29. Majalah Alia
majalah_alia@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 300.000,- Ada konfirmasi pemuatan.

30. Majalah Femina
kontak@femina.co.id
Honor cerpen Rp. 850.000,- dan cair seminggu setelah dimuat. Ada konfirmasi jika akan dimuat dan menanda-tangani surat pernyataan keaslian karya di atas matrai.

31. Majalah Sekar
OTT – Menurut kabar yang beredar majalah ini tidak terbit lagi mulai November 2013.

32. Majalah Story
Kabar dari Mbak Erin selaku Editor Majalah Story, Majalah ini tidak lagi terbit.

33. Majalah Gadis
GADIS.Redaksi@feminagroup.com
Tema cerpen khas ala remaja/teenlit. Honor untuk Percikan (cerpen mini tiga halaman) Rp. 500.000,- Honor untuk Cerpen Rp. 800.000,- ditransfer 1 bulanan setelah majalah terbit.

34. Majalah Annida-online
majalah_annida@yahoo.com
Ada konfirmasi pemuatan cerpen via email redaksi Annida-online. Honor cerpen Rp. 70.000,-  maksimal sebulan setelah pemuatan honor sudah ditransfer.

35. Majalah Bobo
bobonet@gramedia-majalah.com
Honor cerpen Rp. 250.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

36. Kompas khusus Cerpen Anak
opini@kompas.co.id, opini@kompas.com
Pada subjek email ditulis CERPEN ANAK: JUDUL CERPEN. Honor cerpen Rp. 300.000,- Resensi buku anak honor Rp. 250.000,- Honor cair tiga hari setelah pemuatan.

37. Tabloid Nova
nova@gramedia-majalah.com
Honor cerpen Rp. 388.000,- Honor ditransfer sebulan setelah dimuat.

38. Tabloid Cempaka (Jawa Tengah)
redaksi@tabloidcempaka.com
Naskah tidak lebih dari 5 halaman dengan spasi ganda. Honor cerpen Rp 135.000, harus ditagih ke redaksi. Ada konfirmasi pemuatan.

39. Inilah Koran (Jawa Barat)

inilahkoran@inilah.com, redaksijabar@inilah.com
Honor: 100.000 (mhasiswa)-150.000(umum). Lebih baik minta dicairkan pada teman yang berdomisili di Bandung.

40. Majalah HAI (Majalah Cowok)
cerpen_hai@yahoo.com
Dengan spesifikasi: panjang tulisan maksimal 6000 karakter (berikut spasi).
6000 – 9000 karakter, ketik 2 spasi, kertas folio/A4 format rtf.
Kirim via e-mail dengan subjek CERPEN
Terbit tiap Senin.

41. Majalah Aneka Yes!
Kabar sedih beredar seminggu lalu di jejaring sosial twitter, kalau majalah remaja yang sudah melahirkan banyak penulis populer dan artis muda ini tidak terbit lagi. Hiks. Semakin banyak media cetak yang tak bisa bertahan di tengah gempuran dunia digital.


42. Majalah CHIC
cerpen_chic@yahoo.co.id
Cerpen metro-pop, ketik 2 spasi. Atau Maks. 9rb CWS halaman A4

43. Tabloid Gaul
Dapat kabar dari Mas Gusur Adhikarya bahwa Tabloid Remaja ini telah tutup. Dan mungkin, masih kata Mas Gusur Adhikarya, mungkin suatu saat akan bangkit lagi.

44. Majalah Kawanku
cerpenkawanku@gmail.com
Cerpen remaja, maks. 8 halaman A4, ketik 2 spasi.
Cantumkan identitas lengkap, alamat, dan nomor rekening
Jika 3 bulan tidak dimuat, berarti cerpen tak layak muat.



45. Wonder Teens
majalah.teen@gmail.com, majalah.teen2@gmail.com
Cerpen teenlit, maks. 6 hal A4, ketik1,5 spasi.

46. Majalah Pesona.
 pesona@feminagroup.com
Panjang cerpen 10.000-an karakter dengan 2 spasi, honor sekitar Rp 850.000

47. Gogirl! Magazine
Cerpen belum pernah muncul di media lain. Font size 8, spasi single, maksimal 2,5 halaman ukuran letter/kwarto.
kirim ke: bunga@gogirlmagazine.com
subject: cerpen
honor Rp 500.000
kalau udah 4 bulan nggak ada e-mail balasan dari Gogirl! bahwa cerpen kamu bakal dimuat, you are free to use it for another ocassion.

CATATAN:
Jika teman-teman mengetahui ada perubahan pada alamat email media di atas, silakan mengupdatenya di kolom komentar. Silakan juga menambahkan alamat email beberapa media yang belum terdaftar di sini

70 Kata-Kata Sok Bijak Mereka

Published / by Pringadi As / Leave a Comment

 12609_10200402722500650_954620407_n

1. Marah itu gampang. Tapi marah kepada siapa, dengan kadar kemarahan yang pas, pada saat dan tujuan yang tepat, serta dengan cara yang benar itu yang sulit. (Aristoteles)

2. Kesakitan membuat Anda berpikir. Pikiran membuat Anda bijaksana. Kebijaksanaan membuat kita bisa bertahan dalam hidup. (John Pattrick).3. Jangan pernah melupakan apa pun yang dikatakan seseorang ketika ia marah, karena akan seperti itu pulalah perlakuannya pada Anda. (Henry Ward Beecher)

4. Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat. (Winston Chuchill)

5. Bakat terbentuk dalam gelombang kesunyian, watak terbentuk dalam riak besar kehidupan. (Goethe)

6. Secara teoritis saya meyakini hidup harus dinikmati, tapi kenyataannya justru sebaliknya – Karena tak semuanya mudah dinikmati. (Charles Lamb)

7. Orang yang menginginkan impiannya menjadi kenyataan, harus menjaga diri agar tidak tertidur. (Richard Wheeler)

8. Bila Anda ingin bahagia, buatlah tujuan yang bisa mengendalikan pikiran, melepaskan tenaga, serta mengilhami harapan Anda, (Andrew Carnegie).

9. Kita hanya berfikir ketika kita terbentur pada suatu masalah. (John Dewey)

10.Kesalahan orang lain terletak pada mata kita, tetapi kesalahan kita sendiri terletak di punggung kita. (Ruchert)

11.Yang baik bagi orang lain adalah selalu yang betul-betul membahagiakannya. (Aristoteles)

12.Semua yang riil bersifat rasional dan semua yang rasional bersifat riil. (Hegel)

13.Sebelum menolong orang lain, saya harus dapat menolong diri sendiri. Sebelum menguatkan orang lain, saya harus bisa menguatkan diri sendiri dahulu. (Petrus Claver)

14.Lebih baik bertempur dan kalah daripada tidak pernah bertempur sama sekali. (Arthur Hugh Clough)

15.Hidup adalah lelucon yang baru saja dimulai. (W.S. Gilbert)

16.Orang yang bisa menggunakan dan menyimpan uang adalah orang yang paling bahagia, karena ia memiliki kedua kesenangan. (Samuel Johnson)

17.Kebijaksanaan tidak pernah berbohong. (Homer)

18.Tuhan sering mengunjungi kita, tetapi kebanyakan kita sedang tidak ada di rumah. (Joseph Roux)

19.Seorang pendengar yang baik mencoba memahami sepenuhnya apa yang dikatakan orang lain. Pada akhirnya mungkin saja ia sangat tidak setuju, tetapi sebelum ia tidak setuju, ia ingin tahu
dulu dengan tepat apa yang tidak disetujuinya. (Kenneth A. Wells)

20.Seorang pria sudah setengah jatuh cinta kepada wanita yang mau mendengarkan omongannya dengan penuh perhatian. (Brenden Francis)

21.Kebahagian hidup yang sebenarnya adalah hidup dengan rendah hati. (W.M. Thancheray)

22.3×25 Watt ≠ 75 Watt
Sebuah bola lampu berukuran 75 watt kelihatan bersinar lebih terang dibandingkan dengan tiga buah bola lampu 25 Watt yang dinyalakan bersamaan.

23.Dari semua hal, pengetahuan adalah yang paling baik, karena tidak kena tanggung jawab maupun tidak dapat dicuri, karena tidak dapat dibeli, dan tidak dapat dihancurkan. (Hitopadesa)

24.Bila orang mulai dengan kepastian, dia akan berakhir dengan keraguan. Jika orang mulai dengan keraguan, dia akan berakhir dengan kepastian. (Francis Bacon)

25.Cuma sedikit orang yang menginginkan kebebasan, kebanyakan hanya menginginkan seorang tuan yang adil. (Gaius Sallatus Crispus)

26.Tak diinginkan, tak dicintai, tidak diperhatikan, dilupakan orang, itu merupakan derita kelaparan yang hebat, kemiskinan yang lebih besar daripada orang yang tak bisa makan. Kita harus saling merasakan hal itu. (Ibu Teresa)

27.Pengalaman bukan saja yang telah terjadi pada diri Anda. Melainkan apa yang Anda lakukan dengan kejadian yang Anda alami. (Aldous Huxley)

28.Dunia adalah komedi bagi mereka yan memikirkannya, atau tragedi bagi mereka yang merasakannya. (Harace Walpole)

29.Saya percaya kata managing berarti memegang burung dara di kepalan tangan. Kalau terlalu kencang ia akan mati. Tapi bila terlalu kendur, bisa terlepas. (Tommy Lasorda)

30 Sejarah manusia merupakan tanah pemakaman dari kebudayaan-kebudayaan yang tinggi, yang rontok karena mereka tidak mampu melakukan reaksi sukarela yang terencana dan rasional untuk menghadapi tantangan. (Erich Fromm)

31.Kemajuan merupakan kata yang merdu. Tetapi perubahanlah penggeraknya dan perubahan mempunyai banyak musuh. (Robert F. Kennedy)

32.Kita mengajarkan disiplin untuk giat, untuk bekerja, untuk kebaikan, bukan agar anak-anak menjadi loyo, pasif, atau penurut. (Maria Montessori)

33.Tugas dan pendidikan ialah mengusahakan agar anak tidak mempunyai anggapan keliru bahwa kebaikan sama dengan bersikap loyo dan kejahatan sama dengan bersikap giat. (Maria Montessori)

34.Kemampuan menertibkan keinginan merupakan latar belakang dari watak. (John Locke 1632-1704)

35.Kebahagian dari setiap negara lebih bergantung pada watak penduduknya daripada bentuk pemerintahannya. (Thomas Chandler Haliburton 1796-1865)

36.Menyikat lantai dan mencuci pispot sama mulianya seperti menjadi presiden. (Richard M. Nixon)

37.Jangan pernah membanting pintu, siapa tau kita harus kembali. (Don Herold)

38.Diplomat ialah orang yang selalu ingat pada ulang tahun seorang wanita tetapi tidak pernah ingat berapa umur wanita itu. (Robert Frost)

39.Orang yang paling tidak bahagia ialah mereka yang yang paling takut pada perubahan. (Mignon McLaughlin)

40.Kalau manusia berangsur menjadi tua, umumnya ia cendrung menetang perubahan, terutama perubahan ke arah perbaikan. (John Steinbeck)

41.Selama hidup saya yang sudah 87 tahun ini, saya telah menyaksikan serentetan revolusi teknologi. Tetapi tidak satu pun diantaranya yang tidak membutuhkan watak yang baik atau kemampuan untuk berfikir. (Bernard M. Baruch)

42.Pendidikan mempunyai akar yang pahit, tapi buahnya manis. (Aristoteles)

43.Pendidikan mengembangkan kemampuan, tetapi tidak menciptakannya. (Voltaire)

44.Pendidikan yang baik tidak menjamin pembentukan watak yang baik. (Fonttenelle)

45.Setelah makan, pendidikan merupakan kebutuhan utama rakyat. (Danton)

46.Kerendahan hati disukai orang-orang terkenal. Namun orang yang bukan apa-apa sulit untuk rendah hati. (Paul Valěry)

47.Emansipasi merupakan seni untuk berdiri di atas kaki sendiri namun dipeluk tangan orang lain. (Alex Winter)

48.Sebelum menikah saya mempunyai enam teori tentang bagaimana mendidik anak. Kini saya mempunyai enam anak dan tidak mempunyai teori. (John Wilmot, Earl of Rochester 1647-1680)

49.Kebahagiaan itu seperti batu arang, ia diperoleh sebagai produk sampingan dalam proses pembuatan sesuatu. (Aldous Huxley)

50.Dari pesawat terbang yang saya cintai, saya melihat ilmu pengetahuan yang saya puja memusnahkan kebudayaan, padahal saya mengharapkan mereka dimanfaatkan untuk kebudayaan. (Charles A. Lindbergh, Jr.)

51.Harapan adalah tiang yang menyangga dunia. (Pliny the Elder)

52.Alat penghemat kerja yang paling populer sampai saat ini masih tetap suami yang berada. (Joey Adams)

53.Seorang arkeolog merupakan suami yang terbaik yang bisa diperoleh wanita; makin tua si istri, makin besar minat suami terhadapnya. (Agatha Cristie)

54.Saya lebih suka lamunan untuk masa akan datang daripada sejarah masa lalu. (Thomas Jefferson 1743-1826)

55.Jangan memberi nasehat kalau tidak diminta. (Erasmus)

56.Manusia mudah dibohongi oleh orang yang dicintainya. (Molire)

57.Sebelum menulis, belajarlah berpikir dulu. (Boileau)

58.Orang yang berjiwa cukupan, merasa bisa menulis dengan hebat. Orang yang berjiwa besar merasa bisa menulis cukupan. (La Bruyère)

59.Kemenangan yang paling indah adalah bisa menaklukkan hati sendiri. (La Fontaine)

60.Tidak ada yang selembut dan sekeras hati. (G.C. Lichtenberg)

61.Lebih baik mengerti sedikit daripada salah mengerti. (A. France)

62.Orang memerlukan dua tahun untuk berbicara, tetapi limapuluh tahun untuk belajar tutup mulut. (Ernest Hemingway)

63.Penulis buku jarang intelektual. Intelektual ialah mereka yan berbicara tentang buku yang ditulis orang lain. (Françoise Sagan)

64.Orang yang mencemarkan udara dengan pabriknya dan anak ghetto yang memecahkan kaca etalase toko menunjukkan hal yang sama. Mereka tidak peduli pada orang lain. (Dhaniel Patrick Moynihan)

65.Mereka yang bermimpi di siang hari akan lebih menyadari bahaya yang luput dari penglihatan mereka yang mimpi di malam hari. (Edgar Allen Poe)

66.”Mulai” adalah kata yang penuh kekuatan. Cara terbaik untuk menyelesaikan sesuatu adalah, “mulai”.Tapi juga mengherankan, pekerjaan apa yang dapat kita selesaikan kalau kita hanya memulainya. (Clifford Warren)

67.Saya tak hanya menggunakan semua kecerdasan yang dimiliki otak melainkan juga yang dapat saya pinjam. (Woodrow Wilson)

68.Yang kalah adalah wujud hukuman atas kegagalan. Pemenang adalah penghargaan atas kesuksesannya. (Bob Gilbert)

69.Bila Anda mengatakan apa yang Anda pikirkan, jangan harap hanya mendengar apa yang Anda sukai. (Malcom S. Forbes)

70.Kesulitan itu ibarat seorang bayi. Hanya bisa berkembang dengan cara merawatnya. (Douglas Jerrold)

Puisi Pringadi Abdi Surya, diterjemahkan oleh John H. McGlynn

Published / by Pringadi As / Leave a Comment

12609_10200402722500650_954620407_nThe Last Rain in Memory

I will set aside this mist for you
until the time comes to meet
for leaves have only just begun to grow
after the curse of a century of drought
for my failure as a man to turn stones
into gold

an elderly alchemist named khidir
who disappeared into eternity
left a message for me:

even one drop of the bitter rain that fell that evening
is capable of becoming a new world

no one knows, I’ve even concealed my shadow
in that old and windowless house
and that I’m looking now for other shadows
cast by a woman with reddened lips

upon seeing her, the rain will lessen
and everyone will begin to affirm the feeling of pain

I will set aside this mist for you
until the time comes to meet
and the leaves that are styudying to write down names
don’t come to know how your name is spelled

as death or as love

(2014)

John H. McGlynn adalah seorang penerjemah dan editor berkebangsaan Amerika yang telah tinggal di Indonesia sejak 1976.Selain sebagai Ketua Lontar[10], ia juga menjadi editor Indonesia untuk Manoa, jurnal kesusastraan dari Universitas Hawaii , sekaligus menjadi editor tamuWords Without Borders.[1] Ia adalah anggota Komisi Internasional dariIKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia), PEN International-New York, dan The Association of Asian Studies