Asumsi Makro Ekonomi 2018

Jumat lalu, pemerintah resmi menyampaikan kerangka makro ekonomi dan pokok-pokok kebijakan fiskal tahun anggaran 2018. Berikut adalah asumsi makro pada RAPBN 2018:

1. Pertumbuhan ekonomi: 5,4%-6,1%
2. Inflasi: 3,5% plus minus 1%
3. Nilai Tukar Rupiah: Rp13.500-Rp13.800 per USD
4. Suku Bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan: 4,8%-5,6%
5. Asumsi Harga Minyak: USD45 – USD60 per barel
6. Lifting Minyak: 771-815 ribu barel per hari
7. Lifting Gas: 1.194-1.235 ribu barel setara minyak per hari.

Selain itu, pemerintah juga menargetkan tingkat pengangguran pada tahun 2018 di kisaran 5,1% sampai 5,4%. Di dalam RAPBN 2017, tingkat pengangguran diproyeksikan diproyeksikan antara 5,3%-5,6%. Tingkat kemiskinan juga dipatok turun dengan asumsi penurunan tingkat kemiskinan mencapai 9-10% pada 2018. Tingkat kesejahteraan masyarakat juga ditargetkan semakin meningkat, tercermin pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencapai 71,38 dan Rasio Gini tahun depan ditargetkan menjadi 0,38%.

Setidaknya ada 4 tantangan yang akan dihadapi dalam pengelolaan fiskal untuk mencapat target-target tersebut. Pertama, pemerintah perlu memperkuat ruang fiskal untuk menjaga ketahanan ekonomi dengan menopang belanja produktif dan prioritas. Kedua, memperkuat kualitas belanja untuk menstimulasi perekonomian sekaligus mewujudkan kesejahteraan. Dan ketiga, pemerintah perlu meningkatkan efektivitas bantuan sosial dan subsidi serta transfer ke daerah untuk mengakselerasi pengurangan angka kemiskinan dan kesenjangan. Keempat, tetap menjaga keberlanjutan fiskal (fiscal sustainibility) dan memperkuat fondasi kebijakan ekonomi.

Rencananya, pemerintah akan menempuh tiga strategi utama melalui optimalisasi pendapatan negara, yakni menjaga iklim investasi, efisiensi belanja dan peningkatan belanja produktif untuk mendukung program prioritas, serta mendorong pembiayaan yang efisien, inovatif, dan berkelanjutan.

Comments

comments