Aku Menyalakan Lilin Untukmu

aku merindukan mati lampu supaya kita dapat berpelukan
di sekitar lilin yang baru dinyalakan
bersama kita memainkan bayangbayang
dan menyaksikan dinding bak layar bioskop dengan film baru tayang

aku menciptakan seekor elang
yang mengepakkan sayapnya pedih
setelah menghabiskan sekepal daging sidharta
cakarnya yang biasa gigih menjadi letih
kau menyebut cakar itu hatiku
lalu tanganmu menyalak, menjadi anjing penjaga

aku telah lama meninggalkan rumah
kau telah lama menungguku pulang

aku merindukan mati lampu terutama
bila hujan turun di antara dua orang kasmaran
aku akan melihat nyala lilin itu tergoda
melepaskan diri dari sumbu ketimbang selalu disalahkan
di antara kita, siapa saja boleh mengaku salah
juga boleh mengaku saling kasmaran

aku tidak tahu mana yang mendekati kebenaran
aku tidak tahu mana yang benar kurindukan

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *