5 Hal Menarik dari Curug Cikuluwung Alias Curug idas

Curug Cikuluwung alias Curug Idas adalah curug di Pamijahan, Bogor yang ngehits dalam setahun terakhir. Curug ini memiliki keunikan dan kemenarikan tersendiri yang tidak dimiliki curug lain. Mau tahu apa saja?

Curuh Cikuluwung Kolam 3

ASAL NAMA CURUG CIKULUWUNG

Dinamakan Curug Cikuluwung karena curug ini terletak pada aliran sungai Cikuluwung. Sungai ini cukup lebar dan berhulu di Gunung Salak.

Curug Cikuluwung sering disebut Curug Idas, meski warga sekitar tidak menginginkan curug ini disebut demikian. Dahulu, ada seorang warga yang tenggelam di curug tersebut. Nama panggilannya Idas.

DUA CURUG DI CIKULUWUNG

Curug Cikuluwung 1

Ada dua curug di sini. Curug Cikuluwung 1 dan 2. Nah, di Cikuluwung 1 ada 3 kolam. Di kolam 1, kita tidak boleh berenang, meskipun memakai pelampung. Di kolam 1 inilah, dulu pernah ada yang tenggelam. Menurut keterangan penjaganya, di kolam 1 terdapat pusaran air yang menyedot kita, dan belum diketahui kedalamannya. Di dekat kolam 1 juga sebenarnya ada goa kecil tempat bersarangnya burung walet.

Curug Cikuluwung 2

Cikuluwung 2 memiliki area kolam yang sangat luas. Letaknya tak jauh dari kolam 1, mengikuti aliran yang sama. Sayang, untuk ke Cikuluwung 2 kita harus keluar dulu dan memasuki pintu yang berbeda. Curug Cikuluwung 2 ini akan terlihat sangat dahsyat apabila debit airnya banyak. Sayangnya, pas aku ke sana, debit airnya kecil 🙁 Untungnya kita boleh berenang di sini asal memakai pelampung.

PANTANGAN DI CURUG CIKULUWUNG

Ada hal yang harus kamu ketahui bahwa di curug ini kita tidak boleh memakai pakaian berwarna merah.  Mengingatkan kembali, tidak boleh berenang ya di kolam 1.

Selain itu, jam operasional di sini tidak bisa ditawar. Setengah 12 hingga setengah 11 siang semua orang tidak boleh berada di dalam air. Pesan sesepuh di sana demikian. Menurut keterangan warga, itu jamnya makan dan shalat. Penghuni curug tidak menyukai orang yang masih bermain pada jam tersebut.

CURUG CIKULUWUNG SANGAT INSTAGRAMABLE

Curug Cikuluwung

Curug Cikuluwung 1 diapit oleh 2 tebing bebatuan yang sangat eksotis. Pada waktu tertentu, air di sini akan terlihat hijau kebiruan. Datang pagi sekali sebelum ramai, pasti kau akan temukan curug yang indah sekali.

Bagi orang yang punya mata batin, katanya bebatuan yang tersusun rapi itu adalah kursi-kursi kerajaan Mulawarman. Tebing-tebing yang mengapitnya juga berbentuk ukiran yang sangat indah.

Sementara di Curug Cikuluwung 2, pose berenang mengapung, diambil dari atas bebatuan akan sangat menawan. Kolamnya yang hijau dan luas menjadi daya tarik tersendiri.

Rute Treking yang Terjal

Untuk menuju curug Cikuluwung 1 dan 2, rute yang harus dilalui memang tidak terlalu jauh. Namun, rutenya sangat terjal. Di beberapa titik bahkan sudut elevasinya lebih dari 45 derajat.

Kamu perlu sangat hati-hati dan tolong, jangan pakai sandal jepit. Sangat licin ketika hendak turun menuju curug.

Untungnya di satu sisi, disediakan pegangan tangan yang terbuat dari bambu.

Jadi, perlu diperhatikan kondisi tubuhmu. Harus fit untuk bisa turun ke curug, ya.


Catatan

Buat kamu yang hendak ke Curug Cikuluwung, Curug Cikuluwung terletak di Kampung Sukaasih, Desa Cibitung Wetan, Kecamatan Pamijahan, Bogor. Aksesnya mudah dijangkau, dari arah Dramaga IPB atau Terminal Bubulak naik angkot jurusan Leuwiliang atau Jasingan, turun di pertigaan Cemplang lalu naik angkot jurusan Parabakti Pamijahan, turun di Pangkalan Ojek Sukaasih kemudian naik ojek sampai ke lokasi.

Dahulu curug ini gratis, namun sekarang tarifnya cukup mahal. Untuk masuk ke curug ini, per curug dikenakan Rp30 ribu sudah dengan pelampung. Begitu sampai di parkiran biasanya ada anak kecil yang cekatan mengantarmu ke pintu masuk. Anak-anak itu juga minta diberi tips. Hehe.

Lokasi ini sudah dikomersialisasi sedemikian rupa demi kesejahteraan warganya. Namun, untungnya, kita tidak dilepas begitu saja. Di Curug juga banyak penjaganya yang mengawasi keselamatan kita.

Cobalah datang ke curug ini, tapi saranku jangan pada hari libur. Kalaupun hari libur, datanglah pagi-pagi sekali. Ramainya bukan main!

Sumber foto

  1. Featured Image dari Fatahilaharis
  2. Foto paling bawah dari IG @idhayhidayat

Selain itu, foto sendiri.

Comments

comments

20 thoughts on “5 Hal Menarik dari Curug Cikuluwung Alias Curug idas”

  1. Wih… di Bogor banyak sekali curug keren ya, Mas Pring, Jadi ingin segera ke sana. Tapi ini memang tempatnya bagus sekali. Apalagi dengan tebingnya itu, keren sekali.
    Dan setiap tempat itu memang ada pantangan juga ya, kayak Curug ini dilarang pakai baju merah. Tapi itu di foto ada pakai jaket merah ya, Mas hehehe.

  2. Masyaallah, bener-bener Instagramable banget ya…cocok juga buat yang suka bikin video atau short movie, kayak di negerinya Elf, hihi
    Apalagi yang tebing batu-batuannya itu, halus dan pantulan cahayanya bagus banget

  3. Ihh seger sekali sih itu liat airnya yg mengalir bener2 warnanya samar hijau ke biru2an ya mas hehee
    Ternyata ada sisi mistisnya di balik keindahan Curug Cikuluwung ya mas, ya mungkin hal itu supaya masyarakat yg datang bisa punya etika saat mengunjungi wisata ini. hehehe
    TFS Mas

  4. Keren banget spot-spot foto di curug ini yah kak… Di Bogor lagi, deket lah yah dari Jakarta. Bisa jd salah satu destinasi wisata taun depan nih 🤗

  5. Wah, nama almarhum dijadikan nama curug juga…
    Saya jadi ingat stadium di Jepara, entah apa namanya dulu. Kemudian berganti nama menjadi Stadium Kamal Junaidi, karena beliau meninggal di Lapangan saat tanding

  6. Baru tahu lho Curug Cikuluwung karena curug ini terletak pada aliran sungai Cikuluwung, plus baru dengar dan langsung jatuh hati dengan curung satu ini. Kapan bisa kesana ya?

  7. Seru deh!
    Liburan ala mas Pring ini ke curug terus. Bisa menyatu dengan alam ya..

    Btw aku suka sama tekstur bebatuan’a. Ternyata itu rapi karena peninggalan kerajaan Mulawarman ya.

    Oia, alasan gak boleh pake baju merah kayanya belum tersampaikan dalam tulisan ini? Kenapa ya?? Kepo nih!

  8. Main ke Curug seperti ini emang mesti extra hati-hati ya, dan memperhatikan larangan yang diterapkan di lokasi. Bukan apa-apa, ini Kan demi Keselamatan para pengunjung itu sendiri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *