Puisi | Dua Orang Bersahabat

dua orang palembang mengaku bersahabat
seorang tinggal di kenten laut, seorang lagi di meranjat
mereka mengaku tak perlu berada dekat
bila rindu, pohon tertinggi di kampung akan dipanjat
dan mereka akan berteriak kuat-kuat
bicara soal pindang yang sudah terhidang
dengan aroma yang bikin liur tuhan ikut menetes
di zaman itu memang belum ada telepon genggam
di zaman itu segalanya juga penuh budi dan dendam
dua orang palembang itu bersepakat
sejak masa lalu dan sampai masa depan, musi tetap cokelat
kadang-kadang mereka saling mengirim surat
segalanya mengambang di sana, juga mayat malaikat
siapa yang memanahnya, menyangkanya seekor burung jahat
dengan begitu kiamat akan datang, kiamat akan datang
bumi akan kembali, bumi akan kembali, ke zaman es!

Kritik atas Historical Cost Accounting

 

Objektivitas Akuntansi

Di dalam historical cost accounting, tujuan dari penyediaan informasi yang bemanfaat bagi pembuatan keputusan ekonomi adalah menyediakan informasi pada pengurusan fungsi manajemen meski penting, hal ini merupakan ineterpretasi yang sempit. Sejarah akuntansi menunjukkan bahwa peran lain dari akuntansi adalah untuk kebutuhan pembuatan keputusan para pengguna. Sebaliknya, pendekatan keputusan-kegunaan menyebutkan posisi yang “menatap ke depan” (forward-looking) ketimbang memperhatikan masa lalu.  Lebih jauh lagi,  informasi pada fungsi pengurusan tidak membutuhkan akuntabilitas yang ketat kepada jumlah asli yang diinvestasikan langsung atau tidak langsung oleh pemegang ekuitas. Investor juga tertarik mengetahui tentang peningkatan atau penurunan nilai investasi mereka sebagai representasi oleh aset bersih perusahaan.

Kritik atas historical cost accounting telah berulang kali didebat bahwa sistem gagal dalam menggarisbawahi fungsi dalam menyediakan informasi yang objektif. Ada banyak keputusan yang diasosiasikan dengan perekaman, pengukuran, dan pelaporan informasi bahwa sistem historical cost jauh dari objektif dan dapat dimanipulasi. Pada tahun 1998, AARF merilis Accounting Theory Monograph 10, Measurement in Financial Accounting yang mempertanyakan validitas informasi historical cost dan menyerang prinsip dasar sistem, bahwa informasi historis tidak meyakinkan dapat membangun dasar modal entitas.

 

Informasi bagi pengambilan keputusan.

Pendukung historical cost berpendapat bahwa manajer membutuhkan data historis dalam rangka mengevaluasi keputusan masa lalu mereka sebagai perenungan mereka untuk komitmen di masa depan.

Salah atau benarnya keputusan masa lalu harus dipastikan dengan apa yang terjadi di pasar. Edwards dan Bell berpendapat bahwa evaluasi yang memadai dari keputusan masa lalu harus meminta divisi dari total keuntungan dalam periode yang diberikan di antara keuntungan dari aktivitas operasi dan keuntungan dari gains (or loses) untuk mempertahankan aset atau kewajiban sementara harga mereka berubah. Lanjutnya, profit operasi dan memempertahankan gain harus dipisahkan ke dalam elemen yang diharapkan dan elemen kejutan.

Historical cost tidak memadai untuk evaluasi keputusan bisnis. Ketika aset diperoleh, historical costnya berhubungan karena mengacu pada kejadian saat ini. Bagaimanapun juga, sekali periode perolehan berlalu dan itu sudah tidak lagi kekinian dan karena itu tidak lagi konsekuensial. Profit dalam tahun yang diberikan ditujukan untuk merepresentasikan peningkatan bersih dalam nilai modal entitas tahun itu. Modal/capital dapat didefinisikan dalam berbagai cara. Misalnya, untuk bermanfaat bagi pengambilan keputusan, capital boleh berarti kapabilitas operasional perusahaan, atau kemampuan membayar perusahaan. Dalam konteks historical cost, modal adalah investasi moneter perusahaan yang orijinal.

Jika modal didefinisikan  sebagai kapabilitas operasional perusahaan, profit adalah perubahan kapabilitas operasi selama periode pelaporan.  Informasi ini berguna bagi keputusan yang berfokus pada kemampuan entitas untuk meningkatkan produksi dan untuk bersaing dengan industri pesaing di masa depan. Jika profit adalah perubahan kemampuan membayar, konsepnya modal dianggap modal finansial yang diukur dalam harga hari ini. Lagi, ini berguna karena menyediakan informasi perubahan kapasitas perusahaan untuk membayar transaksi di pasar.

Kritik bilang profit dilaporkan dengan historical cost tidak punya interpretasi yang prospektif. Informasi itu hanya retrospektif. Historical cost accounting mengadopsi konsep modal finansial (sejumlah uang yang diinvestasikan ke perusahaan) ketimbang kemampuan membayar dalam investasi. Setelah tahun akuisisi, historical cost tidak berkorelasi dengan kejadian pada tahun tersebut.

Pada biaya historis, terkadang profit menjadi overstated di saat harga naik yang dapat mengaburkan nilai sebenarnya dari kenaikan modal.

Historical cost lebih objektif dari harga saat ini tetapi kritik menyatakan relevansinya bagi pengambilan keputusan sangatlah dipertanyakan. Fakta bahwa sejumlah pengecualian menyingkap rasionalisasi itu hanyut. Sterling mencatat cost/biaya bukanlah prinsip fundamental akuntansi termasuk derivatif dari prinsip penilaian konservatisme.

 

Dasar Historical Cost

Salah satu asumsi dasar biaya historis adalah keberlanjutan usaha (going concern) di mana semua persediaan diharapkan bisa terjual dan biaya yang belum terpakai atas suatu aset akhirnya akan terpakai. Kritik terhadap pernyataan tersebut adalah bahwa tidak ada bisnis yang memiliki “indefinite life” di masa depan. Lebih masuk akal untuk berasumsi bahwa suatu bisnis tidak bertahan untuk selamanya.

 

Penandingan

            Matching concept dalam akuntansi biaya historis merupakan tandingan antara pendapatan yang dihasilkan dengan biaya yang terjadi dalam proses mendapatkan pendapatan tersebut untuk menghasilkan profit. Kritik yang terjadi adalah bahwa dalam banyak kasus, pencocokkan/penandingan antara biaya dengan pendapatan terkait secara praktik sulit dilakukan karena secara esensial praktik yang dilakukan pada umumnya adalah keputusan acak daripada analisis yang konsisten dari biaya historis.

 

Kebutuhan Investor

Telah diperdebatkan, historical cost accounting yang berfokus dalam menentukan net profit menyebabkan baik itu distorsi ataupun disembunyikannya pengungkapan penting perusahaan. Whitman dan Shubik berargumen bahwa masalah berkembang karena tujuan konvensional dari historical cost bermasalah:

  • Akuntan itu naif, pandangannya teralu sederhana atas investor dan kebutuhannya
  • Akuntan menerima cara kuno, pandangan para fundamentalis mengenai perusahaan dan pembagian mereka harus dianalisis.

Kritik terhadap akuntansi berbasis historis adalah:

  1. Investor biasanya memiliki pengetahuan yang sedikit mengenai perusahaan, manajemen, kebijakan dan tujuan, serta peluang dan masalahnya
  2. Investor memiliki peran yang pasif karena mereka tidak dalam posisi untuk mengubah cara perusahaan menggunakan sumber dayanya
  3. Investor dapat masuk dan keluar kapanpun karena kepemilikannya mudah diperjualbelikan
  4. Investor membangun pemikiran jangka pendek

Angin Segar Perkembangan Keuangan Syariah di Indonesia

Islamic Finance. Sumber: International Finance Magazine

Tidak banyak orang yang tahu, pusat keuangan syariah di Barat berada di London, Inggris. Pada tahun 2014 lalu, ada 20 bank di Inggris yang menawarkan produk keuangan syariah, sementara ada 49 produk sukuk atau obligasi syariah dengan total nilai $43 miliar. Pertumbuhan Islamic Finance begitu tinggi, mencapai 50% dibandingkan perbankan konvensional. Nilai globalnya pun mencapai $1,8 triliun.

Fakta di atas sebenarnya dengan tegas menampik isu bahwa keuangan syariah hanya diafiliasikan dengan muslim. Keuangan syariah atau Islamic Finance diminati oleh berbagai negara, tak memandang agama yang dipeluk oleh nasabah.

Populasi muslim di Indonesia berjumlah lebih dari 85 persen dari total penduduk Indonesia. Ini menjadi alasan utama, sebenarnya Indonesia adalah  pasar yang menjanjikan untuk keuangan syariah seperti Perbankan Syariah, Industri Keungan Non Bank (IKNB) Syariah, termasuk pasar modal syariah. Namun, sayangnya potensi yang begitu besar itu belum dapat dimanfaatkan dengan optimal.

Nilai Aset Keuangan Syariah di Berbagai Negara. Sumber: Islamic financial stability industry

Saat ini, Indonesia berada di posisi ke-9 sebagai negara dengan aset keuangan syariah terbesar. Masih jauh di bawah Malaysia di urutan pertama dengan total aset 415,4 miliar dolar. Hal ini sebenarnya cukup menggembirakan karena keuangan syariah di Indonesia baru berkembang dalam sekitar 25 tahun terakhir. 71,6% aset keuangan syariah pun dimiliki oleh industri perbankan syariah.

Konversi Bank Pembangunan Daerah Aceh (Bank Aceh) menjadi bank syariah pada 2016 lalu memiliki dampak strategis bagi industri perbankan syariah. Pangsa pasar (market share) perbankan syariah per April 2017 mencapai 5,32%. Aksi semacam ini bisa memicu dukungan regulator dan aksi serupa bank lain. Dalam proses, Bank Daerah NTB juga tengah melakukan konversi ke perbankan syariah.

Konversi Bank Aceh yang memiliki aset sekitar Rp20 triliun itu berbeda dari pembentukan bank syariah lainnya. Sebab, konversi punya dampak ganda. Di satu sisi, ada pengurangan aset perbankan konvensional sebesar Rp20 triliun. Di sisi lain, konversi juga menambah aset perbankan syariah sebesar Rp20 triliun. Konversi ke bank syariah berbeda dengan spin off unit usaha syariah yang tak mengurangi aset perbankan konvensional dan hanya menambah aset perbankan syariah.

Pertumbuhan aset dan market share.

Aset perbankan syariah terus mengalami pertumbuhan. Ini sudah menunjukkan bahwa perbankan syariah berada dalam tren positif, dan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan syariah terus mengalami peningkatan. Tidak perlu lagi takut menggunakan perbankan syariah dan merasa bank syariah yang tergolong baru ini lebih buruk dari konvensional. Selain sama-sama sudah dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan, bank syariah justru memiliki nilai tambah ketimbang bank konvensional, yakni lebih tidak berisiko. Beberapa bank syariah menghindari beberapa sektor yang berisiko tinggi terkena pembiayaan bermasalah atau non performing finance(NPF) yakni pertambangan, real estate, perantara keuangan dan kelistrikan.

Secara prinsip, keuangan syariah menginginkan keseimbangan antara nilai riil dan moneter. Nilai yang ditawarkan atau diinvestasikan adalah nilai yang riil, dan keuntungan bukanlah berasal dari bunga, tetapi lewat bagi hasil yang adil. Prinsip kedua, peruntukan usahanya harus yang memiliki nilai manfaat bagi manusia, dan harus sesuai syariah—memisahkan hal-hal yang diharamkan. Jadi, dalam keuangan syariah, tidak diperbolehkan berinvestasi di usaha seperti prostitusi, minuman keras, atau pun yang masih berbau spekulasi/ perjudian.

Pertumbuhan aset bank syariah ini juga menjadi angin segar untuk menjawab beberapa isu strategis yang melanda keuangan syariah di Indonesia. Perbankan syariah dengan serius memperkuat permodalan dan skala usaha serta memperbaiki efisiensi, juga memperbaiki struktur dana untuk memperluas segmen pembiayaan. Hal ini dapat mengatasi anggapan masyarakat bahwa bank syariah lebih mahal dari bank konvensional.

Berdasarkan indikator pertumbuhan yang dirilis oleh State of the Global Islamic Economy Report 2016, Indonesia juga berada di posisi ke-9 dengan nilai 38. Malaysia lagi-lagi berada di posisi pertama dengan nilai 189. Peringkat indikator ini dihitung dengan mengacu pada 4 kriteria, yakni keuangan, pemerintahan, kesadaran masyarakat, dan sosial.

Ada hal yang menarik terkait sentimen konsumen terkait keuangan syariah menggunakan penelitian berbasis sosial media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah interaksi di sosial media terkait keuangan syariah dengan jumlah 157.100. Hasilnya, Indonesia berada di posisi kedua setelah Malaysia dengan jumlah interaksi 37.500. Hal ini menyiratkan bahwa masyarakat Indonesia memiliki keingintahuan yang besar terhadap keuangan syariah.

Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) thn 2016 menunjukkan tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah nasional masing-masing sebesar 8,11% dan 11,06%. Jika dilihat secara sektoral, tingkat literasi dan inklusi perbankan syariah mencapai 6,63% dan 9,61%. Artinya, sebenarnya masyarakat sudah mulai menggunakan produk perbankan dan keuangan syariah, namun belum banyak yang paham mengenai produk perbankan dan keuangan syariah itu sendiri.

Tingkat kesadaran dan pemahaman seseorang akan suatu konsep keuangan ini memainkan peran penting dalam membentuk kepercayaan serta perilaku konsumen yang akan mempengaruhi pengambilan keputusan dalam membeli suatu produk. Semakin tinggi tingkat literasinya, semakin tinggi pula kecenderungan untuk memilih institusi dan produk keuangan syariah dibanding konvensional. Rendahnya tingkat literasi ini dapat mencerminkan perbedaan interpretasi terkait syariah yang akan berdampak pada kurangnyaharmonisasi dan pada akhirnya mempengaruhi kepercayaan masyarakat terkait keuangan syariah.

OJK terus bersosialisasi meningkatkan tingkat literasi masyarakat. Dokumentasi pribadi.

Hal itu memang telah menjadi perhatian Otoritas Jasa Keuangan yang berkomitmen penuh dalam pengembangan keuangan syariah di Indonesia. Kampanye Nasional Aku Cinta Keuangan Syariah pun digalakkan dengan salah satunya, adanya program literasi keuangan syariah bersama perbankan syariah, IKNB syariah, dan pasar modal syariah. Entitas-entitas keuangan syariah terkait pun telah melakukan berbagai terobosan strategis untuk mengatasi isu-isu yang membuat masyarakat enggan memakai produk keuangan syariah. Hingga pada akhirnya, masyarakat tahu dan memahami, bahwa keuangan syariah di Indonesia tidak berbeda dengan sistem konvensional yang lebih dulu berkembang. Keuangan syariah sama bagusnya, sama lengkapnya, dan sama modernnya, dengan nilai tambah syariah dan akhlak, sebagai bagian ketaatan seorang hamba Tuhan.

Heboh-heboh Kandungan Babi pada Mie Samyang Hingga Kenangan Kue Kering

Publik dibuat heboh oleh adanya temuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tentang adanya kandungan babi pada mie ramen asal Korea Selatan. Keempat produk yang mengandung babi itu adalah Samyang dengan nama produk U-Dong, Nongshim dengan nama produk Shin Ramyun Black, Samyang dengan nama produk Mie Instan Rasa Kimchi, dan Ottogi dengan nama produk Yeul Ramen.

Keempat produk ramen ini pun ditarik dari peredaran. Reaksi netizen pun beragam. Kecerdasan literasi ternyata mempengaruhi reaksi ini. “Buat apa pake sampe ditarik? Emang yang makan ramen itu cuma muslim? Kan bisa ditaruh di rak yang mengandung babi. Nggak usah sampe harus ditarik deh…” Banyak komentar yang seperti itu. Namun, komentar itu tidak literated. BPOM memiliki aturan, obat atau makanan yang mengandung babi harus mencantumkan keterangan tersebut di produknya. Jadi, ini bukan soal halal atau haram, tapi ketakacuhan karena tak mengindahkan aturan tersebut. Sementara, jika soal sertifikasi halal, itu adalah domainnya LPPOM Majelis Ulama Indonesia. 🙂

Reaksi keliru yang kedua adalah menganggap semua produk Samyang itu mengandung babi. Ini juga keliru. Di beberapa daerah, ada aksi-aksi yang tidak perlu seperti mensweeping semua produk Samyang. Padahal yang menjadi temuan BPOM cuma 2 Samyang, yakni U-Dong dan Rasa Kimchi.

Samyang yang paling laris di Indonesia adalah Samyang dengan rasa Hot Chicken Flavor Ramen. Mie yang terkenal dengan rasa pedasnya ini sudah mendapat sertifikasi halal dari Korean Muslim Federation. Meski memang, belum ada sertifikasi halal dari LPPOM MUI. Nah, daftar mie Samyang lain bisa lihat di sini (daftar harga mie samyang halal).

Saya sendiri sebenarnya suka banget makan mie. Namun, setiap menyebut mie, saya jadi teringat ibu saya. Dulu, Bapak kerap membeli sekotak mie instan. Sekotak mie berisi 40 itu adalah jatah untuk sebulan bagi saya yang lima bersaudara. Ibu selalu mewanti-wanti untuk tidak sering-sering makan mie. “Nanti ususmu keriting, Nak!”

Apalagi ketika puasa seperti ini. Kadang sudah kangen makan mie. Masak sendiri. Ketahuan lalu diomeli. Jadinya sampai sekarang, saya makan mie paling hanya 2 minggu sekali. 😀 Ada kebiasaan yang kulakukan pula pada saat lebaran. Aku akan memasak mie, karena bosan makan ketupat dan opor ayam terus-terusan.

Bicara soal kebiasaan, dulu menjelang lebaran, kami sekeluarga akan berkumpul. Selain bikin ketupat, kami akan sibuk bikin kue kering. Mulai dari kue berbentuk bunga mawar, nastar, cutik gigi, sampai kue satu. Bukan cuma keluarga kami, tetapi juga para tetangga. Sehingga tak jarang kami akan saling bersilaturrahim, saling pinjam cetakan dan loyang untuk memanggang kue-kue kering itu.

Sekarang, kebiasaan itu sudah berkurang, bahkan menghilang. Pasalnya, ada cara yang lebih praktis ketimbang membikin sendiri kue-kue kering itu. Yaitu membeli. Kalau di Palembang, bolu juga wajib ada seperti bolu 8 jam, maksubah, lapis legit. Kue-kue kering pun udah ditemukan di mana-mana. Pusatnya di Cinde. Tapi kalau tak mau repot terjebak kemacetan di kota yang akan begitu padat menjelang lebarang, kita cukup belanja online. Beli kue kering online pun bisa dilakukan. Bahkan belanja online seringkali lebih murah dan lebih efektif.

Satu-satunya yang masih dibikin sendiri saat ini adalah tekwan dan pempek. Sayang, tahun ini aku tak mudik ke Palembang. Ah.

 

 

9 Tempat Wisata Keren yang Pernah Kukunjungi

9 Foto Wisata Keren

Kesembilan foto di atas adalah foto yang paling banyak di-like di instagram-ku tahun lalu. Kebetulan atau tidak, kesemuanya adalah foto perjalananku. Bisakah kamu menebak di mana saja foto itu diambil? (Mulai dari kiri atas ke kanan bawah ya.)

  1. Teluk Saleh dalam perjalanan ke Dangar Ode. Itu adalah perjalanan pertamaku bersama Adventurous Sumbawa. Mei 2013 lalu. Foto diambil oleh Taufik Rahman, rekan sekantorku. Ia juga yang mendesain kaos Adventurous Sumbawa yang tengah kukenakan. Kalau perut, sungguh, itu tidak didesain. Perjalanan hari itu sangat menyenangkan. Lautnya tenang. Menaiki perahu nelayan, kami menempuh waktu kurang lebih 45 menit dari pelabuhan di Desa Prajak hingga sampai ke Dangar Ode.
  2. Gunung Bromo. Foto diambil sesaat setelah aku berhasil mendaki anak tangga menuju kawah Bromo. Dalam keadaan yang kurang sehat, dan habis kedinginan setelah menunggu matahari terbit, aku mendaki 250 anak tangga itu. Hanya untuk melihat kawah. Ya, kawah menganga dengan diameter +/- 800 m dan +/-600m. Lonjong. Berbau belerang pula. Namun, pemandangan yang terhampar sungguh menakjubkan. Oh, iya, saya ingat diprotes seorang teman ketika mengatakan Bromo ada di Malang. Lebih tepat, Bromo ada di Probolinggo.
  3. Coban Pelangi. Coban atau air terjun ini kukunjungi dalam rangkaian perjalanan Paket Bromo. Begitu dijemput di stasiun, kami menuju ke penginapan (home stay) dan tak jauh dari situ ada  air terjun ini. Sayangnya, air terjun ini tak punya kolam untuk diberenangi. Terlampau berbahaya.
  4. Pulang dari Pulau Moyo. Foto diambil oleh Taufik Rahman lagi. Ini adalah foto saat perjalanan pulang dari Moyo ke Labuhan Sumbawa. Di sisi kiri sudah tampak Tanjung Menangis. Pagi hari itu laut begitu tenang dan dari kejauhan bisa kusaksikan lumba-lumba menemani perjalanan kami. Meski menggunakan filter CPL, aslinya memang biru banget. Untuk pertama kalinya aku berhasil foto di ujung perahu. Yes!
  5. Sungai di Karekeh. Kami berenang di sungai ini setelah pulang dari menengok air terjun Ai Nyembir di Dusun Selang, Sumbawa. Belum puas berenang di Air Nyembir, kami menemukan sisi sungai yang terhalangi bebatuan sehingga menciptakan kolam alami dengan nyaris tanpa arus. Teman saya, Farhan, menantang saya untuk melakukan lompatan dari atas batu. Kedalaman sungai di sisi ini sekitar 2m. Dan saya pun memberanikan diri melompat. Begitulah hasilnya.
  6. Pantai Mali di Alor. Karena saya memenangkan lomba menulis di Ditjen Perbendaharaan, saya mendapatkan hadiah dinas ke Alor untuk menengok ke KPPN Filial Alor. Salah satu tempat yang memorable banget ya di Pantai Mali. Ia berada di sebelah bandara Mali. Untuk menuju spot ini, mobil masuk ke bandara, melalui landasan pesawat. Diizinkan karena pesawat hanya ada pagi hari. Kalau surut, maka pasir ini akan menghubungkan Alor dengan pulau lain. Namun, saat itu air sudah sebatas dengkul. Kalau memaksakan menyeberang, khawatir tidak bisa pulang.
  7. Hutan Kuang Amo. Foto ini diambil saat perjalanan pulang dari air terjun Ai Putih. Dua jam perjalanan harus ditempuh dari air terjun ini hingga sampai ke pusat desa Kuang Amo. Melewati pinggir sungai, hutan belantara, dan hutan bambu. Sungguh sebuah petualangan yang seru!
  8. Pantai Tanjung Tinggi, Belitong. Ceritanya saya dapat hadiah ke Belitong karena memenangkan lomba cerpen. Saya pun mengunjungi pantai ini. Pantai yang indah sekali. Airnya jernih. Ombaknya tenang. Dan pemandangan batu-batu dari zaman Jura pun memanjakan mata.
  9. Rafting di Bali. Saya lupa di mana raftingnya. Saat itu saya mendapat tugas diklat pengadaan barang dan jasa selama dua minggu. Sesama peserta sepakat, pada saat hari libur diklat, kami berjalan-jalan. Rafting pilihan utamanya. Karena kami semua laki-laki, jadi berani dong. Ini adalah rafting ketigaku. Super! Tapi, turun dan naik dari dan ke sungainya jauh lebih melelahkan dari raftingnya. Hehe.

Nah, dari kesembilan tempat itu, mana yang kamu suka? Mana yang sudah pernah kamu kunjungi? Jika belum, yuk ke sana!

Tips Memilih Kos-kosan di Sekitaran Kampus PKN STAN

Selamat kepada 6.964 mahasiswa baru Politeknik Keuangan Negara STAN. Selamat karena teman-teman sudah menyisihkan 154.622 peserta USM lainnya. Kakak jadi ingat rasanya lulus STAN 10 tahun silam. Biasa saja sih. Bahagia, tentu saja ada. Tapi jangan begitu terlarut ya dengan kebahagiaan, karena ada tantangan berikutnya yang tengah menunggu. Kakak baru menyadari tantangan ini ketika melanjutkan ke DIV tahun 2014 lalu. Tantangan itu adalah mencari kos-kosan!

Dulu, tahun 2007 itu, memilih kos tak sesulit itu. Seangkatan kakak tak sampai 2000 mahasiswa yang mendaftar ulang. Datang ke Bintaro sendirian dari Palembang untuk mendaftar ulang, tidur di kos kakak kelas semalam, besoknya sudah bisa cari kos dan langsung mendapatkan kos. Sekarang? Jangan harap!

Jumlah mahasiswa yang diterima semakin banyak. Sementara pertumbuhan jumlah kos-kosan tidak signifikan. Permintaan lebih tinggi dari penawaran. Hal ini mengakibatkan harga meningkat, dan pencarian kos-kosan jadi berebutan. Jangan ulangi hal yang Kakak lakukan, baru mencari kos saat daftar ulang. Kalau tidak sisa kos yang jelek (di bawah standar), maka sisa kos yang sangat mahal.

Membedah dunia kos-kosan di sekitar kampus PKN STAN sebenarnya bisa dilihat dari wilayahnya. Kakak membagi wilayah kos menjadi 6 wilayah:

  1. Kalimongso
  2. Sarmili
  3. PJMI
  4. Pondok Jaya (Ponjay)
  5. Ceger
  6. Dan lain-lain
  • Kalimongso adalah tempat kos paling strategis. Ibarat kata, tinggal gelinding nyampe. Tempat makan berlimpah dan murah meriah. Ada Cek Ikin, ada Warung Jatim, ada Warung Sederhana (Bu Bor) yang akan memanjakan lidah dan memberi porsi kuli. Begitu pun tempat foto kopian. Perdagangan buku kuliah bajakan di Kalimongso bisa bikin penerbit asli gulung tikar. Nilai paling plusnya, menjelang ujian (baik UTS maupun UAS), soal kisi-kisi beredar di foto kopian Kalimongso beserta kunci jawabannya. Harga kos-kosan di Kalimongso pun relatif lebih terjangkau. Namun, hal itu sebanding dengan fasilitas yang ada. Kos-kosan di Kalimongso sumpek, tidak bisa dimasuki mobil. Fasilitasnya pun terbatas. Lebih pelik, ada beberapa sudut di Kalimongso yang tidak bisa ditembus provider tertentu. Kalimongso cocok buat kamu yang menginginkan suasana guyub dan sederhana, dan punya hobi pulang ke kos tidur siang saat jeda kuliah!
  • Sarmili sedikit lebih jauh dari Kalimongso. Dulu, daerah Sarmili kurang direkomendasikan menjadi pilihan utama kos-kosan. Sebab utamanya, banyak nyamuk. Daerahnya kurang bersih dibandingkan wilayah yang lain. Namun, kini sudah jauh lebih mendingan. Pintu keluar Gang Sarmili tepat di dekat Student Centre. Kos-kosan di Sarmili juga relatif murah. Wilayah masing lenggang, jadi tenang belajar. Warga di Sarmili juga ramah dan terasa kekeluargaannya. Plus, jangan khawatir mencari masjid. Kekurangannya, kayaknya hampir ngga ada foto kopian. Dan suasananya yang menyatu dengan perkampungan warga mungkin kurang cocok dengan anak-anak generasi Z.
  • PJMI, Pondok Jurang Mangu Indah. Nah, pas DIV, Kakak kos di PJMI. Sesemester di Jalan Sejahtera (dekat gerbang PJMI Ceger), setahun di Jalan Ikan Terbang. Pas tingkat III di DIII pun kos di Jalan Dahlia Raya setelah dua tahun sebelumnya di Kalimongso. PJMI lebih menawarkan privasi. Ala-ala perumahan gitu. Yang enak adalah fasilitas internetnya tinggal milih, kebanyakan pakai First Media. Kencang. Dekat dengan Kalimongso dan Ceger. Posisi strategis bukan cuma buat kuliah, tapi juga buat cao kemana-mana. Harga kos-kosan menengah ke atas. Banyak kos-kosan yang ber-AC dan kamar mandi sendiri. Bisa masuk mobil. Mau makan juga banyak pilihan. Makanan di komplek memang lebih mahal sih. Dekat mau ke Harmoni (swalayan di Ceger). Kelemahannya, di PJMI banyak maling motor. Sudah beberapa teman kemalingan motor. Jadi, kudu hati-hati mengunci motormu, ya? Dan ya, kalau hujan, beberapa jalan menggenang, kita terpaksa lepas sepatu.
  • Ceger adalah wilayah kos yang sangat luas. Letaknya di jalan raya yang ada di belakang STAN. Kalau di depan itu Bintaro, belakangnya Ceger. Bak bumi dan langit. Biasanya yang kos di Ceger karena nggak dapat kosan di ketiga tempat di atas. Jalan kakinya cukup jauh. Tapi karena dekat jalan raya, ya apa saja ada di sana. Pilihan kosan pun beragam. Dan di Ceger, banyak kos yang bulanan. Kalau di ketiga tempat di atas, paling sebentar itu setengah tahunan. Tapi risikonya, bising dan ramai, dan banyak yang campur dengan karyawan.
  • Pondok Jaya, berada di seberang PJMI. Komplek juga. Namun, karena sudah masuk kawasan Bintaro, kosan di sini terkenal paling mahal. Jarang mahasiswa kos di sini kecuali kaya. Ponjay menawarkan kebebasan. Kalau di wilayah lain, kalian harus berhati-hati kalau bawa pacar ke kosan. Dulu sih strict banget. Sekarang, bisa curi-curi sih. Nah kalau di Ponjay, bebas banget. Di Ponjay, nggak ada foto kopian, nyari makan yang murah juga susah. Harus punya motor kalau ngekos di sini.
  • Dan lain-lain. Salah satu area dan lain-lain yang terkenal adalah Pondok Safari (Ponsaf). Jauh. Biasanya juga ada yang lebih jauh ke Sektor 9, atau mengarah ke Sektor 3. Biasanya modalnya kontrakan atau rumah petak. Tipe-tipe penyendiri biasanya cocok ngekos di area dan lain-lain. Harganya sudah pasti lebih mahal.

Kira-kira begitulah reviu saya tentang kos-kosan di sekitar kampus PKN STAN. Tentu hal ini subjektif. Hanya berdasarkan pengalaman selama kurang lebih 4,5 tahun kuliah di STAN. Tiga tahun dari 2007-2010 pas DIII. Dan 1,5 tahun ketika kembali ke Bintaro untuk menunaikan DIV 2014-2016 lalu.

Semoga bermanfaat!