Komunisme dan Pan-Islamisme, Tan Malaka (1922)

Penerjemah: Arief Chandra, Agustus 2009 Ini adalah sebuah pidato yang disampaikan oleh tokoh Marxis Indonesia Tan Malaka pada Kongres Komunis Internasional ke-empat pada tanggal 12 Nopember 1922. Menentang thesis yang didraf oleh Lenin dan diadopsi pada Kongres Kedua, yang telah menekankan perlunya sebuah “perjuangan melawan Pan-Islamisme”, Tan Malaka mengusulkan sebuah pendekatan yang lebih positif. Tan […]

Read More

Puisi| Stasiun Juanda

aku akan pulang, aku akan pulang sementara malam terus merambat hingga ke jantungku kukenang segala yang bisa kukenang kereta yang akan datang terlambat membuatku belajar arti menunggu kau pasti tengah menanak nasi, menggoreng telur mata sapi menantiku berbicara soal aksi, deklarasi, dan kabar Jakarta yang tak pernah baik- baik saja masalah-masalah lebih dari air bah […]

Read More

Puisi| Stasiun Manggarai

  aku salah karena berpikir perempuan paling kejam kau lebih kejam dari semua karena berulang-ulang membuatku menunggu berjanji tak akan lagi, namun kau ingkari pula semua waktu yang sia-sia adalah omong kosong kau bisa menyita 1/12 hidup seseorang yang telah rapuh menahan rasa pulang hanya untuk kau biarkan pergi setelah sesaat berdamai dengan ketakutan akan […]

Read More

Puisi| Air Mata

aku memahami kita belajar matematika untuk menghitung nyawa demi nyawa yang menghilang begitu saja seperti janji Tuhan tak ada yang tahu: satu detik kemudian atau bahkan seribu tahun yang Anwar inginkan bumi akan berguncang dan terbelah tercipta puluhan lubang, yang dalam dan panjang segalanya terhisap, juga kenangan-kenangan saat kali pertama belajar bersepeda bersama Ayah duduk […]

Read More

Menulis Sepi

Writing Residence. Dua kata ini menarik bagiku. Pada Mei 2016 lalu, aku terpilih mengikuti program residensi di ASEAN Writers Residence di Jakarta dalam rangkaian acara ASEAN Literary Festival 2016. Selama seminggu, aku berkumpul bersama 12 penulis dari negara-negara ASEAN dan Jepang dan banyak bertukar pikiran dengan mereka. Program residensi itu menumbuhkan berbagai perspektif baru dan […]

Read More

Aa Gym di Tengah Massa

Satu hal yang membuat saya bertanya-tanya, makna apa yang ada di balik kehadiran Aa Gym dalam aksi damai. Sejauh saya memperhatikan beliau, beliau bukanlah orang yang suka ikut-ikutan, bukanlah seseorang yang bertindak tanpa pemikiran dan pertimbangan yang matang. Aa Gym adalah tipe orang yang tulus, pintar, dan tidak mudah ditunggangi kepentingan yang sifatnya pragmatis. Bagi […]

Read More