Membaca Realisasi APBN Semester I


Tema APBN sebenarnya adalah sesuatu yang menarik. Apalagi sekembalinya Sri Mulyani ke Indonesia, pernyataan dari Menteri Keuangan tersebut membuat beberapa kalangan terbelalak. APBN kita tidak realistis. Pemotongan anggaran sebesar 133 Trilyun pun menjadi keputusan dalam sidang kabinet dibarengi dengan revisi target penerimaan pajak.

Pertanyaannya, bagaimana sih keadaan APBN kita sekarang? Apakah keadaan APBN kita benar-benar keadaan bahaya?

Sumber: I Account APBN 30 Juni

Secara garis besar, APBN terdiri dari lima elemen, yakni Pendapatan Negara dan Hibah, Belanja Negara, Keseimbangan Primer, Surplus/Defisit anggaran dan Pembiayaan.

Isu terbesar pertama ada di Pendapatan Negara dan Hibah yakni di Penerimaan Perpajakan. Dari gambar tersebut kita dapat melihat target penerimaan perpajakan adalah 1539,2 T. Hingga 30 Juni 2016, realisasinya baru 522 T atau hanya sebesar 33,9%. Titik yang harus menjadi fokus adalah pada Pajak Penghasilan Non-migas. Ini bisa berarti mengacu pada PPh Orang Pribadi dan PPh Badan.

Seperti yang diketahui, angkatan kerja tahun 2015 lebih dari 128 juta. Dari sejumlah itu, hanya sekitar 27 juta yang memiliki NPWP orang Pribadi. Dan dari jumlah itu, hanya 9,92 juta yang melaporkan SPT. Dan tak lebih dua juta orang yang SPTnya tidak nihil. Ini menyiratkan betapa potensi PPh orang pribadi begitu besar dan belum tersentuh.

Sumber: djpbn.kemenkeu.go.id

Realisasi penerimaan pajak yang tak sampai 34% di semester 1 adalah ancaman bagi APBN. Realisasi ini bahkan lebih rendah dari realisasi semester 1 tahun lalu. Dengan target yang lebih tinggi dari tahun lalu, maka bisa diramalkan target penerimaan negara hingga akhir tahun akan jauh di bawah target kecuali jika Tax Amnesty benar-benar bisa berhasil 100%.

Ancaman shortfall, atau cash flow shortage, bisa dilihat dari pergerakan realisasi belanja di semester 1 yang mencapai 41%. Dari tren yang ada, belanja secara progresif akan meningkat di semester kedua karena kontrak-kontrak yang sudah berlangsung akan selesai di triwulan III dan IV. Mengatasi itu, Sri Mulyani memerintahkan untuk mendata semua kontrak yang sudah berjalan dan belum berjalan. Kontrak-kontrak yang belum berjalan dan dipandang tidak begitu urgent akan diambil kebijakan lebih lanjut. Begitu juga dengan Belanja Barang (52). Sasaran selanjutnya adalah memangkas semua biaya perjalanan dinas, biaya operasional yang mungkin dipangkas dalam Belanja Barang tersebut.

Isu dalam belanja ini begitu banyak. Mulai dari Belanja Pegawai yakni terkait rasionalisasi PNS yang sangat perlu dilakukan demi ruang fiskal, adanya Dana Desa yang menjadi Mandatory Spending baru, dan kenyataan bahwa Pemerintah Pusat begitu perhatian dengan Papua dan Aceh, tercermin dari Dana Otsus yang dianggarkan hingga 18,3 T. Masalah Pengembalian Pajak yang nilainya fantastis juga menjadi misteri.

Persoalan ke depan, PR untuk APBN 2017 adalah pada kualitas belanja. Kita tidak perlu “gaya-gayaan” dengan meningkatkan belanja seakan-akan pertumbuhan ekonomi ekivalden dengan peningkatan APBN, tetapi dengan serius merumuskan apa yang benar-benar butuh dikerjakan dengan anggaran yang realistis.

Sumber: I Acccount APBN 30 Juni

Kemudian, selisih di antara penerimaan dan belanja tadi bagaimana? Ya, ditutup dengan pembiayaan. Pembiayaan ini salah satunya utang.

Kita lihat tadi realisasi penerimaan 634,7 T sementara realisasi belanja 865,4 T. Terjadi defisit anggaran sebesar 230,7 T. Angka defisit terhadap PDB yang dibolehkan undang-undang adalah 3%. Dengan angka semester 1 ini, defisit sudah mencapai 1,83%.

Satu hal yang menarik dari APBN juga adalah proporsi pembiayaan dalam negeri dan pembiayaan luar negeri. Dalam beberapa tahun terakhir, utang dalam negeri Indonesia melonjak. Pada tahun 2012 hal ini dikritik oleh Bank Dunia karena utang dalam negeri dianggap memiliki biaya dan risiko gagal bayar yang tinggi. Namun, hal ini juga dibantah. Utang dalam negeri bebas intervensi. Utang ke asing memiliki resiko intervensi. Dan jumlah bunga utang juga lari ke luar negeri.

Realisasi APBN I Account per 30 juni adalah laporan sementara dengan asumsi PDB 12.626 T.

Ihwal Pengiriman Karya ke basabasi.co

hwal Rubrik Puisi basabasi.co

Mulai Selasa (20 September 2016) rubrik puisi di basabasi.co akan tayang kembali. Dengan demikian saya, sebagai penjaga rubrik puisi, merasa perlu mengemukakan beberapa hal berikut:

1. Rubrik puisi basabasi.co membuka diri terhadap keragaman tema, gaya, dan pelbagai eksperimen bentuk dan isi.
2. Ruang untuk puisi-puisi yang dimuat kira-kira hampir sama dengan ruang yang disediakan koran, sekitar lima puisi jika panjangnya seperti sajak “Hujan Bulan Juni” karya Sapardi Djoko Damono
3. Menerima juga kiriman naskah sajak terjemahan, meski frekwensi pemuatannya tak akan sesering puisi-puisi para penyair Indonesia.
4. Naskah puisi dikirim ke gerobaknaskah@basabasi.co dengan subyek email sesuai kolom yang dituju: puisi.
5. Pastikan karya yang dikirimkan belum dipublikasikan dalam bentuk apa pun. Redaktur tak akan mengembalikan naskah yang dikirimkan, jika dua bulan sejak pengiriman karya tidak dimuat maka penyair berhak mengirimkannya ke media lain.
6. Naskah sajak yang dimuat pada basabasi.co akan mendapatkan honorarium plus bonus kaos ekslusif.
7. Naskah sajak yang dimuat akan tayang setiap hari Selasa di www.basabasi.co dan diumumkan juga di akun-akun medsos terkait. Selain itu, melalui akun facebook ini saya akan turut pula mengumumkannya.

Saya tunggu kiriman karyanya

Salam dan jabat erat,

Tia setiadi

NB: Jika berkenan, mohon informasi ini dishare.

Mengenal Istimewanya Kantorku: Ditjen Perbendaharaan

 

 

Kantor Pelayanan Percontohan (KPPc)
KPPN Malang mendapatkan predikat sebagai unit Kerja terbaik dalam penilaiaan KPPc 2013.
Opini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)
Direktorat Jenderal Perbendaharaan meraih opini wajar tanpa pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan untuk BA.99.04 (penerusan pinjaman) tahun 2011-2012.
Asian Development Bank (ADB) Award
Penghargaan yang diberikan kepada KPPN Khusus Banda Aceh pada tahun 2005.
Kepuasan pelanggan tertinggi Survei IPB
Ditjen Perbendaharaan sebagai unit Eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan dengan tingkat kepuasan pelanggan tertinggi di tahun 2010 – 2012.
Pelayanan Publik TerbaikSurvei UI
Ditjen Perbendaharaan sebagai unit Eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan yang memberikan pelayanan publik terbaik di tahun 2009.
Penilaian Inisiatif Anti Korupsi (PIAK)
Ditjen Perbendaharaan sebagai Institusi yang memiliki inisiatif untuk mencegah terjadinya tindak korupsi paling tinggi di tahun 2010.

Integritas Layanan Terbaik Survey KPK
Ditjen Perbendaharaan Sebagai Organisasi dengan Integritas Layanan Terbaik Tahun 2011.

Quality Assurance-Penilaian Mandiri
Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (QA PMPRB)
Ditjen Perbendaharaan memperoleh peringkat pertama dalam penilaian QA tahun 2011 dan PMPRB tahun 2012 untuk unit eselon I lingkup
Kementerian Keuangan yang memiliki kantor vertikal.

Wilayah Bebas dari Korupsi , Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBK, WBBM)
KPPN Malang dinobatkan sebagai Unit Kerja Berpredikat Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani tingkat Nasional tahun 2013.

piala

Daftar Penghargaan yang Diperoleh Ditjen Perbendaharaan 2014 s.d 2016

  1. Memperoleh indeks tertinggi dalam Survei Kepuasan Pengguna Layanan Kemenkeu tahun 2015 dengan indeks sebesar 4,32 (target 4,06), lebih tinggi daripada rata-rata Kementerian Keuangan sebesar 4,08 atau merupakan peringkat PERTAMA di antara unit eselon I Kemenkeu. Hasil tersebut meningkat dari tahun 2014 yang sebesar 4,23
  2. Memperoleh peringkat PERTAMA lingkup Kemenkeu secara berturut-turut tahun 2014 dan 2015 pada Indeks Kesehatan Organisasi melalui Survei MOFIN di lingkup Kemenkeu tahun 2015 dengan nilai 78.
  3. Mempertahankan peringkat PERTAMA lingkup Kemenkeu selama 3 tahun berturut-turut (tahun 2013 – 2015) dalam pelaksanaan Survei Strategy Focused Organization (SFO) oleh Pushaka Setjen Kemenkeu terkait kualitas pengelolaan kinerja dan strategi kepemimpinan, dengan skor di tahun 2015 adalah 4,6 (skala 5) sehingga lebih meningkat daripada nilai di tahun 2014 yaitu 4,45.
  4. Memperoleh peringkat PERTAMA tahun 2014 dan 2015 di lingkungan Kementerian Keuangan dalam Penilaian Itjen Kemenkeu terkait Tingkat Kematangan Penerapan Manajemen Risiko (TKPMR), dengan nilai tertinggi sebesar 75,97 (tahun 2014) dan 78,14 (tahun 2015).
  5. Memperoleh predikat sebagai Kantor Pelayanan Percontohan (KPPc) terbaik di lingkungan Kementerian Keuangan yang diraih oleh KPPN Kuningan.
  6. Sampai dengan saat ini, terdapat 21 KPPN yang telah meraih pengakuan sertifikasi internasional ISO 9001 : 2008 terhadap manajemen mutu layanan KPPN.
  7. Ditjen Perbendaharaan merupakan satu-satunya perwakilan Kementerian Keuangan yang berhasil memenuhi kriteria sebagai Wilayah Bersih dari Korupsi (WBK) tahun 2015 dalam penilaian oleh Kemenpan RB, yang diraih oleh KPPN Amlapura. Dengan demikian, Ditjen Perbendaharaan adalah satu-satunya unit eselon I Kemenkeu yang mampu meraih predikat WBK/WBBM selama 3 tahun berturut-turut.

Potensi Zakat dalam Struktur Penerimaan Negara

Mungkinkah zakat menggantikan pajak dalam APBN? Pertanyaan ini seringkali menghantuiku. Dan hari ini, ada energi untuk menulis pertanyaan ini disebabkan oleh beredarnya wacana peran zakat dalam membantu mengentaskan kemiskinan oleh pemerintah. Namun, sayangnya, yang saya tak mengerti adalah reaksi negatif dari sebagian masyarakat yang malah mengejek wacana ini. Mereka beranggapan wacana ini muncul karena ketidakmampuan pemerintah dalam mengumpulkan pajak, perencanaan yang abal-abal atau tuduhan lain yang sangat negatif. Beberapa yang fanatik bahkan malah berkata, zakat nggak boleh untuk non-muslim atau zakat nggak boleh untuk infrastruktur publik yang notabene juga akan dinikmati rakyat yang sudah makmur.

Saya pribadi senang sekali jika wacana ini terwujud. Wacana ini nggak baru, sudah lama, bahkan pernah dicetuskan oleh Badan Amil Zakat. Dibanding diskusi boleh nggak zakat jadi sumber penerimaan negara menggantikan pajak, diskusi zalim atau tidak pajak itu sebenarnya lebih banyak. Sebagai orang Islam, saya sebenarnya ragu dengan pajak (sepengetahuanku yang terbatas ini). Tapi apalah itu, di sini saya akan mencoba menulis pemahaman saya bagaimana pentingnya zakat dalam struktur penerimaan negara.

Berita yang saya baca, potensi zakat nasional yakni lebih dari 200 triliun saat ini. Sayangnya, yang ditarget baru 10 triliun dan yang terealisasi hanya sekitar 5 triliun per tahun. Hal ini dikarenakan banyak sebab, salah satunya belum percayanya masyarakat pada badan zakat, juga kurangnya pemahaman umat Islam Indonesia tentang zakat.

Kalau balik ke pertanyaan pembuka, mungkinkah zakat menggantikan pajak? Saat ini saya menjawab zakat sangat mungkin mendampingi pajak sebagai sumber penerimaan negara (belum menggantikan). Ceteris paribus, kita kesampingkan dulu semua dasar hukum yang ada. Ini hanya bayangan saja ya.

Bagaimana zakat bisa mendampingi pajak yakni dalam perannya mengentaskan kemiskinan. Apa sih yang disebut rakyat miskin di Indonesia?  Rakyat miskin di Indonesia itu adalah rakyat yang pengeluaran per bulannnya di bawah batas kemiskinan. Batas kemiskinan ini 2100 kalori atau kalau dikonversi ke uang jadi sekitar 400 ribu rupiah per bulan. Jadi kalau dia punya 3 anggota keluarga, artinya penghasillannya (dengan pendekatan pengeluaran) setara dengan 1,6 juta rupiah. Batas kemiskinan ini berbeda dengan World Bank. WB bikin dua batas kemiskinan. Pertama kemiskinan absolut dan kedua rentan miskin. Kemiskinan absolut itu PPP (Public Purchase Parity) 1 dolar, rentan miskin 2 dola per hari. Maksud dari Public Purchase Parity itu adalah  1 dolar di Amerika bisa beli barang apa saja, dan barang apa saja itu kalau di Indonesia atau negara lain didapat dengan harga berapa. Jumlah penduduk miskin di Indonesia sekitar 10,8% atau 28 juta. Dan konsumsi utama dari rakyat miskin adalah beras. Dan harga beras adalah harga yang paling rentan terkena pengaruh inflasi. Jadi, perlindungan utama zakat pada rakyat miskin adalah soal beras.

Kalau kita hitung dari zakat fitrah saja ya, ada 258 juta penduduk Indonesia. Anggaplah 80% nya muslim… berarti hitung kotor 200 juta orang. Dikurangi penduduk miskin 28 juta jadi 172 juta. Karena nggak miskin, harusnya mereka bisa bayar fitrah. Dikali 2,5 kg beras. Maka dalam setahun, kita punya beras 430 juta kilogram beras. Atau 430.000 ton beras! Kalau dikonversi ke rupiah dengan asumsi sekilo beras 10.000, setara dengan 4,3 triliun. Hal ini belum dihitung dari zakat wajib lainnya seperti zakat mal (zakat harta), atau ada juga zakat profesi (meski ini dalam perdebatan), dan zakat dalam arti luas (termasuk infaq dan sadaqah).

Ketika zakat masih sebagai pendamping pajak, maka di kolom SPT ada kolom zakat. Mereka yang telah mengeluarkan zakat menerakan itu, dan menjadi dasar perhitungan penghasilan yang kena pajak.

Jadi, kalau soal visible nggak zakat mendampingi pajak, jawabannya visible banget, dan muslim seharusnya mendorong hal ini terwujud sebagai langkah awal menggantikan pajak sebagai penerimaan negara utama berhubung mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim.

Pertanyaannya, zakat ini kan hanya untuk orang miskin, apa bisa dia digunakan untuk infrastruktur yang akan dinikmati rakyat yang sudah makmur juga? Ada lho ayatnya untuk orang-orang miskin.

Saya berlindung pada Allah atas pengetahuan saya yang terbatas.

Ada 8 kelompok penerima zakat:

1. Fakir (orang yang tidak memiliki harta)

2. Miskin (orang yang penghasilannya tidak mencukupi)

3. Riqab (hamba sahaya atau budak)

4. Gharim (orang yang memiliki banyak hutang)

5. Mualaf (orang yang baru masuk Islam)

6. Fisabilillah (pejuang di jalan Allah)

7. Ibnu Sabil (musyafir dan para pelajar perantauan)

8. Amil zakat (panitia penerima dan pengelola dana zakat)

Tentu, yang diutamakan adalah ketujuh kelompok pertama. Amil Zakat ini yang akan mengelola dan mendistribusikan zakat yang ada baik itu konsumtif, produktif, atau soal bersarannya. Kalau merujuk ke angka rakyat miskin, untuk fakir miskin bisa saja dialokasikan sebesar biaya hidup satu tahun. 400.000 x 28 juta jiwa (anggap muslim semua) menjadi total 11.200.000.000.000 (atau 11,2 T). Kalau potensi 200 T tercapai, sisanya masih banyak, apalagi jika suatu hari ya zakat yang utama bisa sampai >1000 T.

Bagaimana untuk yang non-muslim, bagaimana untuk yang infratstruktur publik?

Nah, pembagian zakat ini bukan tanpa diskusi ya. Ada yang bilang zakat harus dibagi rata. Tetapi ada juga yang tidak. Salah satunya pendapat Imam Malik. Menurut Imam Malik, Amil Zakat sebagai pengelola boleh menentukan porsi per kategori. Dalam bayangan saya, di sini peran amil zakat sangat penting buat membangun sarana dan prasarana publik itu. Misalnya, masukkan ke kategori 8. Sudah diterima oleh Amil Zakat untuk kemudian dibangun infrastruktur.

Tapi nanti infrastrukturnya dinikmati non-muslim, yang makmur juga? Kan haram hukumnya non-muslim dan orang kaya menerima zakat?

Rasul pernah bilang, manusia bersekutu atas air, padang sahara dan api. Ini adalah konsep barang publik dalam Islam. Bukan cuma 3 itu, secara konteks, barang publik diakui di dalam Islam. Apa saja, lakukanlah kajian yang mendalam tentang public goods sesuai zamannya. Sekarang apa saja sih barang publik itu.

Artinya barang publik tidak mengenal kamu kaya atau miskin, kamu boleh menikmatinya. Barang publik juga nggak mengenal kamu muslim atau nggak. Selama kamu manusia, ya kamu harus bekerja sama dan kamu boleh menikmatinya bersama-sama.

Secara konsep, zakat nggak dikasih ke orang kaya atau ke non-muslim, tapi menjadi barang publik. Layernya beda lho ya.

Karena barang publik, manusia harus bersekutu. Berarti non-muslim juga kudu punya peran. Ya, non-muslim membayar yang namanya jizyah ke negara. Jizyah ini semacam alat tukar perjanjian. Kafir dzimmi, yang hidup di negara muslim, tidak memerangi muslim, yang membayar jizyah dilindungi oleh negara dan mendapat hak warga negara yang sama dengan penduduk lainnya.

Jadi ke depannya, secara struktur Pendapatan Zakat yang utama (ada fitrah, mal, profesi, infaq, sadaqah), dan Pendapatan Bukan Zakat (jizyah dan pendapatan lainnya). Lalu di mana pajak?

Tentu ekonomi Islam bukan Keynesian yang menganut anggaran defisit. Ketika pengeluaran lebih besar dari pendapatan, target penerimaan tidak tercapai, maka kudu ngutang. Islam sangat benci utang. Nah di sinilah Islam mengenal pajak. PAJAK hanya boleh ditarik dari umat ketika kas negara kosong. Jadi pajak masuk ke dalam struktur pembiayaan ya.

 

Asik nggak tuh bayanganku?

Bukan Hanya Mojang Bandung yang Cantik, Hotel Amaroossa Bandung Juga Cantik!

Pernah mendengar guyonan ala anak muda tentang mojang Bandung yang cantik atau geulis? Nah kalau kamu belum pernah dengar guyonan ini dan penasaran bener enggak sih kalau mojang Bandung itu cantik-cantik,langsung aja datang ke Kota  Kembang Bandung. Lakukan survey kecil-kecilan sendiri deh disana, bisa dengan cara melihat-lihat mojang yang seliweran sana-sini atau mungkin boleh bertanya ke anak muda khususnya yang laki-laki ya, benar enggak sih mojang Bandung itu cantik-cantik?

Kalo menurut pengamatan singkat dan ketika ditanya kepada beberapa traveler atau pelancong dari luar kota, dapat kesimpulan bahwa memang mojang Bandung teh geulis-geulis! Tapi data dan fakta ini hanya hasil pengamatan secara singkat dan random aja lho! Karena mungkin banyak wanita yang tidak setuju penerapatan standar cantik itu seperti apa. Tapi memang sih cantik itu relatif, tapi kalau jelek itu mutlak! Eh, jokes dikit!

Oke kali ini kamu bukan sedang diajak untuk menentukan standar kecantikan, atau bukan juga suruh voting tentang mojang Bandung itu cantik atau tidak, tapi yang pasti yang mungkin kamu enggak bisa elakkan kalau  kota Bandung itu itu emang cantik dan penuh pesona! Kota Bandung juga terpilih menjadi kota wisata favorit ke-4 di Asia! Duh, udah mojangnya cantik kotanya juga penuh pesona!

Sebagai kota wisata favorit tentu kehadiran berbagai tempat menarik yagn mengundang minat para pelancong atau traveler untuk datang ke Bandung tak terelakkan. Bukan hanya tempat wisatanya yang menjadi daya tarik, restoran dan berbagai tempat makan dan hang out di Bandung juga ngangenin! Tak ketinggalan salah satu tempat penting untuk traveler yang juga cukup dicari saat berkunjung ke Bandung ya hotel!

Keberadaan hotel di sebuah kota wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan seperti Bandung merupakan hal yang penting. Oleh sebab itu di kota ini tersedia banyak penginapan dan hotel yang bisa dipilih para traveler untuk akomadasinya selama berada di Kota Kembang.  Kalau kamu mau cari hotel cantik yang instagramable di Bandung salah satunya adalah Amaroossa Bandung. Kamu bisa mencari tahu tariff hotel ini pada beberapa situs booking hotel salah satunya Traveloka.

Hotel Amaroossa Bandung berlokasi di Jalan Aceh nomor 71A, kota Bandung, Jawa Barat. Lokasi hotel ini juga cukup strategis, dekat dengan Bandara Husein Sastranegara. Jarak dari hotel ke Bandara tidak sampai 5 kilometer, kalau kamu berkendara dengan mobil atau taksi mungkin hanya menghabiskan waktu 30 menit, tapi tergantung sih macat atau enggak, secara Bandung itu kalo lagi akhir pekan atau musim liburan itu rame banget!

Hotel Amaroossa Bandung terlihat cantik dengan desain interiornya. Hampir di setiap sudut ruangan hotel ada bunga, lampu-lampu yang cantik dan sofa sehingga terlihat cantik, manis dan anggun, enggak lah deh mojang Bandung cantiknya! Katanya sih konsep desain interior yang cantik dari hotel ini sesuai dengan kesukaan owner. Beliau suka mengoleksi sofa dan lampu-lampu yang cantik!

gb1 gb2

Beberapa sudut ruangan di Amaroossa Bandung via lafamilledewijaya.com

Selain desain sudut ruangannya yang cantik, kamar dari Hotel Amaroossa Bandung juga tak kalah cantik. Terdapat 92 kamar dan dibagi menjadi beberapa tipe seperti deluxe, executive dan president suite. Desain kamar hotel terlihat begitu anggun dan cantik dengan dominasi warna cokelat krem. Hiasan lampu-lampu cantik dan sofa juga mempermanis tampilan kamar di sudut-sudut ruangan.

Selain cantik, kamar hotel di Amaroossa Bandung dilengkapi dengan fasilitas seperti TV, meja, laci, dan kursi.

gb3

Kamar Hotel Amaroossa Bandung via Traveloka.com

 

Tidak cukup kamar tidur dan ruangan-ruangan hotel yang cantik, hotel ini juga mendesain cantik kamar mandi di setiap kamarnya. Dominasi warna cokelat kayu ditambah hiasan cermin yang cantik dan bathub siap memanjakan  dan membuat nyaman pengunjung saat bersih-bersih. Ruangan shower juga tersedia dengan nuansa milenum. Amenetis yang tersedia juga cukup lengkap.

gb4

Kamar Mandi Hotel Amaroossa Hotel via Traveloka.com

 

Dengan segala desain ruangan dan kamarnya yang cantik, hotel ini juga cocok untuk kamu  yang ingin honeymoon bersama pasangan. Suasananya yang cantik dan anggun tentu akan membuat momen honeymoon terasa lebih romantis, dan jangan lupa abadikan di kamera setiap momen cantik di hotel ini. See you and have a nice trip!

 

Lomba Menulis Blog Kejujuran oleh KPK

Informasi lomba menulis blog kali ini diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan tema “Anak Jujur” tema ini diangkat karena setiap orang memiliki pengalaman tentang masa kecilnya yng sudah ditanamkan kejujuran oleh kedua orangtuanya. Masa kecil ditanamkan kejujuran oleh kedua orangtuanya ternyata memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan kita, entah dalam hal apapun, misalnya hal sekolah, makan, minium, dan lain sebaginya.

Bagi kalian yang memiliki pengalaman tersebut silahkan daftar pada Lomba Menulis Blog dari KPK 2016 tentang “Anak Jujur” ayo segera di buat tulisanmu tersebut sebelum deadlinnya habis pada tanggal 21 September 2016.

Syarat dan Ketentuan lomba Blog

  • Lomba ini terbuka untuk umum, asal dia Warga Negara Indonesia
  • Tulisan sesuai dengan tema
  • Pengiriman karya terahir pada tanggal 21 September 2016
  • Pengiriman karya dilakukan dengan mengirimkan link postingan ceritanya ke alamat email: aaj.fas@gmail.com
  • Keputusan dewan juri tidak dapat dianggu gugat
  • Pendaftran lomba ini gratis, alis free
  • Tulisan yang di ikutsertakan dalam lomba bebas dari unsur plagiarisme
  • No Sara
  • No Pornografi

Informasi selengkapnya tentang penyelenggaraan Lomba Menulis Blog dari KPK 2016 kalian bisa membua FansPage Facebook “Aku Anak Jujur