4 Air Terjun Paling Berkesan yang Pernah Kukunjungi

Aku paling suka air terjun. apalagi jika air terjun itu punya kolam yang bisa diberenangi di bawahnya. Tak ragu, aku akan segera membuka baju, menceburkan diri ke dalam air yang jernih dan dingin sambil sesekali khawatir juga, kalau saja ada material yang ikut jatuh bersama air dari ketinggian. Tapi, mati toh soal takdir.

Selama hidup, lebih dari sepuluh air terjun sudah kukunjungi. Masih sedikit. Indonesia memiliki banyak air terjun yang menawan. Semoga saja dapat kukunjungi satu demi satu.

Di antara air terjun yang pernah kukunjungi, aku ingin mengunjungi lagi setidaknya 4 air terjun berikut ini:

Air Terjun Mata Jitu

FB_IMG_14720998629713425
Siapa yang tak kenal Pulau Moyo? Pulau ini begitu terkenal di dunia internasional. Selebritis dunia pernah berkunjung ke sini, mulai dari (almh) Lady Diana sampai Maria Sharapova. Di pulau ini juga terdapat air tejun yang keindahannya luar biasa. Namanya Mata Jitu.

FB_IMG_14720998520656365

Disebut begitu karena semua orang yang memandangnya akan langsung terpaku menatapnya. Tak ingin menatap yang lain.

FB_IMG_14720998455502291

Dulu, sulit ke Moyo. Kita harus memesan tiket pesawat ke Lombok terlebih dahulu. Lalu menempuh perjalanan darat dan laut ke Sumbawa. Satu-satunya pesawat hanya Transnusa. Sekarang, ada banyak maskapai masuk ke Sumbawa seperti Garuda dan Wings Air. Dari Sumbawa kita naik perahu sekitar 1,5 jam untuk sampai ke Moyo.

Air Terjun Ai Beling dan Ai Putih
14096347971319847891

Di Sumbawa, “Ai” bukan berarti cinta. “Ai” (dibaca ae) berarti air. Dan “Ai” digunakan untuk penamaan air terjun. Saya berkesempatan mengunjungi dua air terjun yang cukup terkenal di Sumbawa, yakni Ai Beling dan Ai Putih.

Ai Beling terletak di Dusun Kuang Amo, Desa Sempe’, Kecamatan Moyo Hulu. Pagi itu, saya bersama kelima teman yang lain berangkat dari Sumbawa. Berjarak sekitar 30 km dari kota Sumbawa Besar atau 6 km dari desa Brangrea. Untuk menuju tempat ini, saya harus mengambil jalan raya yang menuju selatan melewati Bendungan Batu Bulan melalui Semamung.

FB_IMG_14720997047741538
Ai Beling berarti air yang berbicara. Bila musim penghujan tiba, suara gemericik air Ai Beling dapat terdengar hingga 5 km jauhnya. Saya datang pada musim kemarau, debit air tidak terlalu banyak, tetapi Ai Beling masih begitu indah. Bisa saya bayangkan bagaimana limpahan air akan memenuhi batu-batu ini. Bahkan menurut teman, Ai Beling juga dijuluki seribu air terjun karena air akan turun berlapis-lapis, tak terhitung banyaknya.

Cerita setempat mengatakan dulunya ada seorang gadis, anak raja, kabur karena dijodohkan dengan orang yang tidak dicintainya. Lalu dia menangis dan menangis di sebuah sungai hingga akhirnya terjun bunuh diri di ujung sungai tersebut. Hingga suatu hari, ada seseorang mendengar sebuah tangisan yang begitu jernih dan ia menemukan sebuah air terjun ini. Dipercaya Ai Beling adalah roh dari gadis tersebut.

14096350181161691067

Ai Beling bukanlah satu-satunya air terjun di Kuang Amo. Kebetulan hari itu di perjalanan saya bertemu teman sekomunitas Adventurous Sumbawa yang juga bekerja di Dinas Pertambangan dan Energi. Dia bersama rombongannya akan menuju Ai Putih untuk mengukur debit air dan potensi KwH. Mereka bilang mau survei apakah layak pembangkit mikro untuk dibangun di sana. Dua setengah jam masuk hutan, kita akan menemukan Ai Putih.

1409635176535964626

14096351472114054534

Curug Cibareubeuy

fb-img-14571272645245251-56da0063b17a61b226ee564e

Terletak di Subang. Yang seru adalah perjalanan menuju ke sana. Melewati Lembang, sambil googling kami kemudian memutuskan akan ke Curug Cibareubeuy. Dari jalan utama, kami berbelok ke Jalan Sari Ater. Tidak tergoda untuk mandi air panas di Sari Ater, kami meneruskan perjalanan hingga Desa Cibeusi. Motor diparkirkan di tempat penitipan. Kemudian kami berjalan kaki. Jaraknya sekitar 4 kilometer.

Aku sebenarnya agak bergidik mendengar angka 4 kilometer itu. Maklum, aku baru saja sembuh dari asma pagi itu. Malamnya saja suara tikus masih menghinggapi dadaku. Tapi, sembari meyakinkan diriku, aku pasti bisa menempuh perjalanan ini.

Ada dua jalur jalan untuk menuju Curug Cibareubeuy. Jalur pertama langsung naik ke bukit, melewati hutan. Dan jalur kedua, melewati persawahan dengan jalan meniti di pematang, meloncat dari batu ke batu. Kami memilih jalur kedua dengan alasan medan dan situasi. Musim penghujan akan membuat tanah lebih becek dan licin. Jalur yang lebih banyak mendaki akan lebih sulit dilalui. Kemudian situasi lebih aman di persawahan karena banyak petani. Kalau ada apa-apa bisa langsung bertanya ke petani ataupun meminta bantuan mereka.

fb-img-14571274440257316-56da0173e222bd1422c7eb07

Indah, bukan?



Lomba Blog Terbaru #PahlawanMasaKini


Lomba Blog Terbaru #PahlawanMasaKini

Aturan Lomba

Periode : 17 – 31 Agustus 2016
Tiap artikel yang dilombakan wajib mencantumkan kata kunci “Supermal Karawaci”. yang ditautkan (hyperlink) ke www.supermalkarawaci.com
Tulisan yang tidak sesuai dengan ketentuan dan tema lomba dinyatakan gugur.
Peserta diwajibkan share link artikel lomba melalui Sosial Media dengan mencantumkan hashtag #SUPERMALKARAWACI #PAHLAWANMASAKINI
Kirim link hasil tulisan ke alamat email : contact.us@supermalkarawaci.com dengan subject : “PAHLAWAN MASA KINI”, di body email cantumkan Nama lengkap, Alamat email, Link Artikel di Blog dan No Tlp
Pemenang akan diumumkan 2 minggu setelah lomba ditutup (13 September 2016)
PT Supermal Karawaci berhak untuk menggunakan karya tulis setiap pemenang sebagai media komunikasi dan mensosialisasikannya kepada masyarakat, dengan menyertakan nama penulis dan tanpa mengubah konten aslinya.

Syarat dan Ketentuan

Peserta wajib Follow FB, IG dan Twitter Supermal Karawaci
Peserta lomba adalah pria atau wanita warga negara Indonesia dan menetap di Indonesia.
Mempunyai Blog atau website Sendiri
Peserta wajib men-share karya tulis melalui akun Facebook, Twitter dan Instagram pribadi dengan menyertakan hashtag #SUPERMALKARAWACI#PAHLAWANMASAKINI serta mention ke akun Socmed Supermal Karawaci.
Tulisan bersifat baru, orisinal (bukan karya orang lain atau hasil plagiat), dan tidak sedang dilombakan di tempat lain.
Minimal kata : 400 kata
Tulisan dan gambar tidak mengandung unsur SARA, Pornografi, Rasis atau merugikan dan merusak nama baik pihak lain.
Kriteria penilaian berdasarkan aspek berikut: kualitas tulisan & kesesuaian tema (relevansi), penambahan berbagai element media (gambar, video yang menarik) penunjang di dalam tulisan
Panitia berhak untuk (termasuk namun tidak terbatas) mengedit/memodifikasi seluruh karya (hasil tulisan) peserta yang diikutsertakan dalam kompetisi ini untuk segala kepentingan PT Supermal Karawaci
Program lomba blog ini tidak dipungut biaya apapun. Hati-hati dan waspada terhadap semua tindakan penipuan yang mengatasnamakan Lomba Blog Competition Supermal Karawaci.
Jika ditemukan kecurangan (akun palsu, sabotase, dll) selama lomba berlangsung, panitia berhak mendiskualifikasi peserta dan/atau pemenang yang dianggap melanggar sebagian atau seluruh syarat dan ketentuan kompetisi ini.
Tulisan yang masuk berhak menjadi milik PT Supermal Karawaci
Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat.

Hadiah Lomba

Juara 1: Produk Advance senilai Rp. 8.122.500 + Goodie Bag Number 61
Juara 2: Voucher Belanja Supermal karawaci Rp. 1.000.000,- + Goodie Bag Number 61
Juara 3: Voucher Belanja Supermal karawaci Rp. 500.000,- + Goodie Bag Number 61

Lomba Blog Wisata Impian #WisataTixton

Lomba Blog Wisata Impian #WisataTixton

Ngebet ingin dapet voucher menginap di hotel? Simak aturan main lomba menulis blog terbaru ini, biar nggak salah kamar ya. Periode 17 Agustus 2016 – 30 September 2016
Syarat dan Cara Partisipasi

Peserta adalah WNI yang berdomisili di Indonesia
Blog peserta berumur minimum 6 bulan dan memiliki minimum 20 post/tulisan
Domain bebas (wordpress, domain berbayar, kompasiana, blogdetik, blogspot, dll)
Hasil keputusan juri adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat
Like Facebook TixtonAsia
Follow Twitter @TixtonAsia dan @DuniaBiza serta Instagram @DuniaBiza
Tulis artikel dengan bahasa sendiri semenarik mungkin sesuai dengan Syarat dan Ketentuan Tulisan
Share artikel ke social media dan mention ke @TixtonAsia dengan #WISATATixton
Setelah semua langkah selesai, registrasi ke https://goo.gl/forms/01v8aIr0XlZNxKnB3
Peserta wajib memuat banner event Promo Wisata Tixton di artikel blog yang diikutsertakan. Banner bisa diunduh dari link ini download banner

Syarat dan Ketentuan Tulisan

Judul artikel bebas
Menggunakan bahasa Indonesia
Tulisan minimal 500 kata
Tema tulisan : LIBURAN IMPIAN
Dalam tulisan terdapat frasa Liburan Impian yang ditautkan ke linkhttp://duniabiza.com/category/lifestyle/
Tulisan berisi ulasan mengenai Travel Wish Tixton dan event PROMO WISATA TIXTONbeserta cara mengikutinya
Tulisan tidak mengandung SARA, pornografi, dan tidak melanggar norma kesusilaan
Terdapat kata Travel Wish Tixton yang memiliki hyperlink ke www.tixton.com/travel-wish/create
Tulisan harus memiliki kata kunci wajib Harga Hotel termurah. Dan satu kata kunci pilihan berikut 1) Wish Akhir Tahun Tixton, 2) Travel Wish Tixton, atau 3) Cara mudah dapatkan harga TERMURAH di hotel idaman

Penjurian dan Ketentuan Pemilihan Pemenang

Kualitas Tulisan
Judul dan isi tulisan sesuai tema
Tulisan yang disertai foto, video, atau infografik yang relevan akan mendapatkan nilai tambah
Sharing ke social media
Komentar dan respon pembaca
Pengumuman Pemenang: 5 Oktober 2016

Liburan Wisata Impian #WisataTixton Lomba Blog 2016

Hadiah akan dikirim oleh Tixton.com paling lama 14 hari kerja setelah pengumuman pemenang. Jadilah 10 peserta pertama yang otomatis mendapatkan voucher. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai Tixton silakan mampir ke website resminya.

Selamat mengikuti lomba blog terbaru 2016 dari Tixton, semoga juara deh. Sumber info lomba menulis blog ini diambil dari Dunia Biza.

Empat Ratus Tahun Cerita Lelaki

Setelah memahami, Jakarta diciptakan untuk orang-orang yang sudah bosan hidup, sambil mengagumi kendaraan yang lalu lalang, asap-asap yang keluar dari knalpot, dan langit yang tak pernah lebih biru dari lautan, ia akhirnya bertemu Teruna.

Gadis itu keluar dari taksi, memakai baju terusan rendah di bagian bawah berwarna merah marun, tersenyum, lalu bertanya, “Sudah menunggu lama?”

Bakda mendarat di Soetta tadi, ia diminta untuk menemui Teruna. “Naiklah Damri jurusan Lebak Bulus, lalu turunlah di Slipi Petamburan.” Teruna mengirimkan pesan singkat.

Yang Teruna tidak ketahui ialah, ia sudah hidup selama lebih dari 400 tahun dan menyepi di daerah-daerah berpenduduk sedikit, menyaksikan orang lahir dan mati, perang dan perdamaian, tetapi ia tidak pernah bosan menunggu untuk jatuh cinta, seperti yang diramalkan Onang Sadino, Pak Tua yang mengaku bisa membaca garis tangan dan membuka lapaknya di pasar Brang Biji beberapa tahun lalu, “Sebelum waktumu berakhir Nak, kau pasti akan jatuh cinta, dan laki-laki sejati hanya jatuh cinta satu kali seumur hidupnya.”
“Apa kamu lelah?” Teruna mengajukan pertanyaan berikutnya.
“Aku hanya tidak terbiasa dengan keramaian.” Ia menyandarkan tubuhnya di kursi, menghela napas, mengeluarkan botol air minum yang isinya tinggal sedikit, meneguknya, lalu menatap Teruna, “Arsenal pernah punya kostum berwarna merah marun. Konon, itu warna kehidupan.”

Teruna memegang tangan lelaki itu dan berkata, “Aku merasa jauh lebih hidup saat kamu ada di sampingku sekarang ketimbang aku memakai pakaian ini.”
Baru semalam ia berangkat dari Sumbawa, menyisiri garis pantai sampai Poto Tano. Malam itu, ombak di selat Alas tidak begitu bersahabat. Barangkali ada seseorang yang telah meninggalkannya ketika bermain ayunan. Jadi diombang-ambingkannya kapal laut tua itu, sambil mengingat tragedi kapal tua Munawar yang tenggelam beberapa bulan sebelumnya. Ia bisa saja berteleportasi. Tapi jangkauan teleportasinya hanya sekitar 100km. Ia khawatir kemunculannya yang tiba-tiba, dan kadangkala tidak dapat ia kontrol, akan membuat kehebohan bila mana ada saksi mata yang menyaksikannya. Toh, ia sudah ingin hidup sebagai manusia biasa. Kemampuan khususnya ingin ia tenggelamkan.
Gadis itu, meski ia tak yakin apakah Teruna masih seorang gadis, bilang telah jatuh cinta kepadanya, tanpa pernah bertemu sebelumnya.

“Bisakah kita merindukan seseorang yang belum kita temui sebelumnya?” tanya lelaki itu.
Tapi sebelum kita berlanjut menjawab pertanyaan itu, saya akan membawa kalian ke peristiwa lain yang inshaallah masih saling berkaitan, sebagai selingan.
Arsenal baru kalah dari Bayern Munich malam itu. Ia seorang pencinta Arsenal. Kekalahan itu membuatnya galau. Hari itu ia pergi ke Tanjung Menangis. Di sana memang lokasi terbaik untuk memancing.
Saya kebetulan sedang berkemah di Ai Loang, dan bakda Subuh memutuskan untuk menaiki perahu, sendirian. Pagi-pagi begini ombak relatif tenang. Pulau Moyo yang tersohor terlihat dari kejauhan. Dibelai angin yang lembut, saya membayangkan kekasih. Perahu pelan-pelan menjauh dari daratan. Sebatang pohon yang tumbuh sendiri agak jauh dari bibir pantai tampak kesepian.
Ketika menoleh ke arah sebaliknya, di Tanjung Menangis itu, saya menyaksikan sosok itu, ia, sedang memancing. Meski cahaya masih sangat sedikit, dan matahari yang biasa akan terlihat terbit sangat sempurna masih mencoba membukakan mata, saya katakan dengan pasti, ikan-ikan tampak lompat-melompat di sekitar kailnya.
Pada hari itulah kami berkenalan, tapi ia tak mau menyebutkan nama.
Baru berjabat tangan, ia bertanya, “Hal apakah kiranya yang paling tidak kamu percayai di dunia ini, Kawan?”
“Tuhan. Dan pemandangan yang baru saja saya lihat. Bagaimana mungkin ikan-ikan itu seperti minta dipancing?”
“Banyak hal yang belum kita tahu, dan kita cenderung tidak mempercayai hal yang tidak kita ketahui.” Ia masih memegangi pancingnya, memandang lurus ke depan lalu kembali berkata, “Apa kamu akan percaya jika kukatakan aku telah hidup selama lebih dari 400 tahun di dunia ini?”
Saya terhenyak mendengar ucapannya. Ikan-ikan melompat lebih tinggi. Cahaya kuning pertama dari matahari terbit sampai di permukaan lautan. “Tidak mungkin, kecuali engkau Khidir.” Saya menyangsikan.
“Kau asli Tanah Samawa?” Ia menanyakan pertanyaan lain.
“Oh, bukan. Saya baru tiga tahun dimutasikan ke sini.”
“Apa kamu percaya yang namanya kesetiaan?” Pertanyaannya semakin mendalam
“Apa ini soal perempuan?” Saya balik bertanya.
Dia pun menarik pancingnya. Seekor baronang batu yang lebih besar dari telapak tangan tampak menggeliat di ujung kail. Ikan berwarna hitam itu akan terasa enak bila dibakar dengan cara yang tepat.
“Dulu, ada seorang gadis. Dia mengejarku sampai ke tanjung ini. Ah, tidak berhenti sampai di sini, ia terus mengejarku sampai ke sana,” ucapnya sambil menunjuk lautan. Matanya berkaca-kaca. Saya tahu dia sedang sedih menceritakan kisah yang tampak janggal itu. Tapi kalian harus tahu, segala hal yang tak masuk akal, di hadapan cinta, segala hal itu pula dapat diterima. “Aku tidak tahu kalau dia akan mati dengan cara seperti itu. Aku bahkan masih mengingat wajahnya yang sendu, yang meneriakkan namaku ketika perahuku mulai menjauh. Aku pikir, itulah kematian pertama yang aku saksikan di dunia ini, Kawan.”
“Nama? Engkau punya nama?”
“Aku tidak punya nama. Tapi dulu aku dipanggil Daeng Ujung Pandang.”
“Saya seperti pernah mendengar kisah ini.”
“Kalau kamu asli tanah Samawa, pasti kisah ini akrab di telingamu.”
Kalimat terakhirnya tenggelam begitu saja. Saya memang sering tidak mau tahu dengan cerita-cerita di Sumbawa. Sebab menjadi karib dengan tanah ini, akan membuatmu semakin betah berada di sini. Saya sendiri ingin cepat-cepat pindah.
Selain tidak tahu nama, saya juga tidak tahu tempat tinggal lelaki itu. Tapi setiap kali pergi memancing, di mana pun, di Mamak, di Batu Bulan, di Empang atau sampai di Teluk Santong sekalian, saya selalu bertemu dengannya. Sampai kami sedemikian akrab. Sampai saya mau tidak mau percaya dengan kisah-kisah yang diceritakannya.

~

Kembali ke Teruna, saya mengenalnya di media sosial. Ia seorang gadis yang tangguh. Saya pikir semua gadis yang hidup di Jakarta adalah gadis yang tangguh. Siapa yang bisa tahan bila setiap pagi tak melihat burung-burung bertengger di atas pagar, embun di atas daun, dan duka-luka yang tertumpuk seharian harus dicoreng-morengi asap kendaraan yang penuh timbal.
Ia tersentak ketika melihat profil Teruna di tablet saya. Gadis mungil berambut panjang itu begitu menarik perhatiannya. “Aku sudah hidup selama 400 tahun lebih, tapi baru kali ini aku menemukan wajah seseorang yang mirip dengan wajah sang putri.”
“Max Galuppo saja pernah menemukan lukisan dirinya, persis dirinya di Philadelpia Museum of Art tanpa mengakui ia tidak pernah dilukis oleh seorang pun. Menariknya, lukisan yang diberi judul Portrait of a Nobleman with Dueling Gauntlet itu dibuat pada tahun 1562 di Italia.”
“Jadi apa reinkarnasi itu ada?”
“Ada 7 not dasar. Dari ketujuh not dasar itu, jutaan lagu tercipta. Dari jutaan lagu itu, kalau ada yang mirip atau nyaris sama persis adalah hal yang mungkin. Baru-baru ini Katy Perry dibilang menjiplak Nike Ardilla. Saya pikir itu hanya kebetulan. Genetika juga seperti itu. Entah sudah berapa miliar manusia ada di muka bumi. Jadi bila ada kesamaan, pengulangan genetika, itu suatu kewajaran.”
“Aku belajar sesuatu darimu, Kawan. Ternyata kebijaksanaan bisa datang dari mana saja, termasuk dari manusia seumur jagung.” Ia menjawab lalu tertawa terbahak-bahak.
Saya suka iri melihat perawakannya yang relatif sempurna. Kulitnya secarah buah pir. Giginya putih bersih. Rambutnya hitam dan tebal. Hidup lebih dari 400 tahun tak membuatnya menjadi tambun.
Saya tidak tahu apa rencananya terhadap Teruna ketika sekitar pukul delapan pagi WITA, ia mengirimi aku pesan singkat, “Kawan, aku baru mendarat di Soetta. Sebentar lagi aku akan bertemu Teruna.”

~

Lalu dimulailah cerita ini. Ia sedang berada di taksi bersama Teruna menuju kawasan Palmerah. Teruna mengajaknya singgah di kosnya. Saya tidak mau mengajak kalian membayangkan hal yang akan terjadi di antara laki-laki dan perempuan bila berada di ruang yang hanya ada tembok dan atap, berdua saja, lalu tirai ditutup sehingga sulit bagi satuan cahaya terkecil sekali pun untuk mengintip.
Ia tidak mengabari saya apa pun. Hari itu hari Sabtu. Saya memutuskan memancing di Kencana. Bila beruntung akan ada anak-anak perempuan mandi di pantai. Menyegarkan bila Tuhan memberikan kesempatan untuk cuci mata barang sejenak di sana.
Saya tidak mengerti makna kesetiaan. Matahari yang terbit dari timur ke barat itu juga konon akan terbit dari barat ke timur. Bulan yang melayang di langit malam tidak utuh sepanjang hari. Selamanya—apa ada kata selamanya, dan seberapa jauh?
Baru menjelang malam hari, ia mengirim pesan, “Malam ini, Chelsea akan menjamu Arsenal. Aku akan berada di kereta, tolong kabari aku perkembangan skornya ya.”
Kami berdua sama-sama pencinta Arsenal dan saya tidak penasaran terhadap jawaban yang ia dapatkan dari pertemuannya dengan Teruna. Siapa yang tahu bila malam itu, Arsenal harus kalah enam gol tanpa balas dan kereta yang ia naiki berada di atas rel yang tak memiliki ujung?
Barangkali hanya kalian saja yang penasaran bagaimana sejatinya kisah ini harus diakhiri dan saya yang tak mengerti perasaan saya bahkan sejak cerita ini dimulai.

Lomba Menulis Blog Airpaz Aku Cinta Indonesia 2016

Lomba menulis blog Airpaz Aku Cinta Indonesia 2016 hadir untuk kamu anak-anak Indonesia. Ayo eskpresikan rasa cinta tanah air dan bangga ber-tanah air Indonesia melalui media blog dengan tema “Aku Cinta Indonesia”.

Lomba blog Aku Cinta Indonesia persembahan Airpaz ini menyediakan total hadiah senilai Rp 17.000.000,- Wow!

Lomba Blog Aku Cinta Indonesia Airpaz 2016
Biar kesempatan menang duit + tiket pesawatnya makin gede, kamu harus baca dulu aturan main lomba blog Airpaz 2016 ini, simak ya.

Ketentuan Kompetisi

Peserta adalah WNI (Warga Negara Indonesia) asli berusia minimal 13 tahun berdomisili di Indonesia maupun luar negeri
Setiap peserta harus mendaftarkan link blog dalam form registrasi mulai tanggal 25 Juli – 25 Agustus 2016 disini
Setiap artikel minimal 500 kata dan maksimum 800 kata dalam blog masing-masing (kompasiana, blogdetik, wordpress, blogspot, blog pribadi, tumblr)
Tema tulisan adalah ” Aku Cinta Indonesia” dengan 3 topik pilihan, yaitu:

1. Seni dan Budaya Indonesia
2. Kelezatan Kuliner Indonesia
3. Pesona Alam Indonesia

Contoh artikel bisa dilihat disini
Setiap peserta diperbolehkan mengikuti lebih dari 1 topik tulisan dan bisa berupa pengalaman pribadi maupun informasi
Setiap artikel wajib memiliki kata “tiket pesawat” yang di link satu kali ke:http://goo.gl/AWhmPU serta maskapai yang dipilih misalnya Lion Air. Setiap kata“Lion Air” di link satu kali ke: http://goo.gl/MGCPFs (Total maksimum 2 link)
Tulisan merupakan pengalaman pribadi, dokumentasi, informasi.
Tulisan belum pernah dipublikasikan di media manapun dan merupakan asli karya sendiri. (perubahan penjabaran atau narasi cerita diijinkan)
Gaya bahasa tulisan bebas namun tidak alay atau disingkat-singkat, misalnya; (Aq, suk4 L!bur@N, tkt pswt, dan lain-lain)
Untuk kategori hadiah tiket pesawat, pemenang BEBAS memilih SEMUA destinasi yang ada di Airpaz.com untuk penerbangan langsung, transit maupun one stop. Untuk penerbangan one stop (sambungan) resiko ketinggalan penerbangan berikutnya ditanggung penumpang)
Setiap artikel tilisan di bagikan ke minimal 2 akun sosial media masing-masing (facebook, twitter, Google +) dengan hastag #Airpaz #AkuCintaIndonesia
Artikel dengan video perjalanan di youtube akan menjadi nilai tambah apabila mencantumkan unsur Airpaz.com dalam Video tersebut.
Pasang Script blog di bawah ini di widget atau di akhir postingan blog masing-masing (tidak wajib):



*copy code dalam kotak diatas dan paste di artikel lomba!

Penjurian dan Pengumuman PemenangPenjurian akan berlangsung 3 tahap:

Penjurian tahap pertama dilakukan 24 jam setelah link artikel dikirimkan melalui form pendaftaran 25 Juli – 25 Agustus 2016 untuk menilai kulitas konten secara langsung.
Penjurian tahap 2 dan 3 akan berlangsung mulai tanggal 27 Agustus – 30 Agustus 2016
Pengumuman pemenang akan diinformasikan tanggal 31 Agustus 2016 melalui blog.airpaz.com
Keputusan Juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu-gugat.

Hadiah PemenangPaket Tiket Pesawat PP + Uang Saku, dengan rincian sebagai berikut:

Juara I Mendapatkan Hadiah Total Rp 5.000.000,- (Tiket pesawat PP + Uang saku)
Juara II Mendapatkan Hadiah Total Rp 3.500.000,- (Tiket pesawat PP + Uang saku)
Juara III Mendapatkan Hadiah Total Rp 2.250.000,- (Tiket pesawat PP + Uang saku)
Sebanyak 17 Voucher Tiket Pesawat senilai @Rp 200.000,-
Sebanyak 08 Voucher Tiket Pesawat senilai @Rp 75.000,-
Sebanyak 45 Voucher Tiket Pesawat senilai@Rp 50.000,-

Catatan
Berikut Link URL masing-masing maskapai yang bisa Anda pilih:
Nama Maskapai Direct Link

AirAsia http://goo.gl/nEuK2d
Batik Air http://goo.gl/tnQERz
Citilink http://goo.gl/y24xE7
Garuda Indonesia http://goo.gl/6EWmLU
Kalstar http://goo.gl/W7ytAQ
Lion Air http://goo.gl/MGCPFs
Nam Air http://goo.gl/SKviDH
Sriwijaya Air http://goo.gl/FGST8u
Wings Air http://goo.gl/LrHCGz

Lomba Menulis Cerita| Fiction Writing Competition Inspired by Classical Novel

Indonesia Book Club (NulisBuku.com, ZettaMedia.id dan Storial.co) dan PT. Telkom Indonesia kembali bekerja sama mengadakan kegiatan literasi dalam misi membangun kembali minat baca dan membantu mencerdaskan masyarakat. Kali ini, kegiatan literasi yang kami lakukan berupa kompetisi menulis cerita fiksi yang terinspirasi dari novel klasik terbitan Balai Pustaka atau “Fiction Writing Competition Inspired by Classical Novel”, yang akan berlangsung selama bulan Agustus hingga Oktober 2016.

Ketentuan umum kompetisinya sangat mudah, yakni kamu harus membaca novel klasik terbitan Balai Pustaka terlebih dahulu. Novel klasik tersebut dapat kamu baca melalui Pustaka Digital atau PaDi.
PaDi adalah program implementasi dari pencanangan 1000 Digital Learning Corner yang direalisasikan dalam bentuk kumpulan Pustaka Digital (eBook) gratis yang terdapat pada perangkat (dekstop atau gadget) PaDi di lokasi Plasa Telkom, WiFi Corner Telkom, dan Grapari Telkomsel tertentu. Program PaDi hingga saat ini dapat diakses di Plasa Telkom tertentu (cek ketersediaan PaDi di kotamu di link berikut http://www.telkom.co.id/pustaka-digital.html) dan lokasi masih akan terus bertambah.

Untuk kompetisi ini, kami menyiapkan hadiah total uang tunai senilai Rp. 50.000.000,-* untuk 5 orang pemenang.

Juara #1: Rp15.000.000
Juara #2: Rp12.500.000
Juara #3: Rp10.000.000
Juara #4: Rp7.500.000
Juara #5: Rp5.000.000

*Pajak hadiah ditanggung pemenang!

Syarat dan ketentuan Fiction Writing Competition:
Akses PaDi di Plasa Telkom, WiFi Corner Telkom, dan Grapari Telkomsel tertentu.
Jika kesulitan mengakses PaDi, kamu bisa membacanya melalui www.qbaca.com atau melalui aplikasi QBaca di smartphonemu.
Pilih dan baca 1 buku (novel klasik terbitan Balai Pustaka).
Tulisan harus berupa cerita fiksi.
Tulisan tidak boleh mengandung SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan).
Harus asli karya peserta dan ditulis oleh penulis tunggal (satu cerita hanya ditulis oleh satu penulis).
Tulisan yang disubmit belum pernah disubmit ke platform menulis lain, juga tidak sedang diikutkan dalam kompetisi mana pun. Dan selama kompetisi berlangsung, peserta dilarang mengunggah cerita tersebut ke platform menulis mana pun.
Setelah submit tulisan, peserta wajib tweet “Aku ikutan Fiction Writing Competition #PustakaDigital @TelkomIndonesia @StorialCo lho! Baca karyaku di www.storial.co/tags/padifiksi #PADIFiksi”

Periode kompetisi: 17 Agustus – 7 Okober 2016.
Tulisan ditunggu paling lambat tanggal 7 Oktober 2016, pukul 23.59.
Tulisan ini akan dibaca oleh para juri dan hasil keputusannya diumumkan pada tanggal 31 Oktober 2016.
Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.
Ketentuan teknis submit tulisan di www.storial.co:

Peserta boleh mengikutsertakan lebih dari satu cerita asal dimuat dan diterbitkan dalam BUKU yang berbeda.
Tulisan harus ditulis dalam bahasa Indonesia, dengan panjang tulisan 1.000 – 10.000 kata. Boleh dibuat dalam beberapa BAB, panjang tulisan dalam satu bab maksimal 2.000 kata.
Judul: Gunakan judul dalam bahasa Indonesia yang baik.
Kategori: Cerita Pendek.

Keterangan Buku:
1. Isi kolom Keterangan Buku dengan sinopsis, teks pernyataan dan biodata singkat penulis (panjang isi kolom Keterangan Buku maksimal 300 kata).
2. Awali sinopsis dengan teks pernyataan berikut “Karya ini terinspirasi dari [Judul Novel] karya [Penulis Novel] terbitan Balai Pustaka yang diikutsertakan dalam Fiction Writing Competition Inspired by Classical Novel yang diselenggarakan oleh Indonesia Book Club dan Telkom Indonesia. Dan saya menyatakan bahwa karya ini hanya diunggah di www.storial.co. ”
3. Sertakan biodata singkat penulis:
3a. Nama Lengkap
3b. Nama Pena (optional)
3c. Tempat & Tanggal Lahir
3d. Domisili (Mis: Jakarta/Surabaya/Bandung)
3e. Akun Twitter
Kata kunci: PADIFIKSI
Contoh Buku Padi Fiksi dapat kalian lihat di link berikut http://www.storial.co/book/contoh-buku-padi-fiksi
@
Jika ada pertanyaan mengenai Fiction Writing Competition silakan email ke indobookclub@gmail.com yah!
Subjek email: Fiction Writing Competition
Format email: Nama + No.HP + Pertanyaan
Selamat membaca dan berkarya