Pilihan Penulis

Durian yang dikarbit dengan durian yang matang alami beda rasanya. Aku tidak pernah suka durian yang dikarbit. Durian yang dikarbit tidak wangi.

Sebagai pembaca aku tidak suka penulis karbitan. Penulis karbitan adalah penulis yang isi tulisannya adalah kerja keras editor. Sebenarnya ia belum bisa menulis. Ia tidak mengerti tata bahasa. Ia tidak mengerti arti sebuah cerita. Lalu editor yang mengerjakannya. Entah demi alasan pasar atau apa.

Sebagai penulis, aku tidak suka dikarbit. Kesempurnaan bagiku adalah sebuah proses. Ketika naskahku sudah diterima, dibilang layak makan, oke… biarlah seperti itu rasanya. Rasa harus dipertahankan. Tulisan adalah representasi rasa yang kumiliki dan biarlah pembaca mengenaliku dari rasa itu.

Lomba Menulis Pesona Bahari

lomba anugerah pesona bahari 2016

Lomba menulis artikel Anugerah Pesona Bahari kembali hadir, kali ini lomba menulis artikel terbaru 2016 ini berhadiah total 500 juta rupiah. Wow wow wow!

Lomba Menulis Wisata Bahari 2016 dipersembahkan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bekerjasama dengan Forum Wartawan Pariwisata (Forwarpar). Lomba Anugerah Peson Bahari ini diperuntukkan khusus untuk wartawan di seluruh Indonesia. Bukan wartawan? Gigit jari aja yuk 😀
Lomba Menulis Wisata Bahari 2016
Anugerah Pesona Bahari merupakan salah satu program unggulan dalam pembangunan kepariwisataan nasional, melalui lomba menulis wisata bahari antar wartawan se-Indonesia akan menjadi sarana promosi wisata yang efektif.

Syarat dan Ketentuan Lomba Anugerah Peson Bahari 2016

Artikel yang dikirimkan ke dewan juri diwajibkan tayang dulu di media masing-masing, dengan rentang waktu tayang dari 1 Januari 2016 s/d 1 Agustus 2016.
Artikel dikirimkan ke e-mail: lombamenulisbahari@gmail.com
Peserta diperbolehkan mengirim lebih dari 1 tulisan dengan menyertakan bukti tayang di media masing-masing.
Pendaftaran ditutup 1 Agustus 2016, dan
Pengumuman pemenang lomba pada 20 Agustus 2016
Diperuntukan khusus bagi kalangan wartawan se-Indonesia.
Kategori media: cetak koran, cetak majalah, dan online.
Tulisan merupakan karya asli, dan panitia berhak menggugurkan pemenang apabila di kemudian hari tulisan terbukti bukan karya asli.
Tulisan dimuat pada media massa cetak umum (bukan media internal) yang terbit di Indonesia antara tanggal 1 Januari 2016 s/d 1 Agustus 2016.
Tulisan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Pendaftaran lomba mulai dari tanggal 4 Mei 2016 dan ditutup tanggal 1 Agustus 2016.
Peserta menyertakan bukti pemuatan dan fotokopi indentitas penulis (i.d pers), ke alamat: e-mail: lombamenulisbahari@gmail.com; setiap penulis dapat mengirimkan lebih dari satu naskah tulisan;
Hasil lomba akan diumumkan melalui : www.indonesia.travel;
Alamat panitia lomba: Forum Wartawan Pariwisata. Gedung Sapta Pesona Lantai 2, Jalan Medan Merdeka Barat No. 17 Jakarta Pusat 10110.

Dewan Juri Lomba Anugerah Peson Bahari 2016

Lomba ini melibatkan Dewan Juri dari berbagai kalangan, antara lain
Didien Junaedy (Ketua Gahawisri/Ketua GIPI);
Raymond T. Lesmana (Praktisi Bahari);
Prof. Krishna Nur Pribadi (Dosen ITB);
Arifin Hutabarat (Media); dan
Esthy Reko Astuty (Pemerintah/Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kemenpar).

Kategori Pemenang Anugerah Pesona Bahari 2016

Kategori Juara Terbaik (Best of the Best) : Rp 100 juta
Media Online (Juara I, II, III, harapan I, II) : Rp 40 juta, Rp 30 juta, Rp 20 juta, Rp 10 juta, Rp 5 juta
Media Cetak Surat Kabar (Juara I, II, III, harapan I, II) : Rp 40 jt, Rp 30 jt, Rp 20 jt, Rp 10 jt, Rp 5 jt
Media Cetak Majalah (Juara I, II, III, harapan I, II) : Rp 40 juta, Rp 30 juta, Rp 20 juta, Rp 10 juta, Rp 5 juta

Lomba Anugerah Pesona Bahari 2016

Lomba Menulis Kisah Ramadhan, DL 14 Juli 2016

lomba menulis ramadhan

Cara mengikuti lomba menulis terbaru 2016 ini cukup gampang Sob, kamu hanya perlu mengikuti tiga akun Twitter dengan id @pulkam @tiwttierID dan @linimasa. Ketentuan selengkapnya bisa dilihat di bawah ini:

1. Memiliki akun twitter, lalu follow akun @pulkam dan @linimasa
2. Karya yang diperlombakan tidak sebatas cerita pendek. Dapat juga menyampaikan puisi, narasi, maupun komik/cerita bergambar dengan tema utama: “Cinta di Bulan Ramadan”
3. Karya merupakan karya orisinal dan belum pernah dipublikasikan dalam blog, media online- maupun media massa.
4. Jumlah kata-kata yang diharapkan oleh Dewan Juri untuk cerpen dan narasi adalah 500-700 kata. Untuk Puisi sekitar 300 kata. Untuk komik tidak lebih dari 10 kolom.
5. Karya tulis cerpen, narasi maupun puisi disampaikan melalui email dalam bentuk lampiran / attachment MS word. Sedangkan komik dalam format .jpg, .gif, .png, .tiff atau .pdf
6. Karya disampaikan ke alamat email: kisahramadan2016@linimasa.com dan mention kami setelah mengirimkan karya dengan hestek #kisahpulkam
7. Setiap karya juga disertai informasi menyampaikan nama lengkap, usia, nama akun twitter serta CV singkat di dalam badan email.
8. Karya paling lambat diterima kami pada tanggal 14 Juli 2016 pukul 23.59 WIB
9. Setiap karya akan ditampilkan dalam halaman khusus linimasa.com
10. Penjurian dilakukan oleh seluruh penulis Linimasa: @agunsux, @carnauval @gandrasta @glennmars @simandoux, @dragonohalim dan @roysayur dan hasil penjurian ndak bisa diganggu gugat ya.
11. Hadiah berupa uang tunai dari @pulkam dan bingkisan cinderamata dari @TwitterID. Adapun pemenang akan disampaikan bersamaan dengan pengumuman lomba foto dan video @pulkam.

Kalau syaratnya sudah terpenuhi, silakan kirimkan karyamu ke kisahramadan2016@linimasa.com paling lambat 14 Juli 2016. Juri akan memilih 3 cerpen sebagai pemenang yang akan diumumkan tanggal 16 Juli 2016.

Hadiah Lomba Cerpen #KisahPulkam

Juara 1 Rp. 1 juta rupiah
Juara 2 Rp. 700 ribu rupiah
Juara 3 Rp. 300 ribu rupiah

E-Rekon dan Pejabat Pengelola Keuangan

Seperti yang kita tahu, setiap satuan kerja memiliki Pejabat Pengelola Keuangan. Pejabat Pengelola Keuangan terdiri dari Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Penandatangan SPM (PPSPM) dan Bendahara.

Pada dasarnya, setelah disahkan, anggaran digunakan oleh Pengguna Anggaran, yakni Menteri/Pimpinan Lembaga. Kemudian, Pengguna Anggaran menguasakannya kepada Kuasa Pengguna Anggaran. Biasanya, KPA ini dipegang oleh Kepala Kantor satuan kerja terkait. Namun, tidak melulu demikian karena Pejabat Pengelola Keuangan bukanlah jabatan struktural.

KPA memiliki sekian banyak kewenangan. Karena banyak, ia dibantu oleh PPK dan PPSPM. PPK berwenang dalam segala hal terkait penyediaan barang dan jasa satuan kerja hingga pembuatan SPP. PPSPM bertanggung jawab untuk memeriksa SPP yang dibuat PPK hingga kemudian menandatangani SPM sebelum diserahkan ke KPPN.

KPA bisa merangkap sebagai PPK atau juga merangkap sebagai PPSPM, salah satu, karena pada mulanya kewenangan itu adalah miliknya. Salah satu karena tetap harus ada fungsi check and balance. Sementara bendahara tidak bisa dirangkap. Karena pada dasarnya bendahara bertanggung jawab langsung kepada Bendahara Umum Negara, yakni Menteri Keuangan. Bendahara adalah jabatan fungsional. Karena itu ada wacana bahwa tenaga bendahara seharusnya bukan berasal dari kantor terkait melainkan disediakan oleh Menteri Keuangan.

Rekonsiliasi adalah bentuk pertanggungjawaban satuan kerja atas kerja keuangannya. Di dalam penyerahan Berita Acara Rekonsiliasi, juga disertakan Laporan Keuangan dan LPJ Bendahara.

Proses rekonsiliasi dilakukan menggunakan aplikasi berbasis web, E-rekonsiliasi. Ada 2 user yang digunakan yakni user operator dan user KPA. User KPA digunakan untuk mengotorisasi atau menandatangani BAR secara elektronik. Jadi, prinsipnya ketika otorisasi dilakukan, KPA lah yang melakukannya.

Kenapa harus KPA?
1. Kewenangan pelaporan dan pertanggungjawaban ada di KPA. PPK maupun PPSPM tidak memiliki kewenangan tersebut. Sehingga menurut saya, PPK dan PPSPM tidak berhak melakukan otorisasi ini.

2. KPA, bukan jabatan struktural. Tidak ada istilah plh atau plt KPA.

3. Terkait hal kedua, e-rekon sebenarnya memfasilitasi ketidakberadaan KPA saat dibutuhkan tanda tangan basah. E-rekon tidak membutuhkan tanda tangan basah. Jadi, identitas dalam user KPA adalah milik KPA sendiri. Ia tidak boleh diubah menjadi PPK atau PPSPM.

4. Ketika KPA mendelegasikan otorisasi pada praktiknya, secara prinsip, hal itu tetap tanggung jawab penuh KPA dan e-rekon tidak mengenal delegasi ini.

Kira-kira begitu.