Republik Ubi

Ketika kecil, aku sering bermain dengan teman-teman di ladang kosong yang terletak tak beberapa jauh dari rumah. Di ladang itu, sebenarnya ada empat buah pohon rambutan. Satu pohon yang terbesar buahnya kecut. Dua pohon lain masih belum banyak buahnya. Dan satu pohon lagi, yang berbuah lebat, manis, ngelotok kering, dipenuhi semut hitam besar-besar yang bila […]

Read More

Cash Flow Shortage dan Drama Harga BBM

                Pada tahun 1972, terbitlah Limits to Growth. Risalah ini disusun oleh Club of Rome, yang tesis dasarnya mengingatkan, bila borosnya pola konsumsi dunia dan cepatnya pertambahan penduduk sama seperti semula, dalam waktu seabad bumi tak akan sanggup lagi memenuhi kebutuhan manusia. Dalam konteks bahan bakar minyak, sejak tahun 1993, produksi minyak bumi […]

Read More

Rumah

aku ingin membuatkanmu rumah dengan arsitektur sederhana batu batanya dibuat dari lumpur, atapnya daun rumbia setiap hujan turun, kita akan mendengarkan suara yang berisik dan saling memeluk ketakutan milik kita rasa khawatir menjadi sedemikian menarik karena kita akan mengenang itu sejauh selamanya siapa saja boleh bertamu, pintu terbuka setiap saat kau akan menyajikan secangkir teh […]

Read More

SKP, From Public Goods Until Tax Regime Uncertainity

Public Goods Barang publik adalah barang yang apabila dikonsumsi oleh individu tertentu tidak akan mengurangi konsumsi orang lain akan barang tersebut dan Barang publik merupakan barang-barang yang tidak dapat dibatasi siapa penggunanya dan sebisa mungkin bahkan seseorang tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mendapatkannya. Contoh: udara, cahaya matahari, papan marka jalan, lampu lalu lintas, pertahanan nasional, […]

Read More

Catatan Pinggir Wanna Be?

Aku gelisah, maka aku menulis. Itulah yang melatarbelakangi kelahiran web ini. Semalam aku mengumumkan keberadaan web ini kepada sejumlah teman di kontak WhatsAppku. Salah seorang teman berkomentar, “Kok gaya-gayanya mirip Catatan Pinggir Goenawan Muhammad ya?” Soal Catatan Pinggir itu, aku baru mendapatkan empat serinya di International Book Fair lalu. Satu stand milik Tempo menjualnya dengan […]

Read More

Belajar dari Bakuman

Tiba-tiba aku teringat manakala aku mengkritik sebuah cerpen di Kompas beberapa waktu lalu. Cerpen itu sangat buruk. Bahkan dari segi kualitas bahasa, cerpen itu tak layak dibaca. Pada itu, aku juga menyebut-nyebut One Piece sebagai karya monumental. Seorang pembela cerpen tersebut mengatakan betapa bodoh bila kita membandingkan karya sastra dengan komik. Aku tertawa geli mendengarnya, […]

Read More