Catatan Pringadi

Blog Literatur/ Sastra, Makro Ekonomi, dan Catatan Perjalanan

10 Drama Korea yang Harus Kamu Tonton Sebelum Kamu Mati (Bagian 1)

Published / by Pringadi As / 1 Comment on 10 Drama Korea yang Harus Kamu Tonton Sebelum Kamu Mati (Bagian 1)

Subjektivitas sangat berperan dalam pembuatan list ini. Saya mencoba mengingat dan mengenang kembali sejumlah drama yang sudah saya tonton, dan meraba seberapa dalam kesan menancap di hati. Tentu, perbandingan drama-drama tersebut tidak bisa apple to apple. Maksud saya, dalam hal selera saja, waktu bisa mengubah selera kita. Ada banyak hal yang berubah dan mengubah preferensi kita.

  1. Endless Love
Endless Love

Awalnya, saya ingin memasukkan Winter Sonata. Namun, saya berpikir, ada satu hal yang bikin saya kurang sreg dengan Winter Sonata adalah kenyataan bahwa tokoh utamanya ternyata masih hidup. Pilihan pertama jatuh pada Endless Love. Saya masih SMP ketika itu, dan baru mau masuk SMA. Sungguh sangat aneh rasanya bila mengingat saya pernah menangis menonton drama di usia yang masih begitu muda, sekitar 14 tahun.

Nah, mungkin sedikit yang tahu, drama yang dibintangi Song Seung Hoon, Song Hae Kyo, Won Bin (dan Moon Geun Young) ini sebenarnya berjudul Autumn in My Heart. Endless Love sendiri adalah kuadrologi drama dengan tema 4 musim. Selain Autumn In My Heart, ada juga Winter Sonata, Spring Waltz, dan Summer Scent.

Awalnya, drama ini diantusiasi penonton Indonesia karena orang yang konon paling ganteng di Korea, yakni Won Bin, berperan di drama ini. Namun, drama ini justru bukan tentang Won Bin. Ada bajingan lain bernama Song Seung Hoon yang bikin wanita secantik Eun Soh menderita. Ceritanya tentang apa, durhaka banget kalau ngaku suka drama Korea tapi nggak tahu.

2. Summer Scent

Tadinya, saya hanya mau memasukkan satu drama klasik dalam list ini. Tapi Song Seung Hoon memang bajingan. Sampai sekarang, dia sudah begitu tua, masih sama kurang ajarnya dengan berani membuat orang menyukai drama dan film-filmnya.

Summer Scent sendiri masuk dalam dua teratas drama Korea paling romantis versiku. Dua–karena saya nggak bisa menentukan mana yang pertama.

Drama ini sangat berkesan karena satu adegan. Di lapangan rumput. Malam hari. Lalu bajingan itu meminta gadisnya berdansa dengannya. Telanjang kaki. Dan kemudian… kaki sang gadis naik di atas kaki bajingan itu. Mereka pun berdansa. Romantis sekali. Meski tentu, hal ini hanya bisa dilakukan kalau gadismu juga langsing layaknya gadis-gadis Korea.

Secara garis besar, ceritanya adalah tentang seorang gadis yang menerima transplantasi jantung dari gadis lain. Gadis lain itu adalah kekasih Song Seung Hoon. Takdir kemudian mempertemukan gadis ini dengan Song Seung Hoon, dan seketika itu, si jantung berdegup kencang. Konfliknya sederhana, si gadis sudah punya kekasih. Jadilah cinta segitiga. Tapi kualitas akting, OST dan adegan-adegannya asli bikin baper.

3. The Devil

Ini adalah drama pertama yang membuatku iri pada aktornya. Dan menonton drama ini membuatku merasa, aku ingin menjadi dia…bahkan aku adalah dia. Aktornya adalah si Pangeran alias Ju Ji Hoon. Saya sering sebut dia Pangeran karena perannya di Princess Hours.

The Devil adalah sebuah drama yang benar-benar kelam. Mengisahkan seorang pria yang menjadi pengacara, seorang polisi, dan seorang gadis pustawakan yang punya kekuatan psikometri. Si Pangeran yang kali ini jadi pengacara punya kemampuan untuk memanipulasi pikiran orang lain, dalam artian, ia bisa menggerakkan jiwa orang, dan orang-orang itu kemudian melakukan pembunuhan. Aksinya disebabkan oleh dendam. Ketika ia kecil, ia melihat kakaknya di-bully, dan kemudian mati. Dari sudut pandangnya, kakaknya dibunuh. Namun, si pelaku pembullyan tersebut dinyatakan tidak bersalah karena dia anak dari orang yang berkuasa. Nah, orang yang dianggap sebagai pelaku ini, ketika dewasa menjadi polisi.

Konflik cinta pun terjadi. Sang polisi awalnya meminta bantuan pada gadis pustakawan (dia juga melayani konsultasi psikometri), dan jatuh cinta padanya. Begitu pun si pangeran diam-diam menyukai sang gadis. Namun, setiap sang gadis menyentuh tangan pangeran, ia bisa melihat kekelaman yang diderita.

Yang paling super dari drama ini adalah endingnya. Kenyataan-kenyataan yang twisted yang terungkap belakangan membuat konflik batin para tokoh begitu terasa. Dan tahu siapa pemeran sang gadis? Yak, Shin Min Ah.

4. Coffee Prince

Apa drama pendamping Summer Scent yang layak menyandang drama paling romantis? Jawabannya adalah Coffee Prince.

Awalnya, saya tertarik nonton karena ada Yoon Eun Hyee. Sebenarnya agak aneh saya tidak memasukkan Princess Hours dalam list ini karena dua pemerannya begitu saya gandrungi, sehingga apapun filmnya, apapun drama yang mereka mainkan kemudian hari, pasti akan saya tonton. Mengikuti drama ini, saya menemukan aktor favorit lain, Gong Yoo.

Romantis dalam Coffee Prince berbeda dengan romantisnya Summer Scent. Summer Scent memiliki adegan dan musik-musik yang puitis. Sementara Coffee Prince adalah tentang menjadi apa adanya, jujur pada diri sendiri, dan ngeh terhadap momen.

Seorang gadis tomboy kerja serabutan dan takdir membuatnya bertemu seorang pria yang ingin buka warung kopi. Tapi warung kopi itu hanya menerima karyawan lelaki. Tidak sadar kalau Eun Hyee adalah cewek, dia meneruskan penyamarannya sebagai lelaki demi mendapat pekerjaan di warung kopi itu.

Drama yang lucu, segar, dan banyak menyajikan fakta-fakta dunia lelaki ini layak ditonton oleh kalian!

5. My Sassy Girl Chun Hyang

Saya ingat drama ini mulai disiarkan di tivi saat saya mau lulus SMA. Dan menonton iklannya saja, saya jatuh cinta dengan Chun Hyang. Chun Hyang diperankan oleh Han Chae Young, dan sungguh… setelah drama ini tayang, saya di kehidupan nyata juga jatuh cinta pada seorang perempuan yang ketika tersenyum, punya aura yang sama.

Drama ini jadi refleksi masa mudaku. Ketika muda, aku sering banget jadi tempat curhat cewek-cewek. Semua cewek yang memulai komunikasi pribadi denganku pasti akan merasa dekat denganku dan mencurahkan kisah-kisah mereka. Menangis di telepon sudah hal biasa kudengar. Namun, hanya sebatas itu. Friend zone.

Begitulah nasib anak baik-baik. Perempuan tidak akan tertantang.

Chun Hyang dan banyak drama korea lain juga seolah punya justifikasi sama. Semua pria baik, pendengar setia dalam drama Korea menjadi lelaki yang tidak mendapatkan cintanya. Para gadis malah jatuh ke pelukan cowok yang tidak bisa bersikap baik, atau kalah baik. Coba, kurang baik apa Won Bin pada Eun Soh, tetapi Eun Soh malah masih suka kakaknya? Kurang baik apa pangeran satunya pada Eun Hyee, tapi Eun Hyee malah memilih Ji Hoon yang dingin padanya? Kurang pengertian apa si cowok satunya dalam Full House, eh Ji En malah tetap suka pada Rain? Dan kurang baik apa si Paman dalam Sassy Girl Chun Hyang, Chun Hyang malah milih lelaki yang berkali-kali ninggalin dia demi noona-nya?

Maka, jangan jadi cowok yang baik-baik banget. Jadilah sedikit bajingan. Ya?

 

Bersambung ke Bagian 2

Comments

comments

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *