10 Drama Korea yang Harus Kamu Tonton Sebelum Kamu Mati (Bagian 2)

Silakan dibaca Bagian 1

  1. Bad Guy

Aku pikir tak ada drama dengan karakter yang lebih kelam dari karakter dalam drama Bad Guy. Diperankan oleh Kim Nam Gil, aktor yang juga sukses menarik perhatianku sebagai Bi Dam dalam drama GQSD. Kemampuan seni perannya tak perlu diragukan lagi.

Drama ini juga memiliki motif dendam seperti The Devil. Seorang anak ingin membalas dendam pada sebuah keluarga yang kaya raya yang telah membuat “ayahnya” meninggal, dan ia mengalami hidup yang rumit.

Seorang konglomerat punya anak lain selain dari istri resminya. Kim Nam Gil kecil lah anak itu. Ia dibawa ke keluarga kaya tersebut. Namun, ternyata kemudian ia diusir dari rumah karena ada anak lain yang dianggap sebagai anak tak resmi sebenarnya.

Ia membalas dendam dengan mencoba merusak hidup semua anggota keluarga tersebut. Awalnya semua berjalan lancar. Ia bercinta dengan anak perempuan tertua, merusak bisnis mereka, namun kenyataan ternyata menjadi sebuah plot twist yang dahsyat. Ssebenarnya, dialah anak asli dari keluarga itu. Ibu tirinya yang cemburu dan tak rela pada kehadirannya sengaja menukar identitasnya dengan anak lain yang bukan siapa-siapa.

Sungguh, drama yang membuat kita berulang kali menghela napas.

 

  1. The Man Who Came From The Star

Kalau aku ditanya, siapa salah satu tokoh Haliyu? Aku akan menjawab Jun Ji Hyun.

Ini adalah drama yang pertama dibintangi oleh Jun Ji Hyun. Sebelumnya, ia tak pernah main drama. Ia spesialis film. Dan film berjudul My Sassy Girl adalah film Korea yang meledak di pasaran sampai difilmkan kembali oleh Holywood.

Lawan mainnya kali ini adalah Kim Hyun Soo. Aktor muda ini dianggap sebagai aktor muda papan atas bersama dengan Lee Min Ho. Namun, jika Min Ho populer karena wajahnya, Kim Hyun Soo populer karena kualitas aktingnya yang bisa memainkan berbagai karakter seperti di Dream High ataupun The Moon That Embrace The Sun. Min ho bisa dibilang gitu-gitu saja. Pacenya tidak punya ruang lingkup yang luas. Terbukti dramanya yang juga bermain dengan Jun Ji Hyun di kemudian hari bahkan tak kutonton sampai selesai. Berhenti di episode 6. Busuk aktingnya.

Drama ini sendiri adalah drama dengan pendekatan baru. Berkisah tentang alien yang ditinggal di bumi. Harus hidup 400 ratusan tahun. Lalu jatuh cinta.

Dari segi konflik, drama ini sebenarnya standar sekali. Namun, kualitas akting dan dialog-dialognya benar-benar segar.

  1. Signal

Drama Korea biasanya memiliki ciri alur yang melambat mulai episode 6. Dilambat-lambatkan untuk mengisi porsi segmentasi keluarga demi memuaskan ahjumma-ahjumma layaknya sinetron. Tapi hal itu tidak berlaku bagi Signal.

Drama ini cepat dan rapat. Disarankan untuk tidak menontonnya terputus-putus. Lebih nikmat maraton dari episode awal sampai akhir.

Berkisah tentang seorang detektif yang dapat signal misterius walie-talkie dari masa depan. Kasus demi kasus saling berhubungan dengan menyimpan misteri besar. Tidak menjual kisah cinta picisan. Drama ini benar-benar berkualitas dari segi ritme cerita.

  1. It’s Okay That’s Love

Drama ini mengangkat dunia psikologi. Drama ini sangat berkesan bagiku karena punya aura yang sama dengan novel yang kutulis. Novelku itu masuk 11 besar lomba novel DKJ namun tak jua diterbitkan karena satu dan lain hal.

Drama ini mengisahkan tentang seorang penulis ternama yang punya kelainan kejiwaan. Ia hanya bisa tidur di kamar mandi. Ia punya masa lalu yang sangat mengejutkan. Ayahnya suka memukul. Kakaknya juga tidak stabil. Ia kerap bersembunyi di jamban. Ayahnya itu mati dalam suatu kesempatan. Ia mengira dirinya yang menikam ayahnya. Tapi, kakaknya yang dipenjara. Kakaknya marah padanya dan menjadi gila.

Ia bertemu dengan psikiater dalam suatu talk show di televisi. Tak dinyana, para psikiater ini tinggal mengontrak di rumahnya. Dan ia harus pindah ke kontrakannya karena rumahnya sedang direnovasi. Mereka pun jadi tinggal bersama, hingga akhirnya menjadi sepasang kekasih.

Ternyata, ia mengidap kelainan kejiwaan yang lebih parah. Halusinasi demi halusinasi terjadi padanya. Ia mengidap skizofrenia.

Kelemahan drama ini, dari segi cerita, adalah cepatnya pemecahan masalah skizofrenia tersebut.

 

  1. Goblin

Sinematografi. Kualitas akting. Jalan cerita. Hingga ke original soundtrack yang memukau. Itulah Goblin.

Berkisah tentang seorang jenderal yang dikhianati rajanya, dan harus menjadi Goblin. Ia ditakdirkan tidak bisa mati sampai ada seorang perempuan, cinta sejatinya, yang dapat mencabut pedangnya. Perempuan itu datang ratusan tahun kemudian. Perempuan muda yang ibunya ia selamatkan dari kematianlah yang menjadi pengantin Goblin.

Semua pemerannya dapat menjalani akting yang brilian. Terutama Goblin yang diperankan Gong Yoo dan pengantinnya yang diperankan Kim Go Eun yang juga tampil memukau di Coin Locker Girl. Drama ini bakal bikin kita baper habis.

Sesungguhnya drama ini punya filosofi yang mendalam tentang takdir, ketuhanan, dan kehidupan. Ia adalah master piece—hingga episode ke-13, aku menganggap Goblin adalah drama terbaik yang  pernah aku tonton. Namun, si penulis mengulangi kesalahannya di drama DoTS. Fan service. Demi melayani para fans, ia menulis cerita yang aman-aman saja, yang bahagia. Dan itu mengorbankan kedahsyatan jalan cerita.


Demikianlah 10 drama berkesan versiku. Tentu ini sangat subjektif sekali. Ternyata sulit juga bikin list beginian. Sulit mengorbankan drama bagus macam My Scarlet Heart, The Moon That Embrace The Sun, The Producer, Jewel in The Palace, GQSD, dan banyak drama lain. Namun, parameternya adalah impresi yang kurasakan. Dua unsur yang paling mempengaruhiku, yang juga penulis cerita adalah karakter dan plot. The plot is the character, and the character is the plot. Aku nggak butuh drama-drama yang cuma jual tampang kayak Lee Min Ho. Eh.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *