Dari Maluk, Lawar, Hingga Sekongkang: Pantai Terindah di Sumbawa Barat

Sebutkan pantai terindah di Sumbawa Barat? Rasa-rasanya agak sulit untuk menentukan mana yang lebih indah di antara Pantai Maluk, Pantai Lawar, atau Tropical Beach di Sekongkang. Nama-nama itu belum ditambah dengan Pantai Pasir Putih di Poto Tano dan pantai-pantai lain yang masih perawan di sepanjang Sumbawa Barat.

Setelah melewati dua gerbang sebelum masuk ke Poto Tano, yaitu Pulau Paserang dan Pulau Kenawa, orang biasanya bertanya, ke mana saya harus melanjutkan perjalanan? Bagaimana trip Sumbawa ini harus dimulai dan bagaimana harus diakhiri?




Salah satu alternatif biasanya turis akan menjelajahi Sumbawa Barat terlebih dahulu. Di sana ada Desa Mantar yang terkenal sebagai Desa di Atas Awan. Bukan hanya itu, pantai-pantainya yang indah juga sangat terkenal bagi para peselancar. Continue reading Dari Maluk, Lawar, Hingga Sekongkang: Pantai Terindah di Sumbawa Barat

Mengenal Sastra Tutur di Sumatra Selatan

Baru-baru ini aku menonton drama Korea 100th day of Prince yang diperankan oleh D.O EXO. Salah satu adegan dalam film tersebut mengingatkanku pada sastra tutur. Adalah ketika Won Deuk (diperankan oleh D.O) begitu dihargai ketika menunjukkan kemampuannya membaca dan menulis. Ya, zaman dahulu, pendidikan (membaca dan menulis) tidak dienyam semua pihak.

Hanya kalangan tertentu saja yang bisa mengenyamnya. Lalu, bagaimanakah sastra/literasi berkembang menghadapi situasi yang demikian? Bangsa kita memiliki sastra lisan/sastra tutur. Budaya menembangkan sastra ini mengakar di nusantara, termasuk di Sumatra Selatan.

Sastra Tutur di Sumatra Selatan

Sastra tutur di Sumatera Selatan diekspresikan dalam berbagai bentuk dengan nama khusus. Hal ini terjadi karena luasnya wilayah dan keragaman masyarakatnya.



Beberapa bentuk sastra lisan/sastra tutur yang dikenal di Sumatra Selatan antara lain Njang Panjang dan Bujang Jelihim di Ogan Komering Ulu (OKU), Jelihiman di Ogan Ilir (OI), Senjang di Musi Banyuasin (MUBA), Geguritan, Tadut, Betadur, dan Tangis Ayam yang berkembang di Lahat, Nyanyian Panjang dan Bujang Jemaran di Ogan Komering Ilir (OKI). Di luar itu, tentu masih banyak bentuk sastra tutur yang lain.

Geguritan

Pada abad ke 18 sampai pertengahan abad 20 di dusun Besemah, geguritan tumbuh dan berkembang. Geguritan adalah seni prosa lirik berbentuk cerita panjang yang ditembangkan. Isinya falsafah, ajaran moral, nasihat, aturan-aturan adat, suara-suara hati nurani, sejarah, dan potret karakter manusia dan kisah-kisah kepahlawanan.

Geguritan biasanya dituturkan dalam acara-acara umum seperti syukuran panen, pesta pernikahan, acara pada saat malam bulan purnama. Penembangan guritan juga diselenggarakan ketika ada anggota keluarga yang meninggal dunia sebagi penghibur bagi anggota keluarga yang ditinggalkan. Penuturan guritan dilakukan usai maghrib hingga lewat tengah malam.

Selama penuturan berlangsung, penutur guritan duduk bersila dengan tangan dilipat diatas sambang (alat khusus terbuat dari bambu berdiameter 9 cm panjang 2 jengkal dan dilubangi ujungnya). Dengan bantuan alat ini penggurit mengatur vibrasi suaranya.

Di saat bulan purnama musim panen, perempuan dusun Besemah mulai menganyam tikar di lapangan terbuka dan orang tua, muda, anak-anak berkumpul. Di saat-saat seperti itu penggurit pun mulai melantunkan guritan sampai larut malam.

Guritan terdiri dari dua jenis, yaitu guritan lama dan guritan baru. Guritan lama berisi kisah-kisah masa silam dan peribahasa-peribahasa. Bahasa yang digunakan dalam penuturan guritan lama adalah bahasa lama yang masyarakat Besemah sekarang tidak paham.

Lain hal dengan guritan baru, guritan baru berisi kisah-kisah peristiwa selama zaman gerilya dan bahasa yang digunakan pun dimengerti orang banyak. Di antara guritan yang terkenal adalah “Keriye Rumbang Ngempang Lematang” dan “Jagad Besemah”

J A G A T B E S E M A H 1945

Ilok gale mangkal guritan
ilok gale mangkal pantunan
guritan ini kite batasi
peristiwa jagat Besemah.

Bukan li luat nggachi Lahat
bukan dik linjang nggachi Lintang
bukan dik intim nggachi Kikim
jangan ragu kurang sebase lame.

Bukan “puisi” asak isi
bukan “perosa” nuntut jasa
bukan ambisi endak kureksi
bukane jasa endak ingatkah

Kalu di Jawe ade wayang
pilam kelasik di India
Abu Nawas di Timur Tengah
ade guritan di Besemah

Singgan dikukup aban putih
sibang disinjar mate achi
diatas langit teterukop
dibawah bumi tetelentang
ilok gale mangkal guritan

Tadut

Kata tadut dari kata dalam bahasa Arab jadidun berarti “baru”. Lalu menjadi tadut dalam dialek Besemah yang berarti pembaharuan. Maksud dari pembaharuan adalah pembaharuan terhadap kepercayaan lama yang ada dengan kepercayaan baru. Hal ini disebabkan oleh masuknya ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW di daerah Besemah.



Agama Tauhid sebetulnya sudah sejak lama ada di Besemah, namun yang diajarkan adalah ajaran Nabi Ibrahim dan Nabi Musa. Karena itulah, perkembangan tadud dibarengi dengan masuknya Islam ajaran Nabi Muhammad di masyarakat Besemah.

Tadut merupakan jenis puisi yang dipergunakan untuk menyampaikan ajaran agama Islam pada saat Islam berkembang cukup pesat di daerah Pagaralam. Penutur tadut biasanya adalah seorang laki-laki yang pemahaman terhadap ajaran agama Islam cukup tinggi.

Dengan kata lain, penutur tadut adalah pemegang kitab kuning atau perukunan (melayu). Karena isi tadut kebanyakan adalah ajaran agama, penuturan tadut biasanya dituturkan pada malam hari di dalam kelompok pengajian tradisional atau yang disebut bepu’um. Kebanyakan anggota pengajian tradisonal adalah orang-orang lanjut usia.

Malam ini malam jemahat kah masuk malam Sabtu
Perintah Nabi Muhammad ngajung semayang lime waktu
Malam ini malam Sabtu kah masuk malam Ahad
Semayang lime waktu jangan benagh berbuat jahat……

Tembang/ Nyanyian Panjang

Tembang/ Nyanyian panjang merupakan merupakan bentuk folklore yang terdiri dari kata-kata dan lagu, yang beredar secara lisan di antara anggota kolektif tertentu, berbentuk tradisional, serta banyak mempunyai varian.

Nyanyian panjang dikenal juga dengan nama tembang panjang atau njang panjang. Dahulu, Nyanyian panjang sempat mendapat tempat di hati masyarakat pendukungnya dengan berbagai tema yang disuguhkan penutur kepada pendengar.

Di antara nyanyian panjang yang cukup dikenal adalah Raden Alit dan nyanyian panjang Sejarah Saman Diwa. Pada saat proses penuturan nyanyian panjang sejarah saman Diwa penutur nyanyian panjang bisanya kerasukan ruh leluhur. Ayakan padi yang ada pada penutur lalu dipukul-pukul sebanyak tiga kali.

Nyanyian panjang dituturkan dengan bahasa masyarakat setempat, seperti bahasa Ogan, Bahasa Belide, dan bahasa enim. Di masa lalu nyanyian panjang dituturkan saat panen telah tiba, saat ada hajatan masyarakat, seperti pesta pernikahan, pada acara khitanan, dan pada saat kelahiran bayi bahkan kalau ada orang yang meninggal dunia.

Senjang

Senjang pertama kali dipopulerkan oleh masyarakat Kecamatan Sungai Keruh Kabupaten Musi Banyuasin. Penyebaran sastra tutur senjang ke beberapa kecamatan lain di Musi Banyuasin membuat irama senjang tidak sama antara satu kecamatan dengan kecamatan lain.

Senjang menghubungkan orang tua dengan generasi muda atau dapat juga antara masyarakat dengan pemerintah dalam penyampaian aspirasi yang berupa nasihat, kritik maupun penyampaian strategi ungkapan rasa gembira.

Karena antara lagu dan musik tidak saling bertemu, maksudnya saat berlagu musik berhenti, saat berbunyi orang yang bersenjang diam sehingga syair dan musik tidak pernah bertemu. Itulah yang disebut senjang.

Diamati dari segi bentuk, senjang adalah puisi yang berbentuk pantun( talibun). Hal ini dapat dilihat dari jumlah lirik dalam satu bait selalu lebih dari empat baris. Keistimewaan senjang dilihat dari penyajiannya yang selalu diiringi dengan musik. Setiap kali pesenjang berhenti bernyanyi, maka musik akan dimainkan.

Ikatan senjang juga memiliki pola tersendiri. Sebuah senjang biasanya terdiri dari tiga bagian. Bagian pertama merupakan bagian pembuka. Bagian kedua merupakan isi senjang yang akan disampaikan. Bagian ketiga merupakan bagian penutup yang biasanya berisi permohonan maaf dan pamit dari pesenjang.

Bagian pembuka senjang dapat dilihat dari contoh berikut:

Cobo – cobo maen gelumbang Entahke padi entah dedak Bemban burung pulo lalang Untuk bahan muat keranjang Cobo – cobo kami nak basenjang Entahke pacak entah dak Kepalang kami telanjur senjang Kalu salah tolong maaf ke

Contoh bagian isi senjang :

Kalu adek ke Palembang Jangan lali ngunde tajur Tajur pasang di Sekanak Bawa batang buah Banono Kala adek bajo linjang Jangan sampai talanjur Kalu rusak lagi budak Alamat idop dak samparno

Contoh bagian penutup senjang:

Kalu nak pegi ke Karang Waru Singgah tegal di Jerambah Pogok Tengah jalan ke Rantau Kasih Nak pegi ke dusun ulak Kami senjang barenti dulu Adat karena abis pokok Kami ucapke terime kaseh Maap ke bae kate yang salah

Keberadaan sastra tutur di Sumatra Selatan terancam punah. Sebagai salah satu aset bernilai tinggi milik masyarakat Sumatra Selatan sudah seharusnya masyarakat dan pemerintah setempat bekerja sama menjaga dan melestarikan kembali sastra tutur di kalangan generasi muda. Semoga bulan bahasa dan sastra selalu jadi momentum untuk melestarikan sastra tutur di Sumatra Selatan.

Nah, bagaimana dengan kondisi sastra tutur di daerahmu?



Catatan Tambahan:

Sumber tulisan ini diringkas dari makalah Putu Carolina, Duta Bahasa Sumatra Selatan 2009 saat rangkaian acara 2009 lalu. Pertama kali saya publikasikan di Kompasiana.

Merenung di Curug Bidadari Ciasihan, Kab. Bogor

Berjalanlah terus dari Curug Kiara, kamu akan menemukan Curug Bidadari. Karena saking banyaknya nama curug yang menggunakan nama Bidadari, maka curug ini kita sebut saja Curug Bidadari Ciasihan, Kab. Bogor.



Dinamakan demikian, karena curug ini menjadi pangkal dari lengkungan pelangi. Konon, masyarakat desa penasaran ada di mana ujung dan pangkal pelangi yang hadir di Ciasihan. Mereka mengikuti bias titik air oleh cahaya tersebut dan menemukan sebuah curug. Karena dipercaya, pelangi adalah jembatan bidadari turun dari kayangan, dinamakanlah curug tersebut sebagai Curug Bidadari. Barangkali ada bidadari yang mandi di sana.

Letaknya tidak jauh dari Curug Kiara. Setelah menyeberangi jembatan di atas Curug Kiara, kita tinggal menaiki sebuah bukit lagi. Sampai ketemu pertigaan, kita belok ke kiri. Bila lurus kita akan bertemu Curug Batu Ampar. Nah, Curug Bidadari berada di paling ujung setelah Curug Susun.Curug Bidadari Ciasihan

Di sana, aku duduk di sebatang kayu yang patah, memandangi air jatuh dan merenung. Sejak kasus plagiarisme Afi Nihaya Faradisa, aku baru mengenal takut. Tidak menyangka tulisanku yang membongkar skandal itu menjadi seviral itu dan mendapat serangan sedemikian rupa yang bisa jadi berefek ke keluarga. Sejak itu pula, aku tidak seberani sebelumnya. Menjadi lebih moderat dalam menyuarakan pendapat. Berhati-hati sekali dan tidak ingin menjadi perhatian orang lain.
Curug Bidadari Ciasihan
Lama baru kusadari, selain menulis, seorang penulis seharusnya tidak mengenal rasa takut saat menyuarakan ketertindasan. Seorang penulis adalah David, meski harus melawan Goliath. Dengan begitu, jalan pena akan terus ada.

Bukan aku berpikir, lantas aku menulis. Tapi aku berani, maka aku menulis.

Sejumlah Pertanyaan Tentang Cinta (Terbit 12 Agustus 2019)

Baru saja duduk di kantor, sebuah chat masuk melalui WA. Dari editorku. Dia mengabarkan bahwa buku terbaruku akan terbit 12 Agustus 2019. Bukan hanya itu, ia juga memberikan beberapa desain sampul buku. Mana yang kusuka, perbaikan seperti apa yang kuinginkan agar nanti SEJUMLAH PERTANYAAN TENTANG CINTA hadir sesuai yang kuharapkan.




Tanganku pun gatal dan langsung berusaha membuat semacam woro-woro mengenai buku ini meski kovernya belum final sih. Keinginan untuk menerbitkan minimal 1 buku per tahun bisa terpenuhi tahun ini. Lebih spesial lagi, penerbitnya Elex Media. Bukan kaleng-kaleng.

Sejumlah Pertanyaan Tentang Cinta

Buku Keberapa “Sejumlah Pertanyaan Tentang Cinta” ini?

Buku pertamaku adalah ALUSI, sebuah kumpulan puisi yang pendanaannya pribadi. Waktu itu ALUSI kucetak 1000 buku. Buku kedua adalah DONGENG AFRIZAL, sebuah kumpulan cerpen. Penerbitnya sebuah penerbit kecil. Hanya dicetak 1300 eksemplar. Namun, buku itu terdistribusi di toko buku Jabodetabek, Palembang, dan Medan. Buku ketiga, Sebuah Medley, kumpulan puisi. Penulisnya berdua, bersama Andi Arnida Massusungan. Beliau yang mendanai penerbitan buku ini. Dicetak 1000 juga kalau nggak salah.

Setelah itu, ada buku Simbiosa Alina. Penerbitnya Gramedia. Penulisnya juga dua orang, bersama Sungging Raga. Menyusul setelah itu novel 4 Musim Cinta, diterbitkan Exchange. Penulisnya berempat. Ada Mandewi, Abdul Gafur, dan Puguh. Ini pengalaman pertama saya menulis novel.

Kumpulan puisi berikutnya hadir pada tahun 2015. Irwan Bajang meminta naskah puisiku untuk diterbitkan dan akhirnya AKU CUKUP MENULIS PUISI, MASIHKAH KAU BERSEDIH lahir dari rahim IBC. Buku ini mendapat penghargaan Anugerah Pembaca Indonesia 2015 sebagai buku puisi terafavorit.

Setelah itu IBC juga meminta naskah kumpulan cerpenku hingga lahirlah HARI YANG SEMPURNA UNTUK TIDAK BERPIKIR pada tahun 2017. Di sana juga kemudian akhirnya aku berkenalan dengan SHIRA MEDIA yang menerbitkan novel PHI tahun lalu.

Di luar itu ada banyak antologi bersama, baik puisi maupun cerpen, yang memuat karyaku. Aku tak begitu mengingatnya. Tanpa menghitung berbagai antologi tersebut, berarti SEJUMLAH PERTANYAAN TENTANG CINTA adalah bukuku yang kesembilan.

Apa Ide Dasar “SEJUMLAH PERTANYAAN TENTANG CINTA”?

Suatu hari, saya pernah duduk bersama Fatih Kudus Jaelani di Selong, Lombok Timur. Kami mengobrolkan banyak hal mulai soal puisi dan kisah cintanya.




Setelah puas mengobral kata, malam itu terpikir sebuah kalimat. Cinta abadi karena perpisahan.

Ya, cinta abadi karena perpisahan. Kalimat itu bisa ditafsirkan menjadi banyak kondisi. Bisa jadi, karena berpisah dengan seseorang saat masih mencintai orang itu, cinta di hati kita jadi abadi. Tapi makna lainnya adalah, cinta bisa menjadi abadi justru karena suatu hari kita menyadari bahwa kita akan berpisah dengan orang yang kita cintai.

Karena itu lahirlah lirik, “Apakah kau masih mencintaiku jika suatu hari ada perpisahan yang tak mungkin kita hadapi dengan bahagia?”

Jadi, silakan dipesan ya buku saya, atau nanti dibeli di toko buku. Terima kasih.

Lomba Menulis Cerpen Ulang Tahun Lovrinz Publishing (Rin Media)

Kali ini aku akan membagikan info lomba menulis terbaru. Ya, lomba menulis ini adalah lomba menulis cerpen guna merayakan ulang tahun Lovrinz Publishing atau Rin Media.

Temanya adalah APAKAH MIMPI BESARMU?




Syaratnya mudah sekali. Pertama, cukup daftarkan dirimu ke nomor yang tertera sambil melampirkan foto salah satu dari sekian ribu buku terbitan LovRinz Publishing.

Naskah harus original. Belum pernah diterbitkan di media mana pun baik itu media cetak maupun elektronik. Naskah juga tidak boleh sedang diikutkan dalam lomba cerpen yang lain.

Naskah ditulis dalam file Ms. Word dengan format font TNR 12, kertas A4 dan spasi 1,5. Jumlah halaman antara 8-12 halaman.

Naskah dikirim ke lovrinzandfriends@gmail.com dengan Subjek BIG DREAM_JUDUL NASKAH_NAMA PENULIS dan dikirim paling lambat 7 Oktober 2019 ya.

Lomba Menulis Cerpen

Lalu Apa Hadiahnya?

Pemenang akan diumumkan pada November 2019.

Juara I : 2.000.000 + Merchandise
Juara II: 350.000 + Merchandise
Juara III: 250.000 + Merchandise

50 cerpen terbaik akan dibukukan dan masing-masing akan mendapatkan 1 buah buku terbit.






IKUTI JUGA LOMBA MENULIS CERPEN BERHADIAH KELAS MENULIS SENILAI 4 JUTA RUPIAH INI YA!

Anda Investor Pemula? Kenali Terlebih Dahulu Membeli Saham Online yang Benar

Anda yang mendapatkan keuntungan yang besar saat berinvestasi, ada baiknya memilih jual beli saham. Jenis investasi tersebut memang menjadi salah satu yang paling difavoritkan, apalagi modal yang dibutuhkan tidak sebanyak Anda membuka bisnis sendiri. Tidak heran anak-anak muda zaman sekarang mulai beralih bermain saham agar mendapatkan modal masa depan yang lebih banyak.



Di sisi lain, karena perkembangan teknologi sudah semakin maju, maka Anda bisa melakukan investasinya melalui sistem saham online. Dari cara penggunaan dan aksesnya memang lebih mudah dibandingkan Anda datang ke kantornya. Tapi, konsep bermainnya masih sama seperti pada umumnya.

Sebagian orang masih menganggap kalau jual beli saham sama saja dengan berjudi. Padahal berinvestasi saham harus menggunakan strategi yang pintar dan daya analisa yang tepat agar mendapatkan banyak keuntungan. Berbeda dengan judi yang hanya sembarang menebak saja.

Maka dari itulah, Anda yang masih pemula perlu mempelajari bermain SAHAM ONLINE agar tidak terjadi kerugian dan meminimalisasi risikonya.

Jangan malu bertanya ke orang yang lebih ahli

Sebelum Anda memutuskan untuk berbisnis saham, ada baiknya Anda mencari tahu terlebih dahulu mengenai cara-cara membeli saham yang tepat. Anda bisa menemukan informasinya melalui situs-situs tutorial, buku, maupun bertanya langsung ke orang yang sudah pernah melakukannya.

Jangan malu bertanya ke orang yang lebih ahli karena pastinya mereka sudah lebih berpengalaman dalam jual beli saham secara online. Selain itu, tanyakan pada mereka apa saja persyaratan yang harus Anda penuhi agar akun Anda bisa diverifikasi secara cepat oleh pihak brokernya.

Konsultasi saham mana yang ingin dibeli atau jual

Di awal-awal Anda bermain saham online, tentu Anda belum memiliki pengalaman sama sekali dan masih bingung dengan cara jual maupun membelinya. Konsultasikan hal tersebut dengan broker Anda untuk meminta pendapat mereka. Pastinya mereka jauh lebih paham dan memberikan Anda peluang mendapatkan keuntungan yang seimbang.

Anda dapat bertanya ke mereka strategi apa yang perlu digunakan agar resikonya semakin kecil tapi keuntungannya lebih besar. Kalau sudah terbiasa, Anda dapat melakukannya sendiri.

Lakukan analisa teknikal

Dalam bermain saham online, Anda seperti diharuskan menggunakan analisa teknikal. Tujuannya adalah untuk mengetahui harga saham terbaik saat menjual maupun membelinya. Anda perlu mengamati grafik perubahan harga yang ada di halaman aplikasi saham Anda. Grafik tersebut menjadi pertimbangan Anda apakah ingin menjualnya atau membelinya.

Konsepnya sama dengan cara konvensional di mana saat harga naik adalah kesempatan bagus untuk menjualnya dan harus turun merupakan peluang untuk membeli saham yang baru. Pastikan Anda memilih timing yang tepat agar mengurangi resikonya dan keuntungannya lebih besar.



Pastikan Anda memilih perusahaan sekuritas yang terpercaya, seperti Mandiri Sekuritas yang sudah memberikan pelayanan investasi terbaik untuk para nasabahnya. Produk-produk investasi selain saham online bisa Anda lihat melalui mandirisekuritas.co.id.

Blog Literatur/ Sastra, Makro Ekonomi, dan Catatan Perjalanan