Pertanyaan di Ruang Itu

Bisa saja aku mengenang Orde Baru, yang telah tumbang itu
saat semua rakyat dipaksa menutup mulut
dan pura-pura bahagia. Di ruang itu sebaliknya,
aku diminta membuka mulut selebar-lebarnya, dan
menjawab pertanyaan setelah divonis radang tenggorokan.

Sesungguhnya aku cukup tersentuh, pertanyaan demi pertanyaan
membuat kami seolah karib dan penuh perhatian:
Apa yang aku makan kemarin, apa aku cukup makan sayuran, apa
terlalu berlebih makan gorengan, apa aku keranjingan
minum minuman dingin

Kubayangkan seandainya Presiden yang bertanya demikian
tidak akan ada warga negara yang kelaparan
Semua orang terisi perutnya, dan bebas dari ancaman kekerdilan
Tidak akan ada yang kena diabetes pada usia muda
Sebab gula atau pemanis pada minuman kemasan
jauh lebih jahat dari teroris yang memberondongkan peluru
Beberapa nyawa mungkin tiada
Ketimbang penyakit gula yang membunuh manusia pelan-pelan

Ia memintaku jujur, lalu kukatakan
aku sudah cukup disiplin melakukan hidup sehat
kujaga pola makan, tidur dan bangun cepat
juga olahraga meski baru plank atau lari di tempat

Namun, ia menyebutku tukang bohong
Sebab radang tenggorokan pasti ada sebabnya
Aku disuruh mengaku pada hal-hal yang tak kulakukan

Lalu apa bedanya masa ini dengan Orde Baru
ketika kebenaran sedemikian baku dan dipaksakan
kalau dulu, segalanya dibungkam
kini, semua diminta berbicara dengan teks yang sudah disiapkan
Semua media besar mengamini
Sehingga tak ada ruang bagi perlawanan

 

 

Perjalanan ke Curug Tilu Leuwi Opat di Bandung Barat

Kalau ke Bandung, jangan lupa kunjungi Curug Tilu Leuwi Opat. Letaknya di Bandung Barat. Tak begitu jauh dari pusat kota Bandung, hanya sekitar 18 kilometer. Perjalanan ke sana singkat rasanya apabila menggunakan sepeda motor. Kalau pakai mobil, ya siap-siap macet saja kalau hari libur.

Curug Tilu Leuwi Opat tepatnya berada di Parongpong. Di Parongpong banyak sekali tempat wisata. Di dekat Curug Tilu Leuwi Opat sendiri ada Ciwangun Indah Camp, Curug Cimahi, Curug Bugbrug, Curug Cipanas Nagrak, dan Dusun Bambu.  Continue reading Perjalanan ke Curug Tilu Leuwi Opat di Bandung Barat

Pakarhero: Ketika Ada Jiwa Hero di Dalam Diri Manusia

Dengan kekuatan besar datang tanggung jawab besar. Kalimat itu diucapkan Paman Ben dalam Spiderman kepada Peter Parker. Kalimat tersebut jadi pemantik perjalanan kepahlawanan Peter muda sehingga menggunakan kekuatan yang dimilikinya untuk menyelamatkan banyak orang.

Terdapat jiwa kepahlawanan pada diri setiap orang. Hal itulah mungkin yang melatarbelakangi lahirnya situs PakarHero. Untuk menjadi seorang pahlawan, kita tidak perlu menunggu memiliki kekuatan super seperti para Avengers. Tak perlu kekuatan petir seperti Thor, kemampuan memanah seperti Hawk Eye, atau juga para personel pahlawan yang lain. Cukup dengan memiliki hati yang tulus untuk membantu orang lain, kita mampu menjadi pahlawan itu.

Nah, Pakar Hero berupaya membantu orang-orang yang punya pertanyaan, membutuhkan jawaban, baik itu dalam bidang akademis, gadget, hukum, investasi-asuransi, kontraktor-arsitektur, medis, otomotif, pajak-akuntansi, pemasaran digital, penerjemah, perangkat keras, teknologi, dan travel. Terdapat ahli dalam bidang tersebut.

Nah, saya berkesempatan mencoba bertanya kepada para ahli Pakar Hero. Saya berkonsultasi di kategori gadget kepada Ju Ming.

Memang ada hal yang membuat saya penasaran, yakni entah kenapa ponsel yang saya pakai cepat panas. Saya adalah seorang pengguna ponsel XI****i, dan seorang teman pernah mengatakan, jangan beli ponsel yang processornya Snapdragon, nanti cepat panas. Mending Mediatek saja, katanya.

Aku menelan mentah-mentah kalimat itu, dan kemarin kutanyakan kepada Ju Ming, apakah processor mempengaruhi soal panas tidaknya ponsel. Ju Ming memberi jawaban yang mengejutkan. Katanya ada banyak faktor yang menyebabkan hal itu. Salah satu yang sering luput dari perhatian adalah faktor provider itu sendiri.

Aku pun jadi teringat kalau pakai salah satu provider, memang sih lebih cepat panas dan lebih cepat habis baterai, dibanding pindah ke jaringan internet yang lain. Kutanya, apakah karena ketidakstabilan jaring, pindah dari 4G ke 3G terus-menerus yang menyebabkan panas sehingga kita harusnya mengunci di LTE Only?

Jawabannya, saya terbalik. Katanya, justru bila dikunci, ada paksaan terhadap mesin untuk terus berada di jaringan tersebut. Sehingga cepat panas. Maklum, aku tinggal jauh di kampung sehingga seringkali jaringannya kukunci di *#*#4636#*#*. Kuubah tipe jaringan berada di LTE Only agar kecepatan berinternet tetap baik-baik saja. Kalau tidak dikunci begitu, sering disconnected.

Panas pun bisa beda-beda.  Jika HP panas di bagian belakang, kita patut curiga baterai sebagai salah satu penyebabnya. Terutama jika panas yang muncul terasa di seluruh bagian belakang HP anda. Jika cukup yakin baterai merupakan salah satu penyebabnya, solusi yang bisa kita lakukan cukup mengganti baterai HP. Jika HP cepat panas di bagian bawah, maka bisa jadi panas yang timbul berhubungan dengan charger yang anda miliki. Solusinya, cukup ganti charger yang kita punya. Sementara jika memiliki kesulitan dalam melokalisir panas dari HP yang anda miliki, ada kemungkinan bagian dalam dari HP andalah yang menjadi penyebab dari overheattersebut. Masalah ini pun biasanya akan semakin terasa saat anda menelpon, atau saat menggenggam HP kita.

Ya, sekali konsultasi, dengan sistem chatting yang ramah bagi pengguna, tarifnya murah sekali. Hanya Rp5.000,-


PakarHero adalah portal yang menghubungkan mereka yang mencari jawaban dengan komunitas ahli. Kami memiliki berbagai ahli yang siap menjawab pertanyaan Anda. Tidak perlu menunggu berjam-jam lagi. Gunakan fitur obrolan PakarHero untuk berkonsultasi dengan pakar Anda kapan saja, dari mana saja selama Anda berdua online.


Singkatnya, seperti itulah PakarHero.

Lalu, apa bedanya dengan bertanya ke Google? Bila bertanya ke Google kita perlu tahu kata kunci yang tepat untuk mendapatkan jawaban yang tepat. Lagian, Google adalah lautan informasi. Kita menyelami informasi itu… yang tak membedakan mana yang benar dan salah. Kita bisa saja mendapatkan jawaban yang keliru dari Google karena tidak ada verifikasi keahlian di sana. Sementara, bila di PakarHero, karena ada ahlinya, jadi kita bisa langsung mendapatkan yang terpercaya.

Nah, yang lebih menarik adalah kita juga bisa menjadi ahli di PakarHero. Tentu saja, jadi Spiderman cuma khayalan. Kita nggak mungkin mendadak punya kekuatan super. Tapi tentu kita memiliki keahlian tersendiri yang mungkin dibutuhkan oleh orang lain.

Nah, daftarkan diri kamu ke Pakar Hero agar bisa membantu banyak orang menjawab berbagai jawaban. Yang penting, usiamu di atas 18 tahun dan punya keahlian di bidang-bidang yang tertera di atas tadi.



PakarHero memiliki komunitas ahli yang sedang berkembang. Selalu ada peluang bagi para freelancer untuk bergabung dengan komunitas kami. Apakah Anda seorang ahli di bidang otomotif, pajak, atau guru matematika, kami menyambut Anda untuk bergabung dengan kelompok pakar kami dan menggunakan PakarHero untuk mengiklankan keterampilan Anda kepada dunia. Iklankan keahlian Anda ke berbagai belahan dunia dan dapatkan penghasilan tambahan.


Cukup ke pengaturan akun,  dan  tekan tombol ‘Ya! Buat saya Ahli!

Isi semua informasi yang diperlukan mengenai keahlian Anda, sertifikasi, dan / atau riwayat pekerjaan Anda yang terkait. Semua informasi ini akan ditunjukkan kepada calon pelanggan Anda. Anda juga perlu memberikan informasi pembayaran di mana PakarHero dapat mentransfer pembayaran kepada Anda.


Seru kan, selain bisa membantu orang, kamu juga bisa mendapatkan penghasilan. Jadi, tunggu apalagi.

Puisi | Pulang [Indonesian Poetic Translation of “Home Is Far Away”]

Puitisasi lagu Home is Far Away, Epik High feat Oh Hyuk

Tak ada taksi yang melintas.
Rasanya hujan akan segera turun.
Kubayangkan perjalanan pulang
yang masih begitu jauh.
Dan segala beban hari ini
yang kupanggul di atas pundakku yang renta
ingin rasanya sejenak kuletakkan.

Tak ada yang berubah sedikit pun
Aku masih sendirian.
Setiap kulihat ke depan, pemandangan
Gunung Everest adalah batas dari standar dunia
Dan tekanan hidup
yang membuatku tak pernah mampu beristirahat
meski telah kutenggak segala jenis pil tidur.

Lalu hujan turun, dan rumah, ah
Masih begitu jauh. Aku takut menjadi manusia biasa.

Masih tak ada taksi yang melintas.
Dan ketakutan demi ketakutan seperti cengkeraman tangan
di kakiku.

Aku ingin lari, tetapi tak lagi ada langkah, tak lagi ada hati.
Segala mimpi yang pernah ada, telah menjadi bagasi.

Aku ingin sekali meletakkan jeda di hidupku. Di antara
segala angka dan matematika kehidupan.
Tak sanggup lagi bertahan, dan memandangi telapak tangan
(tangan yang kosong, tak mampu menggenggam apa pun)
Siapa yang bisa bertahan dalam pelukanku? Apa yang mampu
kujaga dalam dekapanku?

Berat sudah rasanya kaki ini. Tetapi,
angin terus bertiup dan masih tak ada taksi
yang melintas. Dan hujan kini melanda dadaku.

Sayembara Novel Basabasi 2019 Berhadiah Total Puluhan Juta

Sayembara novel Basabasi

Ketentuan umum:

  • Naskah belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apa pun;
  • Naskah tidak sedang diikutkan dalam lomba lain;
  • Naskah merupakan karya asli, bukan saduran atau jiplakan;
  • Hanya diperbolehkan mengirim satu naskah;
  • Naskah ketiga juara dan para nomine akan kami terbitkan dengan sistem royalti (terpisah dari ketentuan lomba ini);
  • Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu-gugat;
  • Dewan Juri tidak melayani tanya-jawab terkait proses penjurian;
  • Periode penerimaan naskah: 10 januari – 30 April 2019;
  • Periode penjurian: 1 Mei – 31 Juli 2019;
  • Pengumuman pemenang: Agustus 2019

Ketentuan khusus:

  • Panjang naskah 30.000 – 35.000 kata (halaman A4, spasi 1,5, Times New Roman ukuran 12)
  • Tema bebas;
  • Unsur kesegaran dalam tema maupun gaya bercerita akan menjadi nilai tambah;
  • Tidak perlu mencantumkan nama penulis dalam naskah;
  • Lampirkan biodata penulis dan sinopsis secara terpisah dari naskah;
  • Satu salin naskah cetak dikirim ke:

Penerbit Basabasi

Jln. Malabar no. 16, Sorowajan Baru

Banguntapan, Bantul

081316320671

  • Satu salin naskah digital dikirim ke sayembaranovel@gmail.com dengan format subjek: Nama Penulis – Judul Naskah

Hadiah:

  • Juara pertama: Rp20.000.000
  • Juara kedua: Rp15.000.000
  • Juara ketiga: Rp10.000.000
  • Nomine: Rp2.000.000

Dewan Juri:

  • Joni Ariadinata
  • Agus Noor
  • Mahfud Ikhwan
  • Tia Setiadi
  • Faisal Oddang
  • Reza Nufa

Puitisasi Lirik “I’m OK” – iKon

Aku baik-baik saja, tak perlu
menghiburku.
Tak usah ada
rasa iba.
Aku baik-baik saja, tanpa perlu
kautemani.
Kekhawatiranmu akan sia-sia
Sudahlah, jangan pikirkan aku
Aku terbiasa begini, sendiri.

Aku tak mau mendengar kata-kata pengharapan.
Realitas yang begitu memuakkan
membuatku karib dengan insomnia. Sudah kucari
hal-hal yang mampu mengisi kekosongan,
namun berakhir pada minum yang memabukkan.
Situasi yang berbeda tak membuatku jadi berbeda
Menjauh dari diriku sendiri, kesendirian yang selalu ada
dari waktu ke waktu
Dan aku hanya mampu tersenyum setiap kali orang bertanya
tentang kabarku

Pertanyaan basa-basi itu, aku tahu
aku merasa buruk, dan tak berada
Ketika aku merasa sepi, barangkali saat itu
ada air mata yang merembes dan jatuh ke pipi
Saat kau melihatnya…
Tolong, berlalu saja, tak perlu peduli

Rasa sakit akibat perpisahan
Aku tak mau mendengar apapun bernama pengharapan
Luka yang tertinggal dada
Akan sembuh dalam satu-dua hari
Dan kuucap dalam-dalam,
diam adalah bahasa bahagia
air mata adalah tanda cinta

Aku tak akan mati hanya gara-gara
dia telah meninggalkan aku
Jadi, jangan lihat aku seolah-olah
kau melihat seseorang yang menjemput mautnya

Hanya perhatikanlah ketika angin berembus,
daun-daun gugur menari
Dan manakala ombak menyapa, lautan bergelora
Begitu juga dadaku yang terluka
ketika cinta berlalu begitu saja

 

 

Blog Literatur/ Sastra, Makro Ekonomi, dan Catatan Perjalanan